Jatuh Cinta Pada Om Majikan

Jatuh Cinta Pada Om Majikan
Astaga..


__ADS_3

**WARNING ⚠️⚠️⚠️


BOCIL DILARANG BACA EPISODE INI, KHUSUS 21++ AJA YAA..


❌❌❌❌**


Di sebuah kamar yang gelap, seorang pria berjalan masuk dan..


"Selamat datang, Suamiku." Sambut seorang wanita bersamaan dengan lampu yang menyala.


Tampak dua orang putra dan putri berusia 5 dan 6 tahun.


"Papa, hari ini pulang terlambat." Celoteh seorang anak perempuan dengan ekspresi merajuk.


Pria itu pun berjalan mendekati anak perempuan itu dan duduk sejajar dengannya.


"Maafkan Papa ya tuan putri, hari ini banyak kerjaan yang harus diselesaikan." Ucap pria itu.


"Nira, jangan ngambek lagi. Papa kan bekerja untuk kita." Ucap sang Mama seraya mengelus rambut putrinya.


"Begini deh, kalo Nira memaafkan Papa, besok minggu Papa ajak berenang." Celetuk Pria itu yang tak lain adalah Ramon.


"Papa serius?" tanya putri kecilnya, sebut saja Nira Pratama.


Ramon pun mengangguk.


"Wahh.. Nino juga ikut dong." Sahut Nino.


"Iya semua boleh ikut. Sekarang kita makan malam dulu ya." Sahut sang Mama yang tak lain ialah Nisa.


Sorak sorai kedua anak itu menggema di seluruh ruangan, Ramon dan Nisa hanya menatap saling tersenyum.

__ADS_1


Selesai makan malam, Ramon pun menemani kedua anaknya hingga mereka terlelap. Setelahnya ia kembali ke kamar dan menemukan sang istri tengah sibuk di depan cermin.


"Kenapa harus selalu berdandan sebelum tidur?" tanya Ramon heran seraya berjalan mendekati istrinya.


Nisa pun bangkit dari duduknya dan berbisik kepada Ramon.


"Tentu untuk menggoda suamiku."


Ramon pun tersenyum dan memeluk Nisa, kemudian


Cupp...


Ciuman lembut mendarat di bibir Nisa. Ramon menuntun Nisa mundur tanpa melepas ciumannya hingga Nisa terjatuh di ranjang.


Tangan Ramon mulai melepas kancing baju Nisa, ciumannya kini turun ke leher dan berakhir di bagian yang masih tertutup bra.


Tak lama Ramon pun melepas semua pakaiannya dan juga Nisa. Perlahan ia mulai memasukkan miliknya dan menyatu dengan Nisa.


Keduanya sama-sama saling menikmati hingga mereka akan menuju puncak, tetapi...


Drrttt... drrtt...


Suara nyaring ponsel Ramon membangunkan pria itu dari mimpi indahnya.


"Astaga, hanya mimpi ternyata." Celetuk Ramon dan menghela napas panjang.


Dilihatnya ponsel miliknya dan tertera nama Herman.


"Halo, Pak Herman." Sapa Ramon mencoba mengatur napasnya.


"Halo, Pak Ramon. Maaf mengganggu di pagi ini, bisa kita bertemu siang ini?" tanya Herman di seberang sana.

__ADS_1


"Tentu, Pak." Jawab Ramon.


"... "


"Baik Pak, nanti saya akan kesana." Ucap Ramon.


Tak lama panggilan pun terputus.


"Mimpi itu seperti sangat nyata. Astaga Ramon, kamu mesum banget." Celetuk Ramon dan mengusap wajahnya kasar.


Lalu pandangannya beralih ke celana boxernya yang sangat basah.


"Aihh.. Mimpi itu benar-benar nikmat ya sampai membuatmu keluar tanpa sentuhanku." Tambah Ramon seperti berbicara pada adik kecilnya


FYP: NIRA (Nisa Ramon) 😆


...****************...


Sesuai perjanjian di telepon, Ramon bergegas bersiap dan berangkat menuju restoran yang diinfo oleh Herman. Sesampainya disana, tampak Herman tengah duduk dengan wajah gusar.


"Maaf sudah buat Anda menunggu lama." Celetuk Ramon dan mengulurkan tangannya.


Herman pun menjabat tangan Ramon dan mempersilahkan Ramon duduk.


"Jadi ada apa Pak Herman, mengajak saya bertemu?" tanya Ramon heran.


"Hasil Tes DNA nya positif, Pak." Jawab Herman tertunduk lemah.


Ramon pun terkejut dengan jawaban Herman. Suasana pun mulai hening.


...****************...

__ADS_1



__ADS_2