
Halo Readers setia..
Sebelumnya Author minta maaf ya atas perubahan alur cerita di Novel kedua saya berjudul, "Keajaiban Waktu"
Perubahan ini dimulai dari Episode 3, Silahkan mampir yaa, Terimakasih ❤
Mohon bantu Vote, Favorit dan Like nya yaa 🙏
Semoga bisa lolos Juara Kompetisi Lomba di Novel toon, Terimakasih banyak-banyak 😊
...****************...
Sesampainya di kediaman Damar..
"Aww.. Lepasin Damar, ini sakit." Keluh Kiara.
Damar menarik tangan Kiara dengan paksa seolah tak menghiraukan keluhan Kiara. Pria itu masih terbawa emosi dan membawa Kiara kembali ke kamarnya.
Sesampainya di kamar, Damar mengunci pintu dan membanting tubuh Kiara ke ranjang membuat gadis itu merintih kesakitan. Damar menarik dagu Kiara dan mencium paksa bibir gadis itu.
Setelahnya ia beralir ke leher dan meninggalkan beberapa jejak disana. Dengan kejam Damar menanggalkan semua pakaian Kiara dan memulai penyatuan dengan cara paksaan. Damar ingin Kiara tahu jika dirinya sepenuhnya sudah menjadi milik Damar, begitupun sebaliknya.
...****************...
__ADS_1
Sejak kejadian hari itu, Damar sengaja mengunci Kiara di kamar berharap agar gadis itu mengakui kesalahannya dan memohon untuk dinikahi. Sayangnya, sudah 2 hari ini Kiara hanya terdiam dikamarnya.
Makanan dan minuman yang dibawakan pelayan pun tak tersentuh. Ia seperti mayat hidup yang terbaring di ranjang. Damar mulai khawatir dengan keadaan Kiara yang kian drop, namun ia tetap tak bisa melepaskannya begitu saja.
"Tuan, sebaiknya kita bawa Nona Kiara ke Rumah Sakit. Karena kondisinya kian melemah." Ucap Harry.
Damar yang masih menatap layar monitor CCTV kamar Kiara pun berpikir sejenak.
"Biarkan saja. Sebentar lagi Dia akan memohon kepadaku." Balas Damar.
"Tapi bagaimana jika Nona Kiara tak memohon? Apa Tuan tidak takut jika Nona Kiara meninggal karena dehidrasi?" tanya Harry cemas.
Ucapa Harry benarnya. Sontak Damar pun beranjak dari duduknya menuju kamar Kiara. Sesampainya disana, dilihatnya gadis itu tertidur dengan kondisi memprihatinkan. Bergegas Damar berteriak memanggil Harry.
"Cepat panggilkan, Dokter sekarang!" Perintah Damar dengan nada tinggi.
Benar saja, Dokter John datang bersama seorang perawat.
"Dokter, cepat berikan perawatan yang terbaik untuk calon istriku. Jika Dia tidak sembuh, berhentilah menjadi Dokter pribadiku." Ucap Damar dengan nada dingin.
"Tenanglah Tuan Damar, kami akan melakukan yang terbaik. Tuan, bisa menunggu diluar kamar saja." Ucap Dokter John dan kembali berfokus merawat Kiara.
Damar pun menuruti ucapan Dokter John dengan menunggu di luar kamar. Ia hanya bisa mondar-mandir di depan pintu kamar Kiara. Sementara Dokter John dibantu perawat sudah memasangkan infus untuk Kiara.
__ADS_1
Tak lama Dokter John beserta seorang perawat keluar dari kamar Kiara.
"Bagaimana kondisinya, Dok?" tanya Damar cemas.
"Pasien mengalami dehidrasi. Tapi saya sudah memberikannya obat yang sudah tercampur dengan cairan infus. Tuan, tidak usah cemas. Saat ini pasien hanya butuh istirahat. Kalo sudah bangun, tolong ajak pasien untuk menghabiskan makanannya ya." Jawab Dokter John.
Damar pun mengangguk.
"Kalo begitu saya pamit dulu. Permisi." Ucap Dokter John.
"Terimakasih, Dok. Biarkan Harry yang mengantar kalian ke depan gerbang." Ucap Damar sebelum beranjak menuju kamar Kiara.
"Mari Dok, saya antar." Sahut Harry.
Dokter John pun mengangguk dan berjalan sejajar dengan Harry.
Sementara itu di dalam kamar Kiara, Damar duduk di kursi sofa yang baru dipindahkan disamping ranjang Kiara.
"Maafkan aku. Kamu harus mengalami hal sulit seperti ini." Gumam Damar lirih.
"Tapi aku ingin kamu tahu jika kamu sudah menjadi milikku dan begitupun sebaliknya." Tambah Damar.
Sayangnya tak ada jawaban dari Kiara. Gadis itu masih terlelap dalam mimpi indahnya.
__ADS_1
LANJUT BACA: KEAJAIBAN WAKTU..