JODOH Dari MAMA

JODOH Dari MAMA
14 bertengkar kembali


__ADS_3

Naura langsung mencari keberadaan Mamanya dan ternyata sedang di halaman belakang mengurus bunga bunga kesayangannya di temani beberapa pelayan yang membantunya.


''Mama.... bisa gak kalau ada urusan dengan Tante Hilda jangan menyuruh Naura yang melakukannya?? ''


protes Naura saat menghampiri Mamanya dan membuat Marinka mengerutkan keningnya.


''Bukannya salam malah ngomel kamu ini. ''


jawab Marinka sambil merapihkan bunganya.


''Mama.... Naura serius bukan sedang bercanda, pliis dengerin Naura dulu. ''


protes Naura kembali karena Mamanya malah mengacuhkannya.


''Oke sayang, ada apa sebenarnya?? ''


''Naura sebal sama Kak Davi dan Naura gak mau ke rumah nya Tante Hilda lagi terus ketemu sama Kak Davi yang menyebalkan. ''


''Oalah ternyata Davi yang membuat putri Mama cemberut. ''


''Mama..... Naura serius kenapa malah mengejek sih, ''


''Mama juga serius sayang, yasudah kamu mendingan bersih bersih tubuh dan istirahat yaa. ''


''Iya deh dan ini titipan dari Tante Hilda, Naura ke kamar dulu yaa. ''


Naura langsung berbalik menuju kamar setelah di pamit pada Mamanya, Naura langsung menuju kamar mandi untuk menyegarkan tubuhnya.


Naura seketika mengingat kejadian di rumah Tante Hilda dan membuat Naura menggelengkan kepalanya karena baginya bertemu Davian adalah kesialan untuk Naura dan entah kenapa dia bisa benci pada Davian padahal baru di kenalnya, mungkin karena pertemuan pertama yang tidak menyenangkan jadi membuat Naura membenci nya.


Selesai dengan membersihkan tubuhnya, Naura langsung memakai pakaian dan langsung merebahkan tubuhnya di ranjang sambil memainkan handphone nya, Sellin besok mengajak Naura jalan namun Naura menolaknya karena senin memasuki ulangan umum kenaikan dan Naura akan fokus belajar.


''Pasti Sellin gak nyaman di rumahnya, makanya malah ngajak jalan dan senin kan ulangan umum sekolah untuk kenaikan kelas lagi. ''


ucap Naura sambil menggelengkan kepalanya melihat pesan masuk dari Sellin untuknya.


Naura yang merasa lelah pun langsung terlelap tidur dan tidak memikirkan apapun lagi, sedangkan di lantai satu rumahnya sedang terjadi perdebatan antara kedua orang tuanya.


''Aku cuma meminta waktu libur saja sama kamu Marinka, biarkan Naura menginap di rumahku. ''


pinta Arman dengan nada yang pelan karena lelah berdebat dengan Marinka.


''Kamu ini seenaknya saja kalau bicara, Naura baru mau dua bulan tinggal sama aku dan seenaknya kamu bilang minta Naura setiap liburan menginap di rumah kamu, aku menolak nya. ''


tolak Marinka dan membuat Arman langsung kesal.


''Apa alasan nya kamu menolak?? Naura juga putri kandungku Marinka dan bukan putri kamu saja. ''


''Naura senin akan ulangan kenaikan dan dia gak aku ijinkan kemanapun selama masa ulangan. ''

__ADS_1


Arman menghela nafasnya karena dia lelah berdebat dengan Marinka yang selalu saja bisa membuatnya terpojok dan kalah.


''Pulanglah sudah sore soalnya. ''


usir Marinka dan membuat Arman melototkan matanya tidak percaya dengan ucapan Marinka.


''Aku mau menunggu Naura jadi gak akan pulang dulu. ''


tolak Arman dan membuat Marinka semakin kesal.


''Naura sedang tidur dan nanti saja kamu balik lagi. ''


ucap Marinka kembali mengusir mantan suaminya namun Arman tetap diam tidak beranjak.


Naura terbangun dan haus ternyata minumnya habis, Naura langsung beranjak untuk mengambil air minum nya, Naura menuruni tangga dan mendengar sayup sayup orang sedang berdebat.


Naura langsung menghampiri ke asal suara dan ternyata di ruang tamu depan, Naura menghela nafasnya saat melihat kedua orang tuanya yang sedang berdebat.


''Mama sama Papa lebih baik rujuk dan kembali bersatu saja, biar kalian gak selalu mendebatkan hal yang gak penting. ''


celetuk Naura sambil duduk di sofa dan membuat kedua orang tuanya menatap ke arahnya.


''Ngawur...... ''


ucap keduanya kompak dan membuat Naura tersenyum.


''Bahkan kalian kompak bicaranya barusan dan itu menandakan kalian memang masih memiliki perasaan masing masing. ''


''Kamu jangan bicara ngasal Naura, Mama gak mau kalau harus rujuk. ''


ucap Marinka dan membuat Arman kesal.


''Saya juga gak mau rujuk sama kamu Marinka. ''


tolak Arman dan membuat Marinka melototkan matanya.


''Kalian gak lelah setiap bertemu bertengkar terus, lebih baik kalian baikan hidup dengan damai dan jangan meributkan masalah yang gak jelas. ''


ucap Naura yang memang sudah pusing dengan perdebatan kedua orang tuanya.


''Mau Naura siapkan pernikahan untuk kalian berdua, biar damai dan gak membuat pusing. Naura sudah besar dan terbawa pusing mendengar kalian debat terus. ''


keluh Naura kembali dan membuat kedua orang tuanya diam.


Naura beranjak dan menuju dapur karena tenggorokannya sangat kering membutuhkan air minum sekarang.


Kedua orang tuanya terdiam dan mencerna setiap ucapan Naura, mereka baru menyadari kalau putrinya sudah dewasa dan bisa membaca situasi.


Naura langsung minta di buatkan jus mangga dan minta di buatkan mie rebus, Naura langsung duduk dan merebahkan kepala nya di atas meja makan sambil menunggu pesanannya selesai.

__ADS_1


Arman memilih beranjak dan menghampiri Naura, membiarkan Marinka duduk di ruang tamu sendirian, Arman tersenyum melihat putrinya yang diam di meja makan.


''Naura..... Papa pamit pulang yaa sayang. ''


ucap Arman dan Naura langsung duduk.


''Papa gak makan barengan kita dulu?? ''


ucap Naura dan Arman menggelengkan kepalanya.


Arman mencium puncak kepala Naura dan langsung pamit pulang karena percuma tetap diam malah akan semakin bertengkar dengan mantan istrinya.


Marinka memalingkan wajahnya saat bertemu tatap dengan wajah Arman, Arman hanya tersenyum masam dan langsung pergi menuju pintu keluar.


Di kediaman Tante Hilda.....


Davian kembali saat menjelang petang dan membuat Hilda langsung menanyakan dari mana, Davian menghela nafasnya saat di tanya darimana oleh Bundanya.


''Jawab Davi. Kamu darimana dulu setelah mengantarkan Naura pulang?? ''


ucap Hilda kembali saat putranya bungkam.


''Davi ada urusan sebentar Bunn dan jangan tanyain terus darimana, kesannya Davi jadi tersangka. ''


keluh Davian karena Bunda nya bertanya seperti seorang polisi mengitrogasi penjahat.


''Bunda hanya menanyakan saja Davi, jangan jangan kamu menjelajahi kegemaran kamu itu?? ''


tuduh Hilda dan membuat Davian terdiam.


''Kamu gak takut terkena penyakit?? setiap hari menjelajah wanita berbeda beda dan rutin setiap hari, kalau kamu gak bisa menahannya segeralah menikah jangan asal cemplung saja. ''


kesal Hilda dan Davian hanya diam karena memang Bunda nya bukan tandingannya kalau bicara.


''Sudah lah Bunn biarkan Davi istirahat dan kalau Davian sudah bosan juga pasti meninggalkan kebiasaannya. ''


Om Damian membela sang putra yang diam tanpa menjawab ucapan istrinya.


''Ayah sama Davi sama saja. ''


ketus Hilda sambil berbalik meninggalkan suami juga putranya.


''Davi lebih baik kamu mencari pacar dan kenalkan sama Bunda, biar Bunda gak beranggapan jelek terus sama kamu, Ayah tahu kamu pria yang gemar sekali dengan hobi aneh itu tapi setidaknya jangan membuat Bunda kamu berpikiran jelek terus karena Ayah mengerti itu kebutuhan kesenangan kamu dan Ayah percaya kamu pasti bermain aman juga bersih. ''


jelas sang Ayah dan Davian mengiyakannya lalu pamit menuju kamarnya.


.


.

__ADS_1


Bersambung......


__ADS_2