Jatuh Cinta Pada Om Majikan

Jatuh Cinta Pada Om Majikan
Flashback


__ADS_3

*WARNING AREA 21+* ❌❌


"Malam ini aku menumpang tidur di sofa depan. " Ucap Ramon.


"Kamu pulang aja, aku enggak apa-apa kok." Ucap Rima.


"Mana tega aku ninggalin adek aku sendirian dalam kondisi kayak gini." Balas Ramon.


"Beristirahatlah, besok kita berangkat pagi." Tambah Ramon.


Rima pun mengangguk dan beranjak menuju lemari. Ia mengambil selimut dan bantal tambahan lalu menyerahkannya pada Ramon.


"Terima kasih." Ucap Rima dengan senyum.


Ramon pun mengangguk dan beranjak keluar dari kamar Rima. Sesampainya di sofa, Ramon menatanya menjadi tempat tidur sementara. Ia mengambil ponselnya dan mencari kontak seseorang bernama Fadil.


"Halo, Fadil." Sapa Ramon.


"Halo Pak Ramon, ada apa ya Pak?" tanya Fadil di seberang sana.


"Apa ada kabar mengenai siapa Wanita itu?" tanya Ramon.


"Maaf Pak, saya baru mengetahui inisialnya. Jadi saya belum berani melapor ke Anda." Jawab Fadil.


"Siapa inisial wanita itu?" tanya Ramon.


"Inisialnya NF, Pak." Jawab Fadil.


Ramon pun mengepalkan tangan kanannya mencoba menahan emosi. Sepertinya dugaannya benar tentang siapa wanita yang diincar oleh Yudha.


"Terus awasi dia dan cari tahu lebih dalam soal wanita itu." Ucap Ramon.


"Baik, Pak." Jawab Fadil.


Ramon pun menutup teleponnya dan mencoba mengatur napasnya. Pikirannya kacau memikirkan Nisa.


"Sadar Ram, Nisa sudah memiliki suami. Kenapa kamu melangkah sejauh ini? Tapi aku tidak bisa membiarkan Yudha menyakitinya. Astaga.. Apa aku sudah melangkah terlalu jauh?" Gumam Ramon.


Sementara Rima masih memikirkan Ucapan Ramon.


"Yudha Bagaskara? Sepertinya aku tidak asing. Tapi.. " Gumam Rima mencoba mengingat sosok itu.


"Astaga.. Itu cowok..


FLASHBACK ON****


"Hei Mbak, tolong cepat sedikit karena yang lain juga mau bayar." Celetuk seorang pria yang berdiri dibelakang Rima.


"Sabar dong, enggak tahu apa ini lagi trouble kartunya." Balas Rima dengan nada tinggi.


"Kalo enggak punya duit, jangan sok-sok an belanja banyak dong." Ucap pria itu.


"Pakai ini aja." Ucap seorang pria lain seraya menyerah sebuah kartu bank kepada kasir.


"Hei, kamu kira saya tidak bisa bayar?" Ucap Rima kesal.


"Ini Pak, silahkan pin nya." Ucap sang kasir.


"Terima kasih ya, Mbak." Balas Pria itu setelah menerima kartu bank nya kembali.


Pria itu berjalan keluar dari toko tanpa menghiraukan ocehan Rima. Setengah berlari Rima mengejar pria itu dan menghadang pria tersebut.

__ADS_1


"Hei, urusan kita belum selesai." Ucap Rima dengan nada tinggi.


"Apa kamu mau menggantinya sekarang?" tanya Pria itu, sebut saja Yudha.


"Berikan nomor rekeningmu, nanti akan aku ganti." Jawab Rima angkuh.


Yudha pun mengambil dompet dari sakunya dan mengeluarkan secarik kartu nama lalu menyodorkan kepada Rima.


"Jika kamu sudah punya uang, kamu bisa hubungi aku di nomor itu." Ucap Yudha dan beranjak pergi meninggalkan Rima yang masih terbengong di posisinya.


FLASHBACK OFF****


"Apa ini maksud dia jadi sok pahlawan waktu itu?" Gumam Rima.


"Dasar lelaki br*****k!" Umpat nya kesal.


"Lebih baik aku menemuinya sendiri. Aku sudah banyak merepotkan, Ramon." Tambah Rima.


Rima pun beranjak menghampiri Ramon di sofa, sayangnya pria itu sudah tertidur. Dipandanginya dari dekat sosok pria penolong yang sudah setia menemaninya sedari kuliah.


*Flashback Rima*..


Sore itu Rima sengaja mengajak Ramon untuk merayakan pesta kelulusan di Apartemennya. Mereka berdua menikmati beberapa menu makanan, bermain game, dan terakhir menonton film hingga tertidur.


Saat Ramon tengah tertidur, entah ide jahat darimana dengan posisi tidur bersebelahan Rima memberanikan diri memiringkan tubuhnya lalu mencium bibir Ramon seraya mengelus dada pria itu. Ramon yang mengira itu mimpi basah pun menikmatinya.


Setelah mendapat respon dari Ramon, Rima pun mengimbangi pagutan Ramon. Rima pun mengubah posisinya dan kini menindih tubuh Ramon. Ia sengaja duduk menindih adik kecil Ramon hingga membuat Pria itu mendesah.


Rima melepas ciumannya dan beralih mengecup leher Ramon hingga meninggalkan bekas disana seraya menggesek adik kecil Ramon dari luar pakaian.


"Uhh... Nisa.. " Desah Ramon.


"Lanjutin, Sayang.. Ini.. hanya mimpi.. " Ucap Ramon.


Tetapi Rima tiba-tiba menangis lirih. Suara itu menyadarkan Ramon dan terkejut Rima berada di atasnya. Sontak Ramon pun duduk dan memindahkan Rima agar turun dari tubuh nya.


"Apa yang sudah terjadi, Rim?" tanya Ramon panik.


"Kita belum melakukan terlalu jauh kan, Rim?" tanya Ramon kembali.


Tetapi Rima masih terisak.


"Jawab aku, Rima!" Bentak Ramon.


"Ki.. Kita sudah berciuman dan saat kita melakukan lebih dari itu, kamu meracau dan memanggil gadis bernama Nisa." Jawab Rima disela isak tangisnya.


"Astaga.. Aku kira hanya mimpi sedang melakukannya dengan Nisa." Batin Ramon seraya mengusap wajahnya kasar.


"Siapa dia, Ram?" tanya Rima.


"Maaf Rim, jangan lakukan ini lagi. Aku sudah menganggapmu seperti adikku sendiri." Jawab Ramon dan mencoba bangkit,


"Kamu jahat, Ram. Aku kira kamu juga punya perasaan sama kayak yang aku rasain." Celetuk Rima kesal.


"Jangan berharap lebih dari persahabatan ini Rim, karena aku sudah memiliki calon istri." Ucap Ramon dan bergegas pergi meninggalkan Rima sendiri di apartemennya.


Setelah kejadian itu, Rima dan Ramon tak bertemu selama setahun hingga takdir mempertemukan mereka kembali. Papa Rima menjadi salah satu investor di Perusahaan Ramon dan persahabatan mereka kembali terjalin.


Rima sudah melupakan perasaannya kepada Ramon meski telah melalui proses yang sulit, sementara Ramon masih mencari keberadaan Nisa dan berharap ia bisa segera menikahinya. Memang betul kata orang jika cinta pertama itu sulit dilupakan.


*Flashback Off*..

__ADS_1


"Jangan menatapku seperti itu lagi." Ucap Ramon masih menutup matanya.


"Idih.. GR sekali kamu." Sahut Rima dan bangkit dari duduknya.


"Kenapa kamu mencariku?" tanya Ramon seraya bangun lalu merubah posisinya menjadi duduk.


"Hmm.. itu, besok biar aku saja yang menemui Yudha." Jawab Rima.


Ramon pun mengerutka keningnya.


"Jangan, dia pria yang berbahaya. Kamu mau mati dikandang buaya?" tanya Ramon.


"Tentu tidak, tapi aku akan berbicara berdua dengannya. Kamu enggak usah khawatir, cukup beritahu aku alamatnya." Jawab Rima.


Ramon pun menghela napas dan menyodorkan sebuah kartu nama yang baru diambil dari dompetnya.


"Kalo ada apa-apa cepat hubungi aku terlebih dulu." Ucap Ramon.


Rima pun menerima kartu nama itu dan mengangguk dengan senyum.


...****************...


Sinar mentari menerobos masuk ke cela jendela kamar Herman membangunkan seseorang yang tengah tertidur pulas. Dirabanya sisi samping ranjangnya tetapi ia tak menemukan yang dicari.


Herman pun terduduk dan melihat seluruh ruangan. Ia pun bergegas bangkit dan beranjak menuju kamar mandi. Setelah rapi dengan pakaian kerjanya, ia beranjak menuju meja makan.


"Selamat pagi, Sayang." Sapa Nisa seraya melanjutkan aktivitas memasaknya.


Herman pun menghampirinya dan memeluknya dari belakang seraya menyenderkan kepalanya dibahu Nisa.


"Kamu selalu ya sukanya tiba-tiba ngagetin." Ucap Nisa.


"Enggak apa-apa dong, kan kita cuma berdua disini." Bisik Herman.


"Jangan sekarang Sayang, kamu kan harus berangkat kerja." Ucap Nisa seraya mencoba melepas pelukan Herman.


"Aku kan bosnya, jadi bebas mau berangkat kapanpun." Sahut Herman.


Nisa pun menghela napas seraya geleng-geleng mendengar ucapan suaminya.


"Kamu mau sarapan sekarang atau nanti siang?" tanya Nisa seraya mengeringkan tangannya.


"Aku maunya sarapan di kamar sama kamu." Jawab Herman dan menggendong Nisa menuju kamarnya.


Nisa yang terkejut pun hanya bisa memukul dada bidang Herman. Sayangnya baru akan menaiki tangga menuju kamarnya, tiba-tiba bel rumah berbunyi. Herman pun terlihat kesal sementara Nisa cekikikan.


"Biar aku bukain. Ayok turunin aku." Ucap Nisa.


Herman pun menuruti dan menatap kearah pintu dengan kesal 😀.


"Sepertinya kita harus menambah ART untuk jaga-jaga jika Dina ijin." Ucap Herman.


"Tidak perlu, aku masih sanggup mengurus rumah kok." Sahut Nisa dan beranjak menuju pintu utama.


"Huff.. Siapa sih yang bertamu sepagi ini? Mengganggu acara ku saja." Umpat Herman kesal.


...****************...


Mohon bantu Like, Komen dan Vote yas biar Author tambah semangatπŸ”₯


Terima Kasih πŸ˜˜πŸ’•

__ADS_1


__ADS_2