
Saat ini jam sudah menunjukan jadwal pulang sekolah, setelah mendengar bell pulang semua murid bersiap pulang dan Sebelumnya merapihkan barang barangnya.
Naura dan Sellin berjalan beriringan menuju gerbang utama sekolah, jemputan Naura sudah menunggu dan Sellin langsung menuju mobilnya setelah Naura menuju gerbang utama.
Setelah Naura duduk manis di kursi belakang, supir langsung membawanya menuju restoran dimana Marinka juga sahabatnya menunggunya.
Perjalanan tiga puluh menit akhirnya Naura sampai di restoran dan Naura langsung masuk setelah Mamanya memberitahukan dimana meja nya.
''Akhirnya putri Mama sampai juga sayang, kamu masih ingat sama Tante Hilda gak??. ''
ucap Marinka saat Naura menghampiri dan mencium tangannya lalu beralih kepada sahabat Mamanya.
''Naura kamu cantik sekali, terakhir Tante bertemu kamu saat masih bayi dan Davi waktu itu sangat senang menatap Naura yang masih bayi dan kamu juga Marinka aneh aneh saja, Naura pasti gak akan ingat karena saat itu masih bayi. ''
ucap Tante Hilda dan membuat Marinka tersenyum.
''Mama sudah pesankan makanan kesukaan kamu sayang. ''
ucap Marinka dan Naura mengangguk.
''Naura kamu sekarang kelas berapa sekolahnya?? ''
tanya Tante Hilada sambil menatap wajah cantik Naura.
''Kelas dua semester akhir Tante. ''
jawab Naura dan Tante Hilda langsung tersenyum.
''Nanti kamu main ke rumah Tante yaa, Davi pasti akan senang bertemu kamu. ''
pinta Tante Hilda dan Naura hanya mengangguk.
''Nanti Mama ajak kamu ke rumah Tante Hilda yaa, rumahnya gak jauh dari kantor Mama sii. ''
ucap Marinka dan Naura mengiyakannya.
Makanan yang di pesan pun datang, Naura langsung memakan makanannya karena memang perutnya sedang lapar di tambah saat ini ada makanan kesukaannya.
Marinka dan Hilda makan sambil sesekali berbincang sedangkan Naura memilih fokus dengan makanannya dan gak mau ikut campur dengan pembicaraan Mamanya.
''Besok aku siapkan pesanan kamu dan nanti Naura yang antarkan ke rumah kamu, supir akan mengantar Naura. ''
ucap Marinka dan Hilda langsung tersenyum senang sedangkan Naura menghela nafasnya.
''Gak ada bantahan sayang karena besok kan sabtu, sekolah kamu hanya sampai jam sepuluh dan kamu bisa mampir ke rumah Tante Hilda mengantarkan pesanannya, supir sudah tahu kediaman Tante Hilda jadi kamu hanya duduk manis saja. ''
ucap Marinka saat Naura akan protes dengan perintahnya.
''Benar Naura kamu mau yaa antarkan pesanan Tante dan nanti Tante akan siapkan makanan kesukaan kamu. ''
ucap Tante Hilda dan Naura yang di serang dua wanita di hadapannya hanya bisa mengiyakannya padahal dalam hatinya sangat kesal.
''Mama mau langsung ke kantor, kamu pulang sama supir yaa sayang. ''
__ADS_1
ucap Marinka saat melihat putrinya selesai dengan makanannya.
''Iya Maa.... ''
jawab singkat Naura dan Marinka mengangguk.
''Kalau Tante gak ada acara pasti Tante ajak kamu loh sayang, Tante mau nemenin Om Damian. ''
ucap Tante Hilda dan Naura tersenyum.
''Gak apa apa Tante, kalaupun mau Naura bisa ikut ke kantor Mama tapi Naura mendingan pulang ajah. ''
ucap Naura dan Tante Hilda mengangguk.
Naura pamit duluan untuk pulang sedangkan Marinka menunggu supir dari kantornya, sedangkan Hilda menunggu Putranya yang kebetulan lewat ke daerah restoran dan akan menjemputnya.
''Davi yang jemput kamu Hilda?? ''
ucap Marinka dan Hilda mengangguk.
''Davi meeting di sekitar sini jadi sekalian jemput saja, barengan ke kantor. ''
jawan Hilda dan Marinka mengiyakannya.
Di pintu keluar restoran Naura sedang menunggu supirnya yang sedang memutarkan mobil, namun ada hal yang membuat Naura kesal karena laki laki yang sudah dua kali bertemu dengan nya sekarang ada di hadapannya turun dari mobil.
Naura memalingkan wajahnya saat bertemu tatap dengan Laki laki itu dan membuat laki laki itu mengerutkan keningnya.
''Ahh.... ternyata kita bertemu kembali adik manis, kamu sedang menunggu siapa?? ''
''Siapa kamu?? sok kenal. ''
jawab ketus Naura dan membuat Davian tergelak karena wanita di hadapannya sangat menggemaskan menurutnya.
''Ayo kita kenalan Adik manis biar gak sok kenal. ''
ucap Davian dan membuat Naura mendelik lalu segera berjalan menuju mobil saat supirnya sudah tiba di depannya.
Davian menggelengkan kepalanya dengan sikap Naura yang menurutnya menggemaskan, Naura wanita pertama yang ketakutan saat melihatnya.
''Menggemaskan sekali bocah itu. ''
ucap Davian sambil berjalan masuk kedalam restoran untuk menjemput sang Mama.
''Maaf telat Bunda.... ''
ucap Davian saat menghampiri Bundanya sambil mencium tangannya.
''Iya gak apa apa Davi, lagian ada Tante Marinka yang menemani Bunda. ''
ucap Hilda dan Davian mengangguk.
Davian menyapa Marinka dan Marinka tersenyum mengangguk.
__ADS_1
''Kamu masih ingat Naura gak?? Bayi yang kamu sukai saat Bunda mengajak kamu ke rumah sakit. ''
ucap Hilda dan Davian mengangguk.
''Ingatlah kan waktu itu hari terakhir kita di kota ini, sekalian pamit menjenguk Tante Marinka yang habis melahirkan. ''
jawab Davian sambil meminum minuman milik sang Bunda.
''Syukurlah kalau ingat tapi sekarang Naura sudah besar loh Davi dan sangat cantik. ''
ucap Hilda dan Davian mengangguk saja.
''Tante juga baru satu bulan lebih bisa bersama Naura karena sebelumnya hak asuh ada sama Papanya. ''
ucap Marinka karena beberapa kali bertemu Davian tapi tidak pernah membawa Naura.
''Barusan Naura pulang duluan, kamu gak ketemu sama Naura?? ''
Ucap Hilda dan Davian menggelengkan kepalanya.
''Aku gak memperhatikan orang orang Bunn dan gak penting, lagian aku mana hafal wajah Naura yang sudah besar karena terakhir ketemu kan masih bayi merah. ''
jawab Davian dan membuat kedua wanita di hadapannya tersenyum.
Marinka langsung pamit saat supirnya memberitahukan sudah berada di depan restoran dan Hilda beserta Davian juga sama mengikuti Marinka menuju pintu utama.
''Kamu mau gak Bunda jodohkan dengan Naura?? dia gadis yang cantik dan sangat cocok dengan kamu, Bunda mau kamu berhenti menjadi penjelajah wanita dan menikah saja biar gak larut dalam dosa. ''
ucap Hilda saat sudah duduk di samping putranya yang sibuk dengan iped di tangannya.
''Bunn..... pliis jangan campuri masalah kehidupan Davi, lagian Naura masih anak anak banget nanti Davi di kira pedofil lagi. ''
tolak Davian dan Hilda hanya bisa menghela nafasnya.
''Bukan masalah pedofilnya, Naura gadis murni dan masih suci. sangat cocok dengan kamu biar gak terus terusan menjelajah setiap malam, kamu akan terpuaskan dengan Naura yang masih suci, percayalah sama Bunda kalau semua demi kebaikan kamu dan Bunda yakin Naura akan nyaman di samping kamu. ''
jelas Hilda dan Davian diam tanpa menjawab ucapan Bundanya.
.
.
Di kediaman Marinka saat ini.....
Naura langsung membersihkan tubuhnya dan setelahnya langsung tertidur karena tubuhnya memang sangat lelah dan perutnya sudah kenyang karena makanan yang di makannya di restoran tadi.
Naura tidur hingga sore menjelang dan terbangun saat melihat langit sudah jingga.
Naura menuruni tangga dan langsung menuju dapur untuk membuat jus segar agar tubuhnya segar.
.
.
__ADS_1
Bersambung........