Jatuh Cinta Pada Om Majikan

Jatuh Cinta Pada Om Majikan
BAHAGIA..


__ADS_3

Author mengucapkan banyak Terima kasih atas dukungan selama ini 🙏


Di Episode Terakhir ini Author juga mau meminta maaf apabila ada kesamaan nama atau peristiwa, karena sebenarnya cerita ini hanya karangan Author saja.


Kemungkinan saya akan ganti dengan cerita dan judul baru, tolong jangan bosan baca cerita saya yang lain ya..


Rencana judul Cerita saya kedua


"Terjebak Cinta Malaikat Tampan"


Semoga judulnya tidak ganti ya, Terimakasih ❤


...****************...


"Rim, aku kan bilang kalo.. " Ucap Herman terpotong.


"Hei, ini pernikahanku jadi aku bebas dong undang siapa aja." Celetuk Rima kesal.


Herman pun menerima undangan itu dan membacanya dengan seksama.


Rima & Ramon


(Senin, 31 Oktober 2022)


"Ta.. tapi gimana bisa?" tanya Herman bingung.


"Jadi gini, Pak Herman.. " Ucap Ramon memulai.


FLASHBACK..


3 Hari sebelumnya..


"Ternyata benar dugaan kamu, Nak Ramon." Celetuk Wijaya dengan wajah sumringah.


"Jadi Tuan Wijaya sekarang mau bunuh saya juga? Sama seperti dulu kamu bunuh kedua orang tuaku?" Tanya Yudha yang mulai kehabisan tenaga setelah bertarung melawan Ramon.


...............

__ADS_1


Setelah penyelidikan diketahui jika Yudha yang melakukan semua ini. Tragedi pemerkosaan Rima, Penjebakan Herman dan Rima hingga hasil Tes DNA yang berhasil dipalsu. Setelah mengetahui kejahatan Yudha, Wijaya dan Ramon beserta para ajudan berangkat menggerebek rumah Yudha.


Terjadilah adegan saling pukul hingga menumbangkan para ajudan Yudha. Kini tersisa Yudha yang masih melawan Ramon hingga akhirnya Yudha kalah telak dan kini ia diikat di sebuah kursi oleh Ramon.


"Saya tidak pernah membunuh kedua orang tua kamu." Ucap Wijaya.


"Kecelakaan itu tidak disengaja, Yudha. Dan kamu tahu, saya juga kehilangan istri saya." Tambah Wijaya.


"Kalo saja waktu itu Kamu tidak mengadakan acara ke luar negeri pasti sekarang saya masih bisa bersama kedua orang tua saya." Teriak Yudha.


"Hei Bro, umur orang tidak ada yang tahu dan kita tidak bisa request sama Tuhan. Coba mengertilah dan ikhlaskan semuanya." Tutur Ramon seraya menepuk bahu Yudha.


"Kaa.. Kamu jangan ikut campur masalah ini." Ketus Yudha.


"Sebaiknya kalian bunuh saja aku sekalian biar aku segera bertemu orang tuaku." Teriak Yudha.


"Maaf, Nak. Kamu harus bertanggung jawab atas apa yang sudah kamu lakukan. Biarkan hukum yang menerapkan keadilan untukmu." Sahut Wijaya.


Tak lama beberapa polisi datang dan menangkap Yudha beserta para ajudannya.


"Tunggu saja pembalasanku, Tuan Wijaya." Bisik Yudha sengaja berhenti di dekat Wijaya.


"Terima kasih sudah membantu, Om." Ucap Wijaya seraya mengulurkan tangannya.


"Bukan hal sulit untuk calon Papa mertua." Sahut Ramon seraya menjabat tangan Wijaya.


"Jadi kamu serius ingin menikahi Rima meski kamu tahu dia mengandung anak Yudha?" tanya Wijaya memastikan.


"Saya sangat serius, Om. Sepertinya saya mulai menyukai anak, Om." Jawab Ramon.


"Baik kalo begitu, kamu harus memanggilku Papa, jangan Om lagi atau nanti kuminta mahar lebih padamu." Celoteh Wijaya.


Ramon pun tertawa mendengar itu.


Keesokan harinya, Wijaya pun menceritakan semuanya kepada putrinya. Rima sebenarnya sudah mengetahui kalo ini perbuatan Yudha tetapi dia pura-pura terkejut agar tidak ada yang curiga.


Dengan rayuan Ramon dan Wijaya, akhirnya Rima menerima lamaran Ramon dan akan melangsungkan pernikahan beberapa hari kedepan.

__ADS_1


...****************...


FLASHBACK OFF...


"Jadi begitu ceritanya." Ucap Ramon mengakhiri.


"Tuh kan, sudah kubilang kalo kita dijebak. Sayang, tidak jadi ke pengadilan kan?" tanya Herman pada Nisa.


"Ke pengadilan? Apa kalian mau bercerai?" tanya Rima memastikan.


"Tolong jangan bercerai, aku minta maaf karena sudah salah menuduh selama ini. Maafkan aku ya Nis." Tambah Rima dengan nada memelas.


"Iya Nis, tolong jangan bercerai. Masalah ini sudah selesai kok." Sahut Ramon.


Nisa pun menatap Herman sesaat yang kini suaminya memasang wajah memelas.


"Iya oke enggak jadi ke pengadilannya." Balas Nisa.


"Wahh.. makasih ya, Nis. Ikut seneng dengernya." Celetuk Rima seraya merangkul Nisa.


"Selamat ya atas pernikahan kalian." Ucap Herman.


"Terima kasih, Pak Herman." Sahut Ramon.


"Pokoknya kalian berdua harus datang karena tempat VIP sudah disiapkan untuk kalian berdua." Ucap Rima seraya melepas pelukannya.


"Untuk merayakan berita gembira ini, mari kita sarapan bersama." Celetuk Herman.


Mereka berempat pun menikmati sarapan bersama. Nisa menambahkan beberapa jenis kue untuk pelengkap acara pagi itu.


Kini mereka menjalani kehidupan masing-masing. Ramon yang sudah melupakan perasaannya kepada Nisa dan kini telah mencintainya Rima istrinya dengan kehadiran seorang bayi tampan yang lucu.


Sementara Nisa dan Herman akhirnya berhasil melakukan program hamil. Kini tidak ada dendam antara Rima dan Nisa malah mereka selalu dekat layaknya kakak dan adik.


Yudha, akhirnya mendekam di penjara selama beberapa tahun karena kejahatannya akhirnya terbongkar. Tak seharusnya ia memiliki dendam pada orang yang tak bersalah.


...****************...

__ADS_1


TAMAT...



__ADS_2