
Sellin sudah siap dan menunggu Antoni menjemputnya, saat asik duduk ternyata Mamanya masuk kedalam kamar dan menggelengkan kepalanya melihat putrinya sudah rapih.
''Mama tahu kalau kamu mau pergi dengan Antoni kan sayang?? ''
ucap Mamanya Sellin dan membuat Sellin cengengesan.
''Ko Mama tahu kalau Sellin mau pergi?? ''
tanya Sellin dan Mamanya kembali tersenyum.
''Di bawah ada Antoni lagi berbicara sama Ayah buat minta ijin ajakin kamu keluar. ''
jawab Mamanya Sellin dan Sellin mengangguk.
''Di ijinkan sama Ayah gak Maa?? ''
tanya Sellin dan Mamanya menggelengkan kepalanya.
''Bersiaplah dan ayo turun tanyakan sendiri. ''
jawab Mamanya Sellin sambil mengusap pipi putrinya dan berjalan keluar dari kamar Sellin.
Sellin langsung merapihkan riasannya dan mengambil tasnya lalu segera turun untuk mengetahui di ijinkan atau tidaknya.
Antoni memakai pakaian begitu santai dan membuat Sellin benar benar terpesona melihatnya, Ayahnya langsung memberi isyarat Sellin duduk di sampingnya.
''Ayah ijinkan kamu pergi dengan Antoni, tapi jangan terlalu malam pulangnya yaa. ''
ucap Ayahnya Sellin dan membuat Sellin tersenyum senang.
''Makasih Ayah udah ijinkan Sellin. ''
ucap Sellin dan Ayahnya tersenyum menjawabnya.
Antoni langsung mengajak Sellin pergi, mereka berdua pamit pada orang tua Sellin dan langsung keluar dari rumah menuju mobilnya Antoni.
''Kita mau kemana Kak?? ''
tanya Sellin dan Antoni menggelengkan kepalanya.
''Rahasia dan kamu ikut saja jangan nanya nanya dulu yaa. ''
jawan Antoni dan membuat sellin memanyunkan bibirnya.
''Kakak ini main rahasia rahasiaan ajah sama aku. ''
protes Sellin dan Antoni hanya tersenyum.
Sellin sibuk dengan jalanan yang di pandangnya, sedangkan Antoni fokus dengan kemudinya dan antoni akan mengajak Sellin makan malam romantis yang sengaja di rencanakannya, semua akses menuju restoran sudah di jamin oleh Davian sang raja bisnis.
Perjalanan tiga puluh menit akhirnya tiba di sebuah restoran mewah dan Sellin langsung terdiam, sambil menatap sekelilingnya.
''Ayo sayang kita masuk dan Kakak sudah siapkan makanan spesial buat kamu. ''
ajak Antoni dan Sellin mengiyakannya.
Antoni keluar dari mobil lebih dulu dan mengitari mobil untuk membukakan pintu mobil untuk Sellin, Sellin menerima uluran tangan Antoni dan tersenyum cerah.
__ADS_1
Antoni langsung menggandeng Sellin menuju area restoran dan Antoni langsung menuju meja dimana sudah di pesannya.
''Kakak sudah pesankan makanan kesukaan kamu jadi kita tinggal menunggu saja sekarang. ''
ucap Antoni dan Sellin mengangguk.
.
.
Di kediaman Davian saat ini.....
Davian dan Naura saat ini makan malam hanya berdua karena kedua orang tuanya sudah terlebih dahulu makan bersama besannya yaitu orang tua Naura.
Marinka tiba tiba ingin bertemu Naura dan entah kenapa, Arman sampai pusing dengan permintaan Sang istri.
Marinka dengan telaten menyuapi Naura sesuai keinginannya dan Naura menganggapnya kalau Mamanya mengidam ingin menyuapinya.
''Mama aneh tau, bikin Naura malu dan takut dalam waktu yang sama. ''
ucap Naura dan Marinka hanya memanyunkan bibirnya.
''Gak tau kenapa Mama pengen ketemu kamu, malam ini ikut pulang yaa Sayang dan menginap di rumah Mama. Mau kan Naura?? ''
ucap Marinka dan Naura menatap ke arah suaminya yang menganggukkan kepalanya.
''Mama tahu kan kalau Naura sudah menikah?? Dan Kak Davi juga pilihan kalian semua?? Ijin nya sama Kak Davi jangan hanya ajak Naura. ''
protes Naura dan membuat semua menggelengkan kepalanya karena Naura masih mengingat rencana orang tuanya dan orang tua Davian.
''Davi, boleh kan Mama ajak Naura menginap?? Kamu juha sekalian ikut temani Naura, Mama hanya ingin Naura ada di rumah. ''
''Di iyain ajah Davi nanti adik kamu ileran kalau kamu menolak. ''
sindir Arman dan membuat Marinka mendelik ke arah suaminya.
''Iya Maa.....Davi ijinkan asal Davi juga ikut kemanapun Naura pergi. ''
ucap Davian dan Marinka mengangguk.
Davian dan Naura kembali melanjutkan makannya dengan Marinka yang menyuapi makan Naura dan Naura hanya pasrah menerima semua perlakuan Mamanya.
''Marinka ngidam nya Naura, menggelikan sekali melihat nya Arman, Marinka wanita karir yang hebat dan sekarang dia ngidam aneh, jadi kamu harus menjaga juga menerimanya karena ini kan buah dari keinginan kamu. ''
sindir Bunda Hilda dan Arman hanya mengangguk bahkan mendelik ke arah besannya yang mengejeknya.
''Arman kamu benar benar hebat, sabar yaa sampai Marinka melahirkan tiba. ''
sindir Ayahnya Davian dan membuat Arman semakin kesal.
''Pusing dan mau pecah kepalaku, baru juga pulang kerja di kantor sangat memusingkan dan di sambut oleh Marinka yang menangis mencari Naura, Marinka lupa kalau Naura sudah menikah sepertinya. ''
jelas Arman dengan nada sedikit mesal dan semakin membuat Sang sahabat terbahak.
''Ayah.....kamu ini sahabat lagi kesusahan malah di ejek lagi, sudah nanti marinka dengar loh. ''
peringatan Bunda Hilda karena melihat suaminya benar benar bahagia melihat ketidak berdayaan besannya.
__ADS_1
''Dia menyebalkan Hilda, kamu pecat jadi suami dan cari laki laki lain saja. ''
ucap Arman dan Hilda hanya menggelengkan kepalanya.
''Sadis amat kamu ini Arman. ''
ucap Ayahnya Davian dan Papanya Naura hanya mengangkat bahunya.
.
.
Saat ini Naura sedang packing pakaian sekolah dan buku pelajarannya, Naura juga mempacking pakaian untuk Davian karena pakaiannha sudah tersedia di kediaman Marinka.
''Sayang......pokonya nanti lanjutkan lagi di rumah Mama kamu yaa. ''
ucap Davia dan membuat Naura langsung memukul lengan suaminya.
''Kenapa malah di pukul siih. ''
protes Davian dan Naura melototkan matanya.
''Kamu mesum banget tau Kak, di filter kalau bicara itu jangan asal nyablak. ''
jawab Naura sambil menutup kopernya.
''Kamu tahu gak Sayang, kepala aku pusing karena pelepasan tertunda, gedoran pintu sangat kencang seperti mau di dobrak dan Kakak terpaksa melepaskan kamu padahal sedang mau puncaknya. ''
jelas Davian dan Naura hanya memutar bola matanta jengah dengan ucapan suaminya yang benar benar otak mesum.
''Bawa kopernya dan aku malas menjawab, Kak Davi benar benar mesum sekali. ''
ucap Naura sambil berjalan keluar kamar setelah menggandong tas sekolahnya.
''Aishh....anak itu gak ngerti juga bagaimana rasanya saat mau puncak tapi di hempaskan, itu sangat membuat pusing kepala. ''
protes Davian sambil membawa leptopnya lalu menggeret koper yang Naura siapkan.
Naura menghampiri Mamanya di ruang tengah keluarganya dan Marinka langsung mengajaknya pulang beserta menantunya Davian.
''Marinka jangan lama lama bawa Naura nya, aku disini bisa kesepian tanpa Naura loh. ''
ucap Bunda Hilda saat Naura pamitan padanya.
''Kamu ini Hilda, ayo Naura kita pergi sekarang. ''
ucap Marinka dan Naura mengangguk.
''Bunda......Naura pergi dulu yaa. ''
pamit Naura dan Bunda Hilda mengangguk tersenyum.
Davian langsung pamit pada kedua orang tuanya dan membawa koper yanh berisi pakaian nya juga peralatan sekolah Naura.
Davian melongo saat Naura masuk kedalam mobil Papa mertuanya dan membuat Arman menggelengkan kepalanya melihat reaksi sang menantu.
.
__ADS_1
.
Bersambung.......