
Naura dan Davian langsung tertidur pulas setelah berbincang sebentar hingga sore menjelang barulah mereka berdua membuka matanya, Davian langsung menuju kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya sedangkan Naura masih rebahan di ranjang menunggu Davian selesai mandi.
Pintu kamar di ketuk dan Naura membiarkannya karena Naura masih mengumpulkan kesadarannya, Davian menatap ke arah Naura dan menggelengkan kepalanya dengan tingkah Naura.
Davian berjalan menuju pintu dan membukanya, ternyata Bunda Hilda yang mengetuk.
''Naura mana?? Ada Antoni menunggu kamu. ''
tanya Bunda Hilda saat Davian membuka pintunya.
''Naura masih tidur Bunn, nanti Davi pakai pakaian dulu baru bangunkan Naura. ''
jawab Davian dan Bundanya mengiyakannya.
Davian menutup pintunya kembali dan berjalan menghampiri Naura yang masih selimbutan, Davian membelai pipi Naura dan membuat Naura menatap ke arah suaminya.
''Bangun dan mandi sana biar segeran badan kamu nya, kita temui Bunda. Kayanya Bunda mau mengatakan sesuatu sama kamu. ''
ucap Davian dan Naura mengangguk.
''Males mandi Kak, aku kan tadi mandi sebelum tidur loh. ''
ucap Naura karena memang dia sedang malas untuk mandi.
''Ada antoni dan kita sekarang akan ke rumah Sellin, ayo bersiap dan pakai pakaian yang rapih. ''
ucap Davian sambil beranjak menuju lemari mengambil pakaian nya.
Naura langsung mendelik dan masuk kedalam kamar mandi sesuai perintah suaminya, Naura hanya mandi biasa dan langsung keluar setelah selesai, Naura memakai dress yang di pilihkan oleh Davian yang warna nya senada dengan kemeja yang di kenakan Davian.
Setelah rapih keduanya langsung keluar menghampiri Bunda dan Antoni, Naura langsung menuju meja makan menghampiri Bunda Hilda sedangkan Davian menghampiri Antoni untuk menanyakan kelanjutannya bagaimana.
''Davv.....aku sudah bicara sama kedua orang tua kamu untuk mewakilkan keluargaku melamar Sellin dan kedua nya setuju. ''
ucap Antoni saat Davian duduk di sampingnya.
''Malam ini langsung lamarannya?? ''
tanya Davian dan Antoni mengiyakannya.
''Tante Hilda sudah menyiapkan semuanya, Bunda kamu benar benar menjadi pengganti Mama aku Davv, semua sudah di siapkan jadi malam ini kita ke rumah Sellin, tadinya mau lusa tapi Tante Hilda bilang malam ini saja karena perhiasan sudah di siapkan dan masih baru katanya. ''
jawab Antoni dan Davian mengangguk karena setuju dengan keputusan Bundanya.
Davian lah yang meminta Bunda nya mencarikan perhiasan dan sepasang cincin untuk lamaran Antoni malam ini, semua prediksinya tidak melesat dan berjalan sesuai perkiraannya.
''Davi.....kamu sudah akuisisi perusahaan Keluarga Antoni?? ''
__ADS_1
tanya Ayah nya Davian saat gabung ke ruang tamu.
''Leo yang mengurusnya dan bukan atas nama Davi tapi atas nama Naura karena semua untuk Naura. ''
jawab Davian dengan senyum cerahnya.
''Kelewat bucin kamu ini Davi, bagaimana kalau Ayah nya Antoni tidak terima dan mencari Naura?? ''
ucap Ayahnya kembali dan Davian menghela nafasnya.
''Seekor semutpun gak akan Davi biarkan menggigit Naura, Ayah jangan khawatir karena semua sudah Davi atur. ''
ucap Davian dengan nada santainya.
''Pokonya kalau terjadi apa apa sama Naura, bukan hanya Ayah yang akan marah tapi Papa mertua kamu juga akan turun tangan. ''
ucap Ayahnya kembali yang merasa takut terjadi sesuatu pada Naura.
''Aman Ayah dan jangan ribut dulu, kalau Bunda tahu nantinya berabe dan kita mau lamaran Antoni dulu jadi jangan merusak mood nya. ''
ucap Davian sambil beranjak menuju dapur melihat istrinya yang sedang mempersiapkan hantaran untuk lamaran Antoni.
.
.
Tiba di kediaman Sellin, Naura langsung mendelik ke arah suaminya karena merasa kesal saat tadi siang di jemput paksa dan akhirnya malah kembali lagi ke rumah Sellin.
''Dosa loh mendelik gitu ke suami. ''
ucap Davian saat melihat reaksi wajah istrinya.
''Bodo amat. ''
jawab Naura sambil keluar dari mobil dan langsung masuk kedalam rumah Sellin.
''Sayang.....kita tamu dan kamu malah duluan masuk lagi. ''
protes Davian saat akan menangkap Naura namun di hentikan oleh Ayahnya.
''Sudah biarkan saja, Naura kan memang sangat dekat dengan keluarga Sellin. ''
ucap Ayahnya Davian saat menghentikan putranya yang akan mengejar Naura.
''Makanya jangan buat Naura kesal terus, jadinya Naura ngambek sama kamu. ''
ucap Bunda Hilda sambil menggandeng lengan suaminya dan langsung masuk mengikuti Antoni.
__ADS_1
Kedua orang tua Sellin langsung menyambut kedatangan Antoni dan keluarga angkatnya, tidak masalah karena dengan keseriusan Antoni saja sudah menjadi nilai plus bagi keluarga Sellin.
Tamu yang datang langsung di ajak menuju ruang utama, ternyata Naura dan Sellin sedang menyiapkan minuman dan juga cemilan, Davian terus memperhatikan istrinya yang terlihat cuek padanya, Naura langsung duduk di samping Bunda Hilda dan membuat Davian kesall melihatnya karena dia gak bisa menarik Naura yang akan berakibat keributan di acara lamaran Antoni.
.
.
Satu jam kemudian lamaran berjalan lancar dengan Sellin yang menerima lamaran dari Antoni, pernikahan akan di adakan minggu depan tanpa tamu undangan karena Sellin masih sekolah dan akan mengadakan resepsi pernikahan nanti di gabungkan dengan resepsi Naura.
Setelah makan malam selesai, Davian langsung mengajak Naura pulang terlebih dahulu, kedua orang tua Davian hanya bisa menggelengkan kepalanya melihat tingkah sang putra.
''Kamu kenapa sayang?? ''
tanya Davian saat melajukan mobilnya menuju pulang.
''Gak apa apa Kak, cuma kesal saja sama kamu dan kesal nua sangat sangat. ''
jawab Naura dan Davian hanya menghela nafasnya.
''Kamu ini gak jelas deh Sayang, kesal karena apa coba?? ''
ucap Davian yang memang tidak mengerti dengan ucapan Naura.
''Sudah jangan bahas, bikin kesal kalai di bahas. ''
ucap Naura dan Davian memilih mengalah membiarkan istrinya meredakan kekesalannya.
Dua puluh menit perjalanan akhirnya tiba di kediaman Bunda Hilda dan Naura langsung masuk kedalam rumah tanpa menunggu Davian terlebih dahulu.
''Ada apa dengan anak itu?? Aneh sekali sikapnya hari ini. ''
gumam Davian dalam hatinya sambil berjalan menyusul istrinya yang masuk kedalam kamar.
Davian duduk di sisi ranjangnya sambil menunggu Naura yang sedang di dalam kamar mandi, Davian membaca pesan dari Antoni yang mengucapkan terimakasih untuk semua bantuannya dan Davian hanya membacanya tanpa berniat membalasnya karena baginya Antoni seperti saudaranya.
Beberapa saat kemudian Naura keluar dari kamar mandi dan sudah menggunakan gaun tipisnya, Davian menyeringai dan dia tahu harus bagaimana agar istri kecilnya tidak uring uringan.
Davian tanpa banyak kata langsung masuk kedalam kamar mandi dan membuat Naura menggelengkan kepalanya.
''Duuh.......sebenarnya ada apa sama aku?? Kenapa bisa kesal sekali setiap melihat wajah Kak Davi. ''
gumam Naura sambil beranjak menuju ranjang untuk merebahkan tubuhnya.
.
.
__ADS_1
Bersambung.....