Jatuh Cinta Pada Om Majikan

Jatuh Cinta Pada Om Majikan
New...


__ADS_3


"Apa betul Anda Nona Kiara?" tanya Seorang lelaki berjas hitam.


"I.. iya betul." Jawa Kiara gugup.


"Sebaiknya Nona ikut kami atau Tuan kami akan marah." Ucap Lelaki itu sebut saja Harry.


"A.. apa? Aku enggak kenal sama kalian, tolong jangan ganggu aku." Sahut Kiara.


"Maaf Nona, kami bukan orang jahat tetapi hanya ingin mengajak Nona untuk menemui Tuan kami." Ucap Harry.


"Tuan siapa yang mereka maksud? Apa Bos mereka salah satu temen yang mau bully aku?" Gumam Kiara.


Ya, di tengah perjalanan pulang kerja Kiara dihadang oleh Tino beserta ajudan lain. Kini Kiara berjalan mundur sebelum akhirnya gadis itu memutuskan untuk berlari.


"Kejar dia!" Perintah Harry dan dibalas anggukan oleh yang lain.


Kiara pun berlari sekencang mungkin hingga akhirnya sampai di depan rumahnya dan bergegas mengunci pintunya rapat-rapat. Jantungnya masih berdegup kencang dan badannya gemetar. Tak terasa bulir air matanya menetes.


"Nenek, tolong aku." Gumam Kiara lirih seraya terduduk dibalik pintu rumahnya.


"Jadi, disini selama ini kamu bersembunyi?" Ucap seorang Pria seraya mengedarkan pandangannya pada lingkungan sekitar.


Kiara pun terkejut dengan suara barusan dan sontak menoleh ke asal suara.


"Ka.. kamu siapa?" tanya Kiara setelah mencoba berdiri.


Damar pun bangkit dari duduknya dan berjalan mendekati Kiara.


"Karena ajudanku gagal membawamu kepadaku, jadi terpaksa aku yang akan membawamu." Jawab Damar.


"Tolong jangan ganggu aku, maafkan aku kalo aku pernah menyakitimu." Ucap Kiara dengan berlutut di depan Damar.


Damar pun tersenyum dan kini ikut berjongkok sejajar dengan Kiara.


"Siapa juga yang akan menyakitimu? Apa wajahku terlihat seperti penjahat?" Tanya Damar seraya menarik dagu Kiara.


Kini keduanya saling tatap selama beberapa saat.


"Menikahlah denganku." Ucap Damar dengan senyum.


Kiara pun makin terkejut hingga matanya membulat sempurna.


"A.. apa? Menikah?" tanya Kiara memastikan.


Damar pun mengangguk, namun jawaban Damar membuat Kiara pingsan dan sontak Damar pun menangkap Kiara sebelum kepalanya jatuh di lantai.


...****************...


Kiara Anderson, seorang gadis berpenampilan sederhana yang selalu tersisihkan lantaran wajahnya tak se-glowing gadis di sekitarnya.

__ADS_1


Namun, seiring berjalannya waktu ia mencoba mengikuti alur yang ada. Selama 20 tahun ia tinggal bersama dengan Neneknya. Sayangnya, keluarga satu-satunya yang ia punya harus berpulang dan menjadi pukulan terberat di hidup Kiara.


Karena banyak kenangan di rumah lama, Kiara pun memutuskan untuk pindah dari rumah lamanya.


...****************...


Damar Jonathan, seorang pengusaha sukses yang dikenal Kejam dan tegas. Banyak gadis mendekatinya, sayangnya ia tak tertarik. Beberapa minggu ini Damar menyelidiki mengenai sosok Kiara.


Entah mengapa hatinya berlabuh pada Kiara. Bukan tanpa alasan Damar menyelidiki Kiara lantaran Damar mengira jika Kiara teman masa kecilnya yang pernah menolongnya di hari itu.


...****************...


Di Rumah Damar Jonathan..


Damar tengah duduk di tepi ranjang dan menunggu Kiara yang masih pingsan meski telah diperiksa oleh Dokter. Tak lama gadis yang ditunggu mulai tersadar.


"Eughh.. " Rintih Kiara seraya memegang kepalanya.


"Syukurlah kamu bangun." Celetuk Damar.


Melihat sosok Damar di depannya, Kiara sontak terkejut dan mengubah posisinya menjadi duduk.


"Ka.. kamu.." Celetuk Kiara.


"Hei.. Tenang, Aku enggak akan nyakitin kamu." Ucap Damar.


"Ma.. mau apa kamu? Kenapa bisa aku disini?" tanya Kiara dengan ekspresi takut.


"Kamu orang gila yang tiba-tiba mengajakku menikah?" Celetuk Kiara dan segera menutup mulutnya kedua tangan.


"Apa kamu bilang? Orang gila? Hei.. apa wajah tampanku ini seperti orang gila?" tanya Damar kesal.


"Lalu kalo bukan gila apa? Bagaimana bisa baru pertama bertemu kamu mengajakku menikah?" tanya Kiara balik.


"Hei.. Bukan tanpa alasan aku mengatakan hal itu. Tentu ada alasan yang akan membuatmu terkejut kalo aku mengatakan alasanku." Jawab Damar.


Damar perlahan mendekati Kiara dan kini wajah kian dekat dengan tatapan satu sama lain. Karena takut dengan apa yang akan terjadi, Kiara pun memejamkan kedua matanya sementara Damar mengecup kening Kiara.


"Jadilah istri dan Ibu dari anak-anakku." Ucap Damar setelah melepas ciuman di kening Kiara.


Kiara pun tersentak kaget dengan perlakuan Damar.


"Astaga.. barusan adegan apa? Kenapa harus seperti ini?" Batin Kiara.


Suasana hening beberapa saat hingga Damar membuyarkan keheningan.


"Kamu makan makan disini atau di ruang makan?" tanya Damar lembut.


"Aku mau pulang. Tolong antarkan aku kembali ke rumah karena besok aku harus berangkat pagi untuk bekerja." Jawab Kiara.


"Pulang? Ini rumah kamu sekarang dan kamu tidak perlu bekerja lagi. Cukup temani aku kemanapun aku pergi, calon istriku." Sahut Damar.

__ADS_1


"Maaf ya Tuan yang baik hati, Aku tidak bisa tinggal disini dan Terima kasih atas tawaran Anda tetapi Aku punya kehidupan lain." Ucap Kiara.


"Hahaha.. Dengarkan aku Calon istri, kamu sudah jadi milikku. Jadi sekarang aku akan menjadi bagian dari kehidupanmu." Ucap Damar.


"Dan satu lagi, 2 bulan lagi kita akan meresmikan pernikahan kita." Tambah Damar.


Kiara pun membulatkan matanya karena terkejut dengan ucapan Damar.


"Ta.. tapi aku belum menyetujui pernikahan ini? Dan kamu belum menjelaskan alasan kamu menikahiku. Dan satu lagi, sepertinya kamu salah orang, mana mungkin kamu menikahi gadis buruk rupa sepertiku." Ucap Kiara tertunduk di akhir kalimatnya.


"Memangnya menikah harus soal fisik? Jangan menilai semua orang seperti itu. Mulai sekarang kamu tidak akan kekurangan satu apapun jika berada disampingku." Sahut Damar dengan nada dingin.


"Harry, tolong bawa makan malamnya ke kamar." Ucap Damar setelah memencet tombol earphone di telinganya.


"Eh.. ki.. kita makan di ruang makan saja." Sahut Kiara.


"Tidak apa malam ini kita makan disini, kamu harus banyak istirahat." Ucap Damar seraya mengelus rambut Kiara.


"Tuhan, apakah aku sedang bermimpi? Apakah betul Pria didepanku ini jodohku? Tidak, ini pasti hanya mimpi dan aku harus bangun setelah ini." Batin Kiara seraya menatap Damar sendu.


"Jadi bagaimana aku memanggilmu?" tanya Kiara.


"Baiklah, kita akan berkenalan dari awal. Namaku Damar Jonathan, pengusaha sukses di negara ini." Jawab Damar seraya melipat kedua tangannya ke depan dada bidangnya.


"Bisa dibilang aku salah satu Crazy Rich." Ucap Damar lirih seraya mengedipkan matanya.


"Wahh.. pantas saja Dia bisa berbuat apa saja dan menjamin kehidupanku. Aku seperti upik abu yang bertemu pangeran tampan dan kaya raya." Batin Kiara.


Tak lama beberapa pelayan berjalan masuk dengan mendorong meja makan beroda. Kiara hanya bengong melihat kedatangan para pelayan.


"Tinggalkan kami." Perintah Damar.


Para pelayan pun mengikuti ucapan Damar. Sebelum meninggalkan kamar, mereka membuka tudung saji stainless dan tampak beberapa makanan mewah terhidang disana.


"Jadi Nona Kiara mau makan malam apa?" tanya Damar.


"Kamu tahu namaku?" Tanya Kiara terkejut.


"Bukan hanya namamu tetapi semua tentangmu aku tahu." Jawab Damar tersenyum.


"😳" Kiara pun terkejut.


"Aku ini Damar Jonathan, jadi kamu jangan coba-coba kabur dariku ya apapun alasannya. Sebaiknya kita habiskan makanan ini sebelum dingin." Sahut Damar.


Dan untuk pertama kalinya Damar menyuapi seorang wanita selain Mamanya. Begitupun Kiara yang baru pertama kali disuapi oleh seorang pria. Pria itu memaksa Kiara agar mau disuapi.


Setelah acara makan malam selesai, Damar pun masih setia duduk di tepi ranjang seraya memandang gadis itu. Bagaimana perasaan Kiara? Tentu saja jantungnya berdegup kencang dan jadi salting sendiri.


...****************...


Episode 2, Jangan lupa mampir yaa..

__ADS_1


Judulnya "Keajaiban Waktu"


__ADS_2