
Jam sekolah Naura pun selesai hari ini, setiap mata pelajaran yang di pelajari hari ini pasti ada tugas dan hari ini tugasnya lumayan menumpuk.
''Mau aku antarkan atau nunggu supir Naura?? ''
tanya Sellin saat berjalan beriringan di korodor sekolah menuju parkiran.
''Nongkrong dulu sambil ngerjain tugas yuu Sell?? Mood aku sedang anjlok sepertinya hari ini. ''
pinta Naura dan tepat dugaan Sellin kalau Naura sedang tidak baik baik saja.
''Ke restoran saja yaa?? disana bebas kan punya kita tempatnya. ''
jawab Sellin dan Naura mengiyakannya.
''Kabarin orang rumah kamu Sell, jangan sampai mereka khawatir dan aku juga lagi ngabarin Mama. ''
ucap Naura dan Sellin mengiyakannya.
''Kamu yang mengemudikan mobilnya yaa, aku mau hubungi Mama dulu. ''
ucap Sellin sambil memberikan kunci mobilnya lalu Naura menerimanya.
Naura langsung berjalan menuju mobil Sellin yang terparkir, Naura mengerutkan keningnya saat melihat isi dalam mobil Sellin.
''Anak itu selalu membawa apapun yang gak penting. ''
ucap Naura saat melihat boneka di kursi belakang mobil Sellin.
Naura membunyikan klakson mobilnya tanda meminta Sellin masuk dan Sellin langsung masuk sambil duduk manis di samping Naura yang mulai melajukan kendaraanya.
''Kamu bawa boneka lagi?? Kenapa?? ''
tanya Naura dan Sellin hanya cengengesan.
''Mau aku laundry biar wangi dan gak apek, nanti pulangnya sambil mampir. ''
jawab Sellin dan Naura hanya mengangguk.
''Aku mau pulang ke Apartemen deh Sell, males pulang ke rumah Mama ataupun Bunda. ''
ucap Naura dan Sellin menghela nafasnya.
''Kenapa?? Tapi aku gak bisa nemenin kamu yaa, aku lagi merasakan kasih sayang Mama dan Ayah yang utuh dan sangat membahagiakan. ''
__ADS_1
ucap Sellin dan Naura mengiyakannya.
''Gak masalah aku sendirian saja berani, lagian kalau Kak Davi pulang aku juga balik lagi ke rumah Bunda, sementara saja hanya dua hari mungkin. ''
''Terserah kamu saja Naura, asalkan memberitahukannya sama Mama dan Bunda kamu takutnya nanti mencari kamu lagi. ''
''Pasti lah dan Kak Davi juga, aku pengen menyendiri Sell kalau di rumah banyak orang aku sedikit gak nyaman saja, mungkin belum terbiasa. ''
Mobil yang Naura kemudikan tiba di parkiran Restoran siang ini dan lumayan padat karena bertepatan dengan jam makan siang.
Naura langsung keluar dari mobil mengikuti Sellin yang berjalan lebih dahulu, Naura memesan makanannya dan membayarnya sedangkan Sellin langsung masuk ke ruangan kerjanya karena Restoran sedikit ramai hanya beberapa meja yang kosong.
''Antarkan ke ruangan yaa, di luar sangat penuh sekali pengunjungnya. ''
ucap Naura dan kasir mengiyakannya setelah memberikan kembalian pada Naura.
Naura langsung berjalan menuju ruangannya dan melihat Sellin sedang duduk memainkan leptopnya, Naura melepas jaketnya dan menyimpan di sandaran sofa.
''Kamu pesan makanan sama minuman biasa kan Naura?? ''
tanya Seliin saat Naura duduk di sampingnya.
''Iyalah dan emangnya kamu mau makanan yang lain, oh iya Sell kayanya kalau weekend kita adain live musik akan bagus deh, bagaimana?? ''
''Boleh sih tapi bicarakan sama Mas Aldo dulu karena nanti kan Mas Aldo yang mengurusnya. ''
ucap Sellin dan Naura menyetujuinya lalu menghubungi Aldo untuk mengutarakan keinginannya.
''Mas Aldo nya sedang di Apartement kayanya Sell, tapi aku sudah mengirim pesan. ''
ucap Naura saat menghubungi Aldo tidak ada respon.
''Yasudah santai saja Naura, kamu kenapa memilih apartemen?? Tinggal sama aku mau yaa?? ''
tanya Sellin dan Naura menggelengkan kepalanya.
''Sell.....kalau aku jatuh cinta sama Kak Davi gimana?? Aku sebenarnya takut Sell. ''
ucap Naura dan membuat Sellin tersenyum.
''Naura bukan aku menghakimi kamu atau terdengar aku malah menjerumuskan kamu, yakini dan percayalah sama suami kamu, saat di luar dia bukan milik kamu dan jangan perdulikan apapun yang di lakukannya di luaran sana karena itu dosa dia yang menanggungnya Naura, percayalah karma ada dan itu bukan hanya sekedar ilusi, tapi jika saat suami mu pulang ke rumah dia adalah milik kamu dan perlakukan dia sebagai raja, urus keperluan suami kamu semuanya jangan ada yang kamu lewati, sebab kalau suatu saat ada masalah kamu gak akan di salahkan karena kamu sebagai istri sudah mengurusnya. ''
jelas Sellin dengan nada seriusnya dan membuat Naura terpaku dengan ucapan sahabatnya ini.
__ADS_1
''Kamu belajar dari mama kata kata itu Sell?? ''
tanya Naura dan Sellin tersenyum membalasnya.
''Mama aku yang memberi nasihat itu Naura, dia adalah istri kedua Ayah dan dia harus belajar berlapang dada dengan semuanya, sabarnya membuahkan hasil karena Ayah menjadi miliknya yang utuh. ''
''Mama kamu wanita hebat Sell, makasih sudah memberitahukannya padaku Sell. ''
''Kamu Sahabat, teman bahkan seperti saudara untuk aku Naura, aku mau kamu hidup bahagia menjalani kehidupan kamu, terimalah Suamimu dan yakinlah kalau dia menjadikan kamu wanitanya, kamu jangan takut karena semua keluarga mendukung kamu, bahkan kedua mertua kamu sudah mendukung kamu kan?? Tugas kamu hanya bahagiakan orang yang mendukung kamu dengan kebahagiaan menerima suami kamu. ''
''Iya Sellin makasih, kamu memang saudaraku Sellin dan aku bahagia mengenal kamu. ''
''Sudah jangan mengatakan terimakasih kepada Saudara karena itu gak enak di dengarnya. ''
Saat Naura akan menjawab ucapan Sellin ternyata pintu ruangan di ketuk dan Naura melihatnya, ternyata pelayan mengantarkan nampan berisi pesanannya dan Naura langsung menerimanya.
''Makan dulu perut aku laper Sell. ''
ajak Naura saat menyajikan makanan di atas meja setelah Sellin menyimpan leptopnya.
''Makanan kesukaan aku ini, makan enak dan makan kenyang ini jadinya. ''
jawab Sellin sambil memakan makanan kesukaannya yang di pesan Naura.
''Aku gak jadi tinggal di Apartement, aku akan pulang ke rumah Bunda saja Sell, kamu sudah membuka pikiran aku yang tertutup. ''
ucap Naura dan Sellin mengacungkan jempolnya.
''Gitu dong pulang dan nikmati menjadi Istri, aku yakin suamimu akan ada di kendalimu Naura karena dia begitu memuja kamu, namun dia gengsi mengutarakannya. ''
ucap Sellin yang bahagia dengan keputusan sahabatnya.
''Iya Sellin aku bakalan mengikat Kak Davi dan gak akan membiarkan dia kembali ke dunia lamanya. ''
ucap yakin Naura dan Seliin tersenyum mendengarnya.
Keduanya melanjutkan makannya dengan canda dan tawanya, sedangkan jauh di kota sana Davian sedang bersiap untuk kepulangannya karena pekerjaan sudah selesai lebih awal, semua itu karena rasa rindu pada Naura yang membuatnya fokus mengerjakan pekerjaannya hingga membuat Asistennya kaget dengan kinerja Bos nya yang begitu cepat memgerjakan pekerjaannya.
.
.
Bersambung.....
__ADS_1