JODOH Dari MAMA

JODOH Dari MAMA
38 Pernikahan......


__ADS_3

Hari ini adalah hari pernikahan Naura dan Davian, pernikahan akan di sembunyikan karena Naura masih sekolah, agar Naura lebih nyaman menjalani sisa bangku sekolah nya.


Naura masih menangis di tenangkan oleh Sellin, pagi ini akad pernikahan akan di laksanakan di kediaman mewah milik Arman.


''Naura dengarkan aku baik baik, Kak Davian menyayangi kamu dan percayalah semua demi kebaikan kamu, aku juga pengen menikah tapi laki laki nya gak ada, aku percaya kalau malam itu kamu gak melakukan hubungan dengan Kak Davian, tapi kedua orang tua kalian memiliki asumsi masing masing, semua demi kebaikan kamu Naura. ''


ucap Sellin dan Naura hanya diam sambil meneteskan air matanya.


Marinka masuk kedalam kamar Naura dan menggelengkan kepalanya melihat Naura masih menangis walaupun di tenangkan oleh Sellin.


''Naura Mama ingin yang terbaik untuk kamu, Mama tahu kalau Davian laki laki penjelajah wanita tapi dia akan berubah kalau menemukan pawangnya yaitu kamu, gak akan ada laki laki yang mau menerima wanita yang sudah gak suci dan pernah tidur dengan laki laki sebelum menikah, sebejad bejadnya laki laki pasti menginginkan wanita murni dan suci, Davian adalah laki laki yang di pilih Mama untuk kamu, Davian jodoh dari Mama untuk kamu. ''


ucap Marinka dan Naura mengangguk.


''Pasrahkan semua Naura dan Mama sama Papa akan tetap ada untuk kamu, Sellin juga akan tetap bersama kamu, bersiaplah pengantin pria sudah datang dan Mama sama Sellin akan membawa kamu turun. ''


ucap Kembali Marinka dan Naura hanya Mengangguk.


Riasan Naura di rapihkan kembali oleh Marinka dan setelah di rasa cukup, Naura langsung di bantu berdiri lalu di himpit oleh Sellin dan Mama nya untuk di bawa menuju kursi kosong di samping Davian yang sudah menunggu.


Tak banyak yang hadir hanya saudara dekat dari kedua mempelai, Naura saat ini sudah ikhlas menerima kenyataan hidupnya karena memang dia juga bingung harus berbuat apa, melarikan diri pun gak akan mungkin bisa karena akan mempermalukan kedua orang tuanya.


Naura di bantu duduk di kursi samping Davian dan acarapun di mulai, penghulu langsung memulai acaranya hingga sebuah kata SAH dari saksi terucap yang artinya Davian resmi menjadi suami Naura.


Setelah menandatangani berkas berkas pernikahannya, Davian langsung memasangkan cincin di jari manis Naura, Naura pun sama memasangkan cincin nya lalu mencium tangan Davian di balas dengan ciuman di kening Naura penuh sayang oleh Davian.


Saat ini kedua pengantin melakukan sungkeman pada kedua orang tua nya, Naura tak hentinya menangis hingga Arman membawa Naura kedalam dekapannya.


Putri kecilnya sudah menikah dan menjadi tanggung jawab suaminya, putri kecilnya yang begitu di sayanginya dan selalu di manjakannya.


.


.


Setelah serangkaian acara selesai saat ini kedua pengantin sedang melakukan foto, dengan keluarga masing masing dan foto khusus kedua pengantin juga.


Raut wajah Naura tidak cemberut dan tidak menangis namun datar, Davian menghela nafasnya karena dia harus berjuang membuat Naura membalas cintanya dan Davian akan berusaha sekuat hati mendapatkan cinta Naura.


Acara pun selesai dan semua tamu undangan sudah membubarkan diri, keluarga Davian pun sudah pulang, Sellin dan kedua orang tuanya sudah pulang ke rumah Marinka yang sengaja Marinka berikan untuk Sellin.


Naura saat ini sedang di kamarnya yang di sulap menjadi kamar seperti raja dan ratu, kamar dengan nuansa putih tulang dan ranjang yang begitu besar yang akan menjadi tempat tidur Naura dan Davian.

__ADS_1


''Ya Tuhan......berikan aku kelapangan hati untuk menjalani semuanya, seperti mimpi tapi nyata. ''


gumam Naura dalam hatinya sambil melepaskan aksesoris yang melekat di tubuhnya.


Davian masih berbincang dengan sahabat juga asisten pribadinya, Davian akan libur kerja dua hari untuk mempersiapkan barang barang Naura yang akan di angkut ke rumah nya.


Sudah kesepakatan kalau Naura akan tinggal di kediaman Hilda dan Hilda tidak mengijinkan Davian membawa Naura tinggal di rumah yang di sediakan Davian hingga Naura cukup umur karena saat ini Naura masih dalam pengawasan Hilda dan marinka.


''Davi kamu harus ekstra sabar dan jangan memaksakan kehendak kamu pada Naura, itu pesan dariku. ''


ucap Antoni saat dia akan pamit pulang setelah asisten Davian pamit terlebih dahulu.


''Stock sabarku akan banyak tenang saja. ''


Jawab Davian sambil tersenyum dan Antoni mengacungkan jempolnya.


''Aku pulang dan nanti kalau kalian pindah aku akan ajak Sellin ke rumah kamu biar Naura bisa curhat. ''


ucap Antoni dan davian mengacungkan jempolnya.


Davian kembali masuk kedalam rumah dan mendengar keributan di dapur, saat Davian menghampirinya ternyata Papa mertuanya sedang mengurus Mama mertuanya.


tanya Davian saat menghampirinya.


''Sepertinya Naura akan memiliki adik, Mama kamu hamil Davi. ''


ucap Papa Arman dan Davian melototkan matanya.


''Naura akan cemburu nantinya Papa. ''


jawab Davian dan Arman hanya mengangguk sambil mengangkat tubuh Marinka untuk di bawa ke kamarnya.


''Davi tolong telphone dokter keluarga dong, sekalian bawa dokter kandungan gitu, nomernya ada di buku samping telphone. ''


ucap Arman dan davian langsung mengiyakannya setelah membuka pintu kamar mertuanya.


Davian langsung menghubungi dokter keluarga dan meminta membawa dokter kandungan juga, setelah nya Davian langsung menuju kamarnya karena tubuhnya terasa lengket.


Saat masuk kedalam kamar ternyata Naura sedang menyisir rambutnya dan sudah memakai pakaian rumahannya.


''Naura.....Mama kamu pingsan di kamar mandi setelah muntah muntah, sana temui dulu. ''

__ADS_1


ucap Davian dan Naura langsung menatap ke arah suaminya.


''Terus sekarang Mama dimana?? ''


tanya Naura dengan Nada khawatirnya.


''Di kamarnya tadi Papa membawa ke kamar. ''


jawab Davian dan Naura langsung berlari keluar dari kamarnya.


Davian hanya tersenyum sambil menggelengkan kepalanya melihat tingkah istri kecilnya yang harus di hadapi dengan penuh kesabaran karena emosi Naura masih labil dan Naura memiliki sifat keras kepala.


Naura langsung masuk kedalam kamar kedua orang tuanya, Papanya sedang duduk di samping Mamanya yang sedang terlelap.


''Papa.....kenapa gak bawa Mama ke rumah sakit ajah??malah di bawa ke kamar. ''


ucap Naura saat masuk kedalam kamar.


''Davi sudah menelphone Dokter dan mungkin sebentar lagi sampai dokternya, lagian sudah mau malam kasian Mama kamu nya. ''


jawab Papa Arman dan Naura mengangguk sambil berjalan menuju ranjang sisinya untuk menemani Mamanya.


''Kamu bukannya urus suami kamu malah nimbrung disini, kembali ke kamar sana. ''


ucap Papa Arman kembali saat melihat putrinya duduk di samping istrinya yang masih terpejam.


''Papa jahat banget malah ngusir anaknya sendiri, lagian Kak davi sudah besar ngapain di urusin. ''


jawab Naura dengan nada kesalnya dan Papanya menghela nafasnya.


''Kamu ini seorang istri yang harus melayani suaminya, besok kamu akan di bawa ke rumah mertua kamu dan biasakan bersikap sebagai seorang istri walaupun kamu masih sekolah juga kan tetap sama, kamu seorang istri. ''


ucap Papa nya Naura dan Naura tidak menanggapinya karena malas berdebat.


Sebenarnya Naura ingin protes saat kedua orang tuanya sepakat kalau Naura dan Davian tinggal di kediaman Davian, Marinka ternyata sedang hamil muda dan tidak mungkin bisa mengarahkan Naura menjadi seorang istri dan Hilda lah yang akan mengajarkan Naura sekaligus menjaga Naura juga.


.


.


Bersambung.......

__ADS_1


__ADS_2