
Satu minggu kemudian......
Kediaman mewah Sellin di sulap menjadi sebuah gedung pernikahan, hari ini Sellin dan Antoni akan mengikrarkan janji suci pernikahan.
Diantara semua yang sedang bahagia hanya Davian yang uring uringan karena dua hari dua malam dia tidak bisa bertemu dengan Naura karena Naura menginap di rumah Sellin.
''Davi pliis kamu bisa diam gak sih?? Aku sedang gerogi dan malah pusing lihat kamu hilir mudik terus. ''
protes Antoni saat melihat kelakuan Davian yang aneh menurutnya.
Davian hanya mengangkat bahunya tanda tidak mau tahu dengan ucapan yang Antoni ucapkan, membuat Antoni hanya menghela nafasnya karena tahu Davian sangat resah dari semalam, semua karena Naura yang menginap di rumah Sellin selama dua hari.
Bunda Hilda menghampiri ke kamar dimana Antoni menunggu dan langsung mengajaknya menuju meja yang di siapkan untuk melangsungkan janji suci pernikahan atau akad nikah.
Antoni begitu gagah dengan pakaian pengantinnya berwarna putih, Antoni langsung duduk menunggu calon mempelai wanitanya yang sedang di jemput.
Kedua orang tua Naura tersenyum senang saat melihat putrinya berjalan mengampit Sellin dan Mamanya, Naura begitu cantik dengan riasan natural dan baju kebaya yang membungkus tubuhnya.
Davian terus menatap Naura tanpa berkedip, rindunya begitu menggebu saat ini dan ingin membawa Naura ke kamar untuk membuat perhitungan karena berani membuat Davian tersiksa menahan rindu.
Saat setelah membantu menduduKkan Sellin di samping Antoni, Naura langsung berbalik dan duduk di samping suaminya yang terlihat acuh padanya.
''Paling malas kalau Kak Davi merajuk dan ujungnya dia pasti ngajakin melakukan hobinya. ''
gumam Naura saat duduk di samping Davian.
Davian langsung memeluk pinggan Naura dan membuat Naura tersentak kaget karena suaminya tiba tiba memeluknya.
''Kamu harus membayar semua yang telah kamu lakukan Sayang, membuat Suamimu menahan rindu dan itu sangat sakit. ''
bisik Davian tepat di telinga Naura dan membuat Naura bergedik karena suara Davian terdengar menggeram seperti menahan sesuatu.
Naura tersadar saat orang orang mengucapkan kata SAH, Naura benar benar di buat tidak fokus karena Davian terus saja berbisik kata kata yang terlewat mesum menurut Naura tapi tidak untuk Davian.
''Mau kemana Sayang?? ''
tanya Davian saat Naura akan beranjak.
__ADS_1
''Mau ke tempat Sellin ngucapin selamat Kak. ''
jaWab Naura dan Davian menggelengkan kepalanya.
''Duduk dulu dan nanti ngucapinnya saat Pengantin duduk di pelaminan, lihat mereka masih menandatangani berkas berkas. ''
ucap Davian dan Naura akhirnya setuju lalu kembali duduk di samping Davian.
Naura berbalik ke belakang dan melihat Mama juga Papanya tersenyum kepadanya, Naura langsung melepaskan pegangan tangan Davian pada pinggangnya lalu berjalan menuju kedua orang tuanya.
''Mama......''
ucap Naura sambil mencium tangan Mama juga Papanya.
Davian yang menghampiri pun ikut mencium tangan kedua mertuanya, Naura langsung duduk di samping Papanya.
''Kamu tambah cantik Sayang, aura seorang istri yang bahagia begitu terpancar di wajah kamu. ''
ucap Papanya dan membuat Naura mendelik ke arah Davian yang terlihat bangga sekali.
''Biasa saja Papa, gimana kandungan Mama?? Masih suka mual gak?? ''
''Mungkin sudah mau lima bulan usia kandungannya jadi berkurang mualnya Sayang, Mama gak nyangka Sellin mengikuti jejak kamu. ''
ucap Mamanya dan Naura hanya tersenyum.
''Semua karena Kak Davi, memanasi Kak Antoni dan jadinya mereka menikah deh. ''
ucap Naura dan membuat Davian memalingkan wajahnya karena di tuduh oleh istrinya sendiri.
''Kamu ini kalau bicara jangan ngasal sayang, nanti ke dengar sama orang lain berabe. ''
ucap Davian dan Naura hanya mengangkat bahunya.
Papa Arman mengajak Naura dan Davian maju menuju pelaminan, untuk mengucapkan selamat pada kedua pemgantin, Davian langsung menggandeng pinggang Naura setelah kedua mertuanya berjalan menuju pelaminan.
Kedua orang tua Davian menjadi pendamping Antoni, menggantikan orang tua Antoni di pelaminan, Antoni tidak masalah karena kedua orang tua Davian sudah seperti orang tuanya.
__ADS_1
Perusahaan Ayahnya Antoni akhirnya tumbang dan semua saham sudah di menangka oleh Davian, Ayahnya Antoni bahkan mencari keberadaan Antoni untuk menikahi putri sahabatnya yang akan membantu perusahaan namun Davian langsung mengancam sahabat Ayah nya Antoni hingga sahabat ayahnya Antoni angkat tangan dan tidak jadi memberikan bantuan pada Ayahnya Antoni.
Perusahaan Davian sangat maju pesat walau tidak semaju perusahaan mertuanya namun tetap sama dalam pergerakan bisnisnya.
Setelah memberi selamat pada Sellin dan Antoni, Davian langsung membawa Naura menuju sebuah kamar dan ternyata kamar tamu di kediaman Sellin.
''Kamu mau apa Kak Davi?? ini di rumah Sellin jangan macam macam Kak. ''
ucap Naura saat Davian mengunci kamar nya dan berjalan menghampir Naura.
''Kenapa?? Kita sepasang suami istri dan gak masalah tuh kalau Kakak membawa kamu ke kamar ini, lagian kamu berfikirnya kejauhan atau kamu memang mengharapkan sesuatu terjadi. ''
ucap Davian dengan senyum nya dab menbuat Naura gelagapan.
Davian membawa Naura menuju ranjang dan perlahan merebahkan tubuh Naura, Naura tiba tiba merasakan gejolak di perutnya saat Davian mulai mencumbunya.
Dengan kekuatan nya dia berhasil menyingkirkan tubuh Davian yang ada di atasnya dan langsung berlari menuju kamar mandi untuk memuntahkan isi perutnnya yang memang sedang bergejolak.
Davian langsung menyusul dan membantu mengusap punggung Naura, Naura terus memuntahkan isi perutnya hingga selesai Naura langsung pingsan dan membuat Davian kaget.
Davian mengangkat tubuh Naura dan merebahkan tubuh Naura di atas ranjang, Davian mengambil jasnya untuk mengeluarkan kunci kamar nya, lalu segera membukanya Dan setelah terbuka Davian langsung mengangkat tubuh Naura.
Semua orang langsung panik saat melihat Davian menggendong Naura terutama, Marinka yang langsung akan berlari mengejar kalau tidak di tahan oleh Suaminya.
Davian langsung membawa Naura menuju rumah sakit setelah merebahkan Naura di kursi belakang mobilnya dan tindakan Davian membuat semua keluarga khawatir karena mereka tidak tahu apa yang terjadi pada Naura.
''Hubungi Daviannya Leo, kamu malah bengong lagi. ''
ucap Ayahnya Davian saat melihat asisten putranya malah bengong melihat mobilnya di bawa Davian.
''Jangan dulu di telphone, Davi masih mengemudikan mobilnya nantinya malah kecelakaan karena gak fokus, kita tunggu beberapa menit karena Davi pasti membawa Naura ke rumah sakit sekitaran sini. ''
ucap Arman dan di setujui oleh Bunda Hilda.
Acara pernikahan Sellin mendadak jadi tegang karena Davian tiba tiba membawa Naura dan tidak memberitahukan apa yang terjadi.
.
__ADS_1
.
Bersambung.......