
Naura saat ini sedang duduk di kursi meja makan dengan leptop di depannya sambil di temani jus jambu kesukaannya.
Naura sedang menonton serial derama kesukaannya dan dia sedang malas menonton di kamarnya hingga memilih kursi meja makan tempat nya untuk menonton karena ada Bibi pengasuhnya yang sesekali mengajaknya mengobrol.
Handphone Naura berdering dan ternyata Papa nya yang menghubungi, Naura langsung mengangkatnya.
Dalam Panggilan saat ini......
''Hallo Naura..... kamu sudah bicarakan sama Mama kamu belum tentang menginap di rumah Papa?? ''
''Belum Papa, nanti yaa Naura bicarakan dengan Mama dan Naura belum bisa pastikan kalau minggu sekarang bisa menginap. ''
''Yasudah gak apa apa yang terpenting kamu bicarakan ke Mama kamu yaa. ''
''Oke Papa..... ''
''Yasudah Papa tutup telphone nya dan Nanti kalau ada kabar baik segera hubungi Papa. ''
Panggilan berakhir.....
Naura langsung menyimpan handphone nya dan kembali menonton serial nya, Bibi menghampiri sambil menyajikan cemilan untuk Naura.
''Sengaja Bibi buat khusus untuk Non Naura, fasta makaroni dan rasanya enak, di coba dulu. ''
ucap Bibi sambil memberikan sendok untuk Naura.
Naura langsung mencobanya dan ternyata rasanya enak, Naura mengacungkan jempolnya lalu memakan kembali makaroninya.
''Bibi duduk sebentar, Naura mau menanyakan sesuatu ke Bibi. ''
ucap Naura sambil menepuk kursi di sebelahnya agar Bibi duduk.
''Mau menanyakan apa Non?? ''
tanya Bibi dan Naura terdiam sebentar.
''Papa minta Naura menginap setiap liburan sekolah, Naura di suruh bilang ke Mama. Tapi Naura gak berani bilang ke Mama nya. ''
ucap Naura dan Bibi langsung menatap Nona mudanya.
''Kalau menurut Bibi sih, Non Naura bicarakan sama Mama dulu dan nanti keputusan terserah Mamanya Non Naura, jangan menentang apapun keputusannya karena takutnya Mama Non Naura malah bermasalah sama Papanya Non. ''
jawab Bibi dan Naura menganggukkan kepalanya.
''Bibi kalau misalnya Mama dan Papa kembali bersama, akan ada masalah gak nantinya?? ''
tanya Naura dan Bibi langsung terdiam karena menyaksikan sendiri Tuan juga Nyonya nya saat bertengkar hebat dan berakhir kata talak dari sang Tuan.
__ADS_1
''Kalau menurut Bibi siih Non Naura jangan ikut campur masalah Nyonya juga Tuan karena Bibi masih ingat saat pertengkaran keduanya dan berakhir kata talak dari Tuan untuk Nyonya, padahal Nyonya wanita baik baik dan Bibi bersumpah berani menjadi saksinya, masalah kedua orang tuan Non Naura sulit untuk di perbaiki terutama Nyonya yang pastinya sangat sakit hati saat itu, bahkan hanya satu bulan Tuan langsung menikah kembali. ''
''Iya sih Bii..... yaudah deh Naura gak akan bilang soal liburannya dan biarkan saja Papa yang bilang langsung sama Mama. ''
''Begitu juga boleh tapi kalau Non Naura ragu bisa membicarakannya ke nyonya saat suasana Nyonya sedang santai dan jangan saat dalam keadaan lelah karena nantinya Nyonya pasti melarang. ''
''Makasih karena Bibi mau mendengarkan semuanya, Naura akan selalu ingat nasihat Bibi. ''
Bibi langsung kembali ke dapur dan Naura melanjutkan menonton sambil memakan makanannya, Marinka pulang ke rumah dan langsung menghampiri putrinya yang asik sendiri di meja makan.
''Loh..... kenapa nonton nya malah di meja makan?? ''
ucap Marinka saat sampai di samping putrinya.
''Habisnya di kamar sepi kalau disini ada Bibi yang sesekali mengajak Naura berbicara. ''
jawab Naura dan Marinka tersenyum sambil mengusap rambut putrinya.
''Yasudah Mama mau bersih bersih dulu, kita makan malam yaa dan kamu bilang Bibi suruh siapkan makanannya yaa. ''
ucap Marinka dan langsung berjalan menuju kamarnya.
Naura langsung meminta Bibi menyiapkan makan malam dan Naura langsung menutup leptopnya lalu menyimpannya ke kamar karena dia akan makan malam dengan Mamanya.
Naura keluar kembali dari kamar dan menunggu Mamanya sambil duduk di kursi meja makan sambil menatap pelayan menyajikan makanan di atas meja, tak lama Marinka menghampiri dan duduk di kursi utama.
Makan malam pun di mulai dan seperti biasa Naura akan sibuk dengan makanannya dan tidak ada percakapan sedikitpun, Marinka pun menjadi fokus dengan makannya tanpa mengajak berbincang putrinya.
.
.
Naura sudah siap berangkat sekolah setelah menyelesaikan sarapannya dan Marinka mengikutinya hingga pintu utama.
''Sayang nanti saat supir menjemput kamu langsung ke rumah Tante Hilda yaa, nanti mama siapkan pesanan nya dulu sekalian di bawa supir saat jemput kamu. ''
ucap Marinka saat Naura mencium tangannya.
''Mama hari ini libur kan kerjanya dan kenapa bukan Mama saja yang mengantarkan nya?? ''
ucap Naura yang sedikit merajuk dan membuat Marinka tersenyum.
''Mama ada kerjaan banyak sekali dan harus selesai sebelum hari senin, makanya Mama meminta kamu yang antarkan. ''
jawab tenang Marinka saat putrinya protes dan Naura akhirnya menyetujui nya lalu segera masuk kedalam mobil.
Naura bertukar pesan dengan Sellin yang sudah di perjalanan dan Sellin ternyata di antarkan supir karena mobilnya mogok.
__ADS_1
Beberapa menit perjalanan akhirnya Naura sampai di gerbang sekolah bertepatan dengan Sellin yang sampai juga, Sellin langsung berlari kecil menghampiri Naura sambil tersenyum.
''Lihat Naura aku bawa makanan oleh oleh Kak Nagita dan kita akan menikmatinya. ''
ucap riang Sellin dan Naura mengangguk sambil mengajak Sellin masuk kedalam area sekolah.
''Jadi Kak Nagita menetap dan gak ikut suaminya lagi sekarang Sell?? ''
tanya Naura sambil memakan makanan yang ada di tangan Sellin.
''Malah Kak Nagita bercerai dari suami bulenya, sekarang malah lagi hamil lagi Kak Nagitanya dan Ibu sedang pusing memikirkannya. ''
jawab Sellin dan Naura menganggukan kepalanya.
''Kok bisa bercerai sih dan bukannya kalau lagi hamil di larang ada perceraian yah?? ''
ucap Naura dan Sellin mengangkat bahunya tanda tidak tahu apapun.
Setelah sampai di kelasnya Naura dan Sellin memilih duduk lalu mengerjakan tugas yang belum selesai karena hari sabtu hanya eskul tidak ada pelajaran sekolah, Sellin dan Naura tidak mengikuti eskul apapun karena membosankan menurut kedua gadis itu.
Tak terasa bergelut dengan pelajaran dan makanan yang di bawa Sellin waktu pun sudah menunjukan pukul sepuluh waktunya pulang, Sellin dan Naura merapihkan buku bukunya.
''Senin mulai ulangan umum kenaikan sekolah Naura, siap siap sibuk belajar karena jadwalnya sudah keluar di grup sosmed sekolah. ''
ucap Sellin dan Naura hanya mengiyakannya.
''Naura gak apa apa aku duluan, supir aku udah datang soalnya atau mau aku antarkan ke rumah kamu?? ''
ucap Sellin saat melihat supirnya sudah berdiri di depan mobilnya.
''Sudah sana duluan aku gak apa apa dan itu mobil jemputannku datang. ''
ucap Naura saat menunjuk mobil jemputannya yang sudah datang.
Naura dan Sellin langsung menuju mobil masing masing, Naura menghela nafasnya saat melihat barang barang untuk Tante Hilda.
''Sebanyak ini Mang barang titipannya?? ''
tanya Naura saat supir mulai melajukan mobilnya.
''Mamang kurang tahu Non, Nyonya cuma menitipkan pesan barang barang ini milik Nyonya Hilda. ''
jawab Supir dan Naura hanya mengangguk.
Naura gak habis fikir kenapa banyak sekali barang barang Tante Hilda dan sebenarnya barang apaan sampai banyak gini.
.
__ADS_1
.
Bersambung......