
Naura keluar dari kamar mandi sudah lengkap dengan pakaiannya dan langsung menuju meja rias untuk merapihkan rambutnya.
''Kak Davi kemana yaa?? ''
gumam Naura dalam hatinya karena tidak melihat Davian di kamarnya namun kamar dalam keadaan rapih.
Naura kembali merapihkan rambutnya dan memakai cream wajahnya, tak menunggu lama Davian masuk kedalam kamar dan membuat Naura mengerutkan keningnya.
''Kak Davi habis dari mana?? ''
tanya Naura saat Davian menutup pintu kamarnya.
''Simpan koper kamu ke dalam bagasi mobil, Naura siapkan pakaian aku yaa. ''
jawab Davian sambil masuk kedalam kamar mandi sebelum Naura menjawab ucapannya.
Naura langsung menyiapkan pakaian Davian lengkap dengan ********** juga, Naura memilih turun ke lantai satu karena dia gak mau menyaksikan Davian mengganti pakaian di hadapannya.
''Loh....kamu kenapa turun sendiri sayang?? Davi nya kemana?? ''
ucap Papa Arman saat melihat putrinya menuruni tangga sendiri.
''Kak Davi lagi bersiap dan masa Naura harus menunggunya sih, pliis Papa jangan berdebat yaa. ''
jawab malas Naura karena Papanya pasti selalu mendebatnya.
''Sudah Papa jangan buat Naura cemberut, lanjutkan makan nya biar nanti Davi di temani Naura makannya, kita mau mengantarkan Naura pindahan. ''
ucap Mama Marinka yang melerai perdebatan suami dan putrinya.
''Mama yakin keadaannya baik baik saja?? Kalau Mama gak nyaman jangan antarkan Naura dan nanti saja kalau sudah baikan baru ke rumah Bunda Hilda. ''
ucap Naura saat melihat Mamanya sedang memakan sarapannya.
''Mama sudah baikan dan Mama mau ikut mengantarkan kamu Naura, jangan protes. ''
jawab sang Mama dengan nada tegasnya dan Naura hanya memanyunkan bibirnya.
Davian langsung gabung makan saat sampai di meja makan dan Naura langsung menyiapkan makanannya, Marinka tersenyum karena ilmu yang di ajarkan ke Naura ternyata di pelajari oleh putrinya.
__ADS_1
Setelah selesai dengan sarapannya, Naura kembali ke kamarnya mengambil tas dan handphone nya sedangkan keluarganya menunggu di teras rumah sambil melihat Davian merapihkan koper milik Naura.
''Mudah mudahan Naura bisa betah tinggal di kediaman Hilda, Mama gak bisa menjaga dia karena kehamilan sekarang sangat membuat susah dan Mama gak mau membuat Naura risih terus dia malah gak mau punya anak. ''
ucap Marinka saat suaminya menghampiri dan Arman hanya mengangguk.
''Hilda menyayangi Naura dan pastinya Davian yang akan jadi anak tirinya nanti, Damian juga bilang kalau Hilda menyiapkan kamar utama untuk Naura dan Davian tempati, pokonya kamu jangan khawtir yaa dan fokus dengan kehamilan kamu sekarang. ''
jelas Arman dan membuat Marinka lega mendengarnya.
Naura menghampiri kedua orang tuanya dan langsung mengajak berangkat, Davian saat ini yang mengemudikan mobilnya di sampingnya Naura yang menemani.
Kedua orang tua Naura memilih menggunakan mobil berbeda dengan supir yang mengemudikannya, karena Marinka memberikan ruang untuk Naura dan Davian agar semakin dekat.
Di kediaman Keluarga Davian saat ini....
Hilda benar benar menyiapkan kamar untuk Naura dan Davian sangat mewah, kamar utama yang kosong sekarang akan di tempati juga.
''Bunn.....Arman ngabarin mereka baru berangkat dari rumah, ayo lihat persiapan makanannya. ''
ucap Sang suami saat melihat istrinya begitu antusias.
jawab Sang istri dan Suaminya hanya menghela nafasnya.
Hilda memang sudah jatuh hati pada Naura dan begitu senang saat putranya menikahi Naura, Naura adalah menantu yang di inginkan Hilda dan Hilda tidak mau yang lain lagi.
Hilda langsung keluar dari kamar dan menuju ruang keluarga yang saat ini sudah di sajikan berbagai macam cemilan untuk menyambut kedua pengantin dan besannya juga.
Dua puluh menit menunggu akhirnya yang di tunggu datang, Hilda dan Damian menyambut kedatangannya dengan senyum cerah Hilda yang tidak pernah luntur.
Naura tersenyum saat turun dari mobil dan langsung menghampiri mertuanya untuk memberi salam, di ikuti Davian dari belakang yang langsung meminta supir membantu mengeluarkan koper di dalam bagasi.
''Mama sama Papa kamu mana sayang?? ''
tanya Hilda saat Naura menyalami tangan suaminya.
''Mama sama Papa tadi di belakang kami Bunn tapi kenapa jauh sekali tertinggalnya yaa. ''
jawab Naura dan membuat Hilda tersenyum karena panggilan Naura padanya terdengar sangat manis.
__ADS_1
''Itu baru sampai mobilnya. ''
ucap Damian sambil menunjuk mobil yang di tumpangi kedua besannya memasuki pekarangan rumah.
Naura memilih masuk mengikuti Davian dan membiarkan kedua orang tuanya untuk saling sapa, Naura melihat Davian masuk ke sebuah kamar di lantai satu dan di ikuti pelayan yang membawakan koper milik Naura.
''Kamar siapa ini Kak?? ''
tanya Naura saat ikut masuk kedalam kamar.
''Ini kamar utama yang di siapkan Bunda dari dulu untuk menantu dan anaknya kalau sudah menikah, akhirnya terwujud karena kita akan menempati kamar ini Naura. ''
jawab Davian dengan nada santainya dan membuat Naura membulatkan matanya karena kamar nya begitu mewah.
Naura keluar kembali dari kamar nya saat Davian menatapnya dengan tatapan yang tidak biasa, bagi Naura tatapannya sangat membuat merinding.
''Bunn kenapa kamar nya mewah sekali, itu lebih pantas di tempati Bunda sama Ayah. ''
protes Naura sambil duduk di samping Marinka.
''Itu memang sudah di sediakan sejak lama loh sayang dan khusus untuk menantu Bunda, akhirnya kamar itu terpakai sekarang, lagian kamar Bunda juga sama kok besarnya. ''
jelas Hillda dan Naura mengangguk.
Davian keluar dari kamarnya dan langsung menuju ruang kerjanya karena dia harus menyelesaikan beberapa berkas nya, Naura hanya menatap sekilas dan kembali fokus dengan makanannya.
''Mulai sekarang tugas Mama berganti ke Bunda Hilda, kamu harus menurut yaa, jadi istri dan menantu idaman di keluarga ini jangan mengecewakan Mama, ingat Naura kamu harus banyak belajar walaupun kamu masih sekolah, nanti Bunda Hilda akan banyak mengajarkan kamu dan maaf karena kehamilan Mama jadi gak bisa mengajari kamu. ''
ucap Marinka dan Naura hanya mengiyakannya karena memang menghindarpun gak akan bisa karena statusnya saat ini adalah istri.
''Kamu jangan khawatir Marinka, pokonya fokus dengan kehamilan kamu karena usia kamu gak semuda dulu sangat beresiko, Naura akan aman dengan ku di rumah ini karena Naura adalah putriku sekarang. ''
ucap Hilda dan membuat Marinka tersenyum lega mendengarnya.
.
.
Bersambung......
__ADS_1