
Naura dan Sellin selesai dengan buku paketnya mereka membeli satu saja setiap buku paket agar dapat di pakai berdua, Sellin mengajak Naura makan siang karena perutnya sangatlah lapar saat ini.
''Ada yang mau aku ceritakan sama kamu Naura, tapi janji jangan menertawakan atau menggunjing yaa. ''
ucap Sellin saat mereka berdua berjalan menuju sebuah kedai makanan.
''Mau cerita apaan?? Jangan bilang kamu jadian yaa sama Kak Antoni. ''
tebak Naura dan membuat Sellin melototkan matanya.
''isshh....kamu seperti cenayang saja Naura. ''
kesal Sellin karena Naura bisa menebaknya dan membuat Naura mengerutkan keningnya.
''Ya ampun Sellin jadi benar kamu jadian sama Kak Antoni?? Kapan?? ''
ucap Naura dan Sellin memanyunkan bibirnya.
Sellin mengajak Naura untuk duduk dan memesan makanannya, Sellin akan menceritakannya sambil memakan makanannya.
''Pas pulang acara akad kamu, Kak Antoni langsung minta ijin ke Ayah sama Mama untuk menjadikan aku calon istrinya dan akan menunggu sampai aku lulus sekolah. ''
jelas Sellin dan Naura menghembuskan nafasnya.
''Terus kamu terima?? Dan sekarang kalian pacaran dulu?? ''
ucap Naura dan Sellin menganggukan kepalanya.
''Aku memang belum sepenuhnya menyukai Kak Antoni, tapi aku akan berusaha membalas perasaan Kak Antoni, Naura di cintai laki laki itu sangat membahagiakan, tiap hari ada yang perhatian ke kita dan selalu ada rasa rindu. ''
''Jangan manasin aku Sellin, aku gak akan tergoda karena ucapan kamu. ''
''Yaelah Naura kamu coba buka hati kamu untuk Kak Davian, kata Kak Antoni Kak Davian sudah berubah dan dia gak pernah lagi menjelajahi dunianya karena dia kecantol sama kamu. ''
Naura tidak menanggapi ucapan Sellin dan dia memilih menikmati makanannya, Sellin menggelengkan kepalanya dengan sikap Naura.
''Kamu gak tahu kan gimana kelakuannya Kak Davi kalau malam, dia pasti peretelin piyama aku dan seenaknya nandaiin tubuh aku. ''
ucap Naura dan membuat Sellin wajahnya langsung merona malu.
''Naura stop jangan bicara masalah intim, nada bicara kamu juga keras banget. ''
ucap Sellin gelagapan karena orang orang menatap ke arahnya.
''Aku gak perduli Sellin dan ayo habiskan makanannya, aku mau pulang lelah banget ''
__ADS_1
Ucap Naura dan Sellin mengangguk lalu melanjutkan memakan makanannya.
Sellin mengantarkan Naura ke rumahnya dan barulah dia pulang ke rumahnya, Naura langsung menuju kamarnya karena rumah sangat sepi.
''Bunda mungkin sedang istirahat, lebih baik mandi dan membersihkan tubuh saja deh nanti tanya Bibi kemana Bunda. ''
gumam Naura yang langsung masuk kedalam kamar mandi.
Selesai dengan urusan kamar mandi dan Naura langsung memakai pakaian rumahannya lalu keluar dari kamar mencari Bunda Hilda.
''Bibi.....Bunda kemana?? ''
tanya Naura saat kepala pelayan menghampirinya.
''Nyonya di taman belakang Nona, sedang memetik bunga. ''
jawab kepala pelayan dan Naura langsung berterimakasih lalu berjalan menuju taman belakang.
''Bunda lagi apa?? ''
tanya Naura saat menghampiri Bunda Hilda.
''Hai sayang, Bunda lagi memetik bunga mawar buat di ruang tamu dan di sudut rumah. ''
jawab Bunda Hilda dan Naura langsung tersenyum sambil berjalan menghampiri Bunda Hilda.
ucap Naura dan Bundanya mengiyakannya.
''Boleh sayang, mau memetik sendiri juga boleh biar bisa milih, tuh sama Bibi di temani biar gak kena durinya. ''
jawab Tante Hilda dan Naura langsung tersenyum senang.
Naura langsung membawa gunting khusus memotong tangkai bunga, salah satu pelayan pun menemani Naura dan Ibu mertuanya hanya tersenyum menggelengkan kepalanya melihat Naura begitu antusias.
.
.
Selesai memanen Bunga nya, sekarang Naura dan Bunda Hilda langsung menata nya, Naura bahkan memilih vas bunga sesuai keinginannya dan Bunda Hilda tidak melarang nya.
''Sayang.....Bunda mau berbicara masalah sedikit intim tentang suami istri. ''
ucap Bunda Hilda dan Naura langsung menghentikan menata bunga nya.
''Aishh.....pasti bicara masalah ranjang seperti yang Mama bicarakan kemarin dan membuat aku malas datang ke rumah Mama lagi. ''
__ADS_1
gumam Naura dalam hatinya yang sudah bisa menebak apa yang akan di bicarakan oleh Mertuanya.
''Memang mau bicara masalah apa Bunn?? ''
tanya Naura dan Bunda Hilda langsung mulai bersiap membicarakannya pada Naura.
''Sayang bukan Bunda membela Davi karena dia anaknya Bunda, semua gak ada hubungannya dengan Davi, ini masalah intim kamu dan Davi. Bunda tahu kalau kamu masih sekolah dan belum waktunya memikirkan masalah ranjang, tapi Bunda memberikan saran sama kamu sayang, saat ini kamu seorang istri dan sudah kewajiban kamu memberikan haknya pada suami, walaupun kamu masih sekolah tapi itu sudah kewajiban kamu dan hak nya Davi, Bunda takut kalau Davi kembali ke dunia ranjangnya lagi dengan wanita wanita bayarannya, kamu nantinya yang akan di rugikan karena gak bisa memenuhi kebutuhan biologis nya Davi, masalah hamil gak nya Davi bisa menjamin kamu aman dan gak akan hamil tanpa minum atau memakai alat kontrasepsi. Kamu bisa mengertikan dengan penjelasan Bunda?? ''
ucap Bunda Hilda dan membuat Naura terdiam karena memang sudah sewajarnya dia memberikan haknya kepada Davi sang suami.
Melihat Naura terdiam Bunda Hilda langsung melanjutkan kembali ucapannya karena dia sangat penasaran dengan apa yang di lakukan oleh Davi dan Naura di dalam kamar.
''Bunda mau nanya sama kamu, selama seminggu kalian di kamar ngapain saja?? Davi uring uringan terus tiap pagi loh sayang. ''
ucap Bunda Hilda kembali dan membuat Naura bersemu wajahnya.
''Bunda ihh.....Naura gak nyaman membicarakannya, ini masalah intim loh Bunda. ''
rengek Naura dan membuat Bunda Hilda langsung tertawa.
''Iya sayang Bunda mengerti, Bunda cuma ingatkan kamu untuk memperhatikan kebutuhan Biologis nya Davi, biar dia gak nakal dengan wanita lain. ''
ucap Bunda Hilda dan Naura pun mengiyakannya.
''Kak Davi sebenarnya tiap malam selalu peretelin gaun tidur aku Bunn, gaun tidurnya juga kenapa semuanya kekurangan bahan dan Kak Davi selalu saja punya alasan untuk melakukan hal aneh Bunda, Naura selalu menolak karena takut hamil dan sekolah Naura gimana coba?? ''
keluh Naura dan Bunda Hilda tersenyum.
''Kamu jangan takut sayang karena Davi nanti yang akan mengaturnya agar tidak bablas. ''
ucap Bunda Hilda dan Naura mengiyakannya.
''Bunda sama Mama kenapa selalu membahas ranjang sama aku, kemarin Mama yang nyerocos terus menasihati aku. ''
''Pastilah Sayang setiap orang tua akan memberikan saran untuk putrinya yang sudah menikah, karena menaklukan laki laki itu sangat mudah, taklukan ranjangnya dan dia akan di genggaman kita. ''
''Ishh....Bunda malah memberikan saran aneh, Kak Davi anak nya Bunda loh. ''
''Bunda gak menganggap Davi dan kamu berbeda, Kamu anaknya Bunda dan Davi juga anaknya Bunda. ''
Tidak ada pembahasan lagi mengenai pembicaraannya, karena Bunda Hilda dan Naura sibuk dengan bunga nya.
.
.
__ADS_1
Bersambung.....