
Hilda dan suaminya sepakat untuk mendatangi kediaman Marinka, sekaligus berkunjung ke rumah baru milik Marinka setelah memberikabar pada Marinka.
''Marinka dan Arman semakin maju karena perusahaan nya di gabungkan. ''
ucap Damian suaminya Hilda.
''Iya Ayah dan akhirnya Marinka menurunkan egonya demi Naura dan demi rumah tangganya yang utuh, susah sekali membuat dia berubah pikiran. ''
jawab Hilda dan Damian hanya mengangguk tersenyum.
Dua puluh menit kemudian mobil yang di kemudikan Damian tiba di kediaman baru Marinka yang begitu mewah dan lebih mewah dari rumah sebelumnya.
Hilda hanya berdecak melihatnya dan langsung berjalan menggandeng suaminya untuk memasuki kediaman Marinka.
Saat memasuki rumah Kepala pelayan mengajak keduanya menuju halaman belakang dimana nyonya juga tuannya sedang bersantai sore hari.
''Pengantin baru memang sangat intim sekali. ''
sindir Damian saat berjabat tangan dengan Arman dan membuat Arman tergelak.
''Pengantin basi bukan baru. ''
sanggah Marinka sambil tertawa dan meminta Hilda duduk di sampingnya.
''Rumah nya malah tambah megah dan lebih besar, kalian mau mencetak anak banyak atau cucu yang banyak ini?? ''
gurau Hilda dan Marinka hanya menggelengkan kepalanya.
''Semua di lakukan agar Naura mau kembali ke rumah dan tidak diam di Apartemen lagi. ''
ucap Arman dan di setujui oleh Marinka.
''Ini menurut pengamatan aku yaa Marinka, sepertinya Naura gak akan mau tinggal di rumah lagi, karena nyaman di Apartemen, aku sedikit membaca karakter Naura yang menyukai kesederhanaan. ''
ucap Hilda yang memang memperhatikan keseluruhan Naura.
''Waah sepertinya kamu akan segera mengambil Naura menjadi putrimu, karena sampai ditail menilainya. ''
ucap Marinka dan Hilda hanya tertawa mendengarnya.
''Davian menyusul Naura ke kota sebelah, alasannya dia ingin mendamping Antoni yang akan melindungi Sellin dan Davian akan melindungi Naura, mereka sungguh konyol Arman karena berfikir pendek. ''
ucap Damian dan Arman tersenyum mendengarnya.
''Biarkan mereka disana karena aku percaya sama Davian gak akan macam macam, Naura wanita galak kalau menyangkut laki laki. ''
jawab Arman dan semua menyetujui nya.
''Jadi kita resmikan mereka dulu, kalau pernikahan palingan menunggu Naura lulus kuliah dulu. ''
__ADS_1
ucap Hilda dan Marinka mengiyakannya namun beda dengan kedua laki laki di hadapannya yang tidak setuju.
''Naura lulus sekolah langsung nikahkan saja, Davian sudah menjauh dari kebiasaannya dan dia sekarang sibuk dengan antoni membuat strategi mendekati dua gadis yang bersahabat itu. ''
ucap Damian dan di setujui Arman.
''Sebenarnya aku gak rela Naura dengan Davian karena image Davian yang melekat itu, tapi aku punya keyakinan gak ada laki laki sebaik Davian dan dia akan setia pada Naura nantinya, malah akan bucin dia sama Naura. ''
ucap Arman yang memang sudah merestui perjodohannya.
''Nanti biar aku yang ancam Naura karena aku memiliki kartu AS anak itu. ''
yakin Marinka dan membuat Hilda menggelengkan kepalanya.
''Sungguh kamu Ibu yang kejam Marinka sama anak sendiri malah main ancam ancam. ''
ucap Hilda dan Marinka mengangakat bahunya tanda tidak perduli.
''Kamu gak hafal karakter keras kepala Naura, dia akan ampuh kalau di ancam tapi dengan secara halus dan tidak dengan penekanan. ''
ucap Arman yang memang memahami Naura karena Arman paling dekat dengan Naura.
''Jadi fiks yaa kepulangan mereka kita langsung pertemukan keduanya dan langsung ikat keduanya. ''
ucap Damian dan semua setuju.
Kita tinggalkan kedua orang tua yang sedang menyusun strategi untuk mempersatukan Naura dan Davian, Naura saat ini sedang kesal karena Sellin memberitahukan kalau Antoni sedang menyusulnya dengan Davian.
ucap Sellin dengan rasa bersalahnya dan Naura hanya mendengus kesal.
''Semua sudah terjadi dan sepertinya Tuhan memang memberikan jalannya, mereka mau menginap dimana?? ''
jawab Naura dan Sellin menghela nafasnya lega karena Naura tidak mempermasalahkannya.
''Kak Antoni bilang akan sama dengan hotel kita, dia maunya gak jauh dari aku Naura. ''
''Aku curiga Kak Antoni naksir kamu Sell dan Kak Davi ikut buat nemenin aku biar gak jadi obat nyamuk. ''
''Aisshh.... kamu terlalu jauh memikirkannya Naura, tapi kalau Kak Antoni beneran naksir bagaimana?? ''
''Terimasaja karena Kak Antoni pria baik dan dia juga pengusaha sukses walau gak sebesar Kak Davi. ''
''Aku gak mau kepedean dulu Naura dan biarkan saja gimana nanti. ''
''Terserah kamu saja Sell, yang penting jangan sampai jatuh terbuai sebelum kalian resmi menikah. ''
''kamu kejauhan kalau mikir, sekolah ajah belum tamat dan aku mau kuliah dulu. ''
''Takutnya Sell kan kamu tahu gaya pacaran orang zaman sekarang sangat menuju ke arah barat. ''
__ADS_1
''Sudah jangan bahas, antar aku jemput Kak antoni ke stasiun yaa pliiss?? tiga puluh menit lagi mereka sampai soalnya. ''
''Ini sudah malam Sellin biarkan mereka naik kendaraan umum, atau aku hubungi supir saja untuk menjemput nya. ''
''Jangaan Naura, ayolah sekalian jalan jalan juga kan baru jam delapan malam belum larut. ''
Akhirnya Naura menyetujui dan ikut mengantar Sellin menjemput, Antoni dan Davian yang akan tiba di stasiun. Naura langsung meminta supir mengantarkan dia dan Sellin ke stasiun.
''Benarkan kata aku juga jalanan masih ramai, malahan banyak pedagang kaki lima juga loh, kita kulineran malam dulu yaa Naura kan di temani Kak Antoni sama Kak Davi jadi aman. ''
ucap Sellin dan Naura mengiyakannya karena terdengar nada bahagia dari Sellin.
Tiba di stasiun kreta setelah perjalanan dua puluh menit, Sellin mengajak Naura masuk ke area stasiun untuk membeli minuman hangat yang di jual di food court stasiun.
Sambil menunggu kedatangan kereta yang hanya beberapa menit lagi, Naura dan Sellin menikmati susu jahe merah hangat untuk menghangatkan tubuh keduanya dan menyiapkan dua cup untuk dua laki laki yang sedang di tunggunya.
Benar saja tak lama menunggu akhirnya kereta yang di tumpangi Davian dan Antoni tiba di stasiun, Sellin berdiri dan menunggu sedangkan Naura asik duduk sambil memakan cemilan yang di belinya.
Saat asik dengan makanannya seseorang menghampiri dan tersenyum manis pada Naura dan membuat Naura mendelik sebal.
''Hai calon istri..... makin cantik ajah gak ketemu beberapa hari. ''
ucap Davian yang menyapa Naura dan Naura hanya mendelik menjawabnya.
''Ngasal kalau bicara kalau kedengar sama orang lain gimana?? ''
bantah Naura dan Davian tidak memperdulikannya.
''Memang kamu calon istri aku Naura dan harus menerimanya. ''
ucap Davian sambil menerima minuman yang di berikan Naura.
''Kak Antoni sebaiknya bawa teman kakak ke psikiater, jiwanya tergoncang kayanya. ''
ucap Naura dan Antoni hanya tersenyum mendengarnya.
''ini salah kamu Naura dan kamu yang antar ke psikiaternya. ''
bantah Davian dan Naura melototkan matanya.
''Tambah ngaco sekali bicaranya. ''
protes Naura dan Sellin langsung menghampiri untuk melerai perdebatannya.
''Kita keluar dari stasiun dan mencari makanan malam, malu Naura orang orang lihatin kita. ''
ucap Sellin sambil menarik Naura dan Naura menjulurkan lidahnya pada Davian yang membuat Davian terbahak.
.
__ADS_1
.
Bersambung.....