Jatuh Cinta Pada Om Majikan

Jatuh Cinta Pada Om Majikan
Pria itu...


__ADS_3

2 hari berlalu...


Herman masih mencari jalan keluar dari masalahnya. Nisa yang memperhatikan perubahan sikap suaminya menjadi bertanya-tanya sebenarnya apa yang terjadi.


Beberapa kali ia mendengar Herman mengingau meminta maaf padanya.


"Mas." Sapa Nisa seraya mengelus bahu Herman hingga membuyarkan lamunannya.


"Kamu masih sakit?" tanya Nisa seraya mengecek suhu tubuh di kening suaminya.


"Aku udah sembuh kok." Jawab Herman dengan senyum.


"Kamu yakin?" tanya Nisa memastikan.


Herman pun mengangguk dengan senyum.


"Apakah masalah kerjaan kamu belum selesai, Mas?" Tanya Nisa.


"Memangnya kenapa, Sayang?" tanya Herman balik.


"Aku khawatir sama kamu. Belakangan kamu sering melamun dan mengigau minta maaf sama aku." Jawab Nisa.


Herman pun mencoba menyembunyikan semuanya dengan tertawa.


"Kamu ada-ada aja sih. Aku baik-baik aja kok." Sahut Herman.


"Mungkin aku hanya merindukanmu." Ucap Herman seraya memegang dagu istrinya.

__ADS_1


Ia mulai mendekatkan wajahnya dan..


Cup.. Sebuah ciuman mendarat di bibir Nisa. Nisa pun membalas dengan lembut dan berlanjut ke adegan panas pasutri.


...****************...


"Ayo kita tes DNA, Rim." Celetuk Ramon sore itu.


"Untuk apa?" tanya Rima sinis.


"Tentunya untuk mengetahui siapa ayah dari bayi yang kamu kandung." Jawab Ramon.


"Aku sudah pernah bilang padamu untuk tidak ikut campur lagi urusanku. Aku percaya kalo ini anak dari Herman Maulana." Ucap Rima kesal.


"Rim, Plis turutin permintaanku satu ini. Sebelum nanti kamu menyesal sudah menghancurkan kehidupan orang lain." Tutur Ramon.


Ramon pun mendengus kesal. Sekeras apapun dia mencoba membujuk Rima, tetapi wanita itu justru lebih keras kepala.


"Sabar ya Sayang, lima hari lagi kita akan berkumpul dengan ayah kandungmu." Ucapi Rima seraya mengelus perutnya yang masih rata.


Ramon pun beranjak dari duduknya dan pergi meninggalkan Rima sendiri di ruang tamu.


"Maafkan aku Ram, tapi ini demi keselamatan kamu dan Papa." Batin Rima.


Flashback sebelum menemui Herman..


Saat Rima tengah asyik menikmati makan siang di restoran, tiba-tiba seorang wanita datang dan duduk di kursi depannya.

__ADS_1


"Apa kamu yang bernama Rima?" tanya Wanita itu.


Rima pun mengernyitkan keningnya dan melihat wajah tak asing di depannya tetapi ia lupa siapa dia.


"Aku Lala, mantan istri Herman Maulana." Tambah Lala.


"Pantas saja aku seperti mengenalnya." Batin Rima.


"Jadi ada keperluan apa kamu duduk disini?" tanya Rima ketus.


"Aku tahu cerita sebenarnya dan siapa bayi yang kamu kandung." Jawab Lala.


Mendengar itu Rima pun membulatkan matanya terkejut.


"Jadi siapa ayah sebenarnya?" tanya Rima.


Lala pun menunjukkan sebuah foto seorang pria berkulit kuning langsat.


"Kamu yakin?" tanya Rima memastikan.


"Tentu aku yakin. Tetapi pria ini ingin kamu memberitahu Herman jika bayi yang kamu kandung itu anaknya. Agar Herman menceraikan istrinya." Jawab Lala.


"Kenapa begitu? Harusnya aku meminta pertanggungjawaban dia bukan Herman." Tanya Rima.


"Kamu tahu apa yang diinginkan Pria itu? Dia menginginkan istri Herman. Bukankah kamu menginginkan Herman? Jadi turuti saja mau dia. Kalo tidak, maka Papa dan orang terdekatmu akan dalam bahaya." Jawab Lala.


...****************...

__ADS_1


Terimakasih yaa ❤️


__ADS_2