
Naura hanya tersenyum melihat suaminya mengemudikan mobil sendiri tanpa dia, Naura menurut saat mamanya mengajak ke mobil nya yang di kemudikan Papa nya.
''Kasian Kak Davi loh Maa.....dia di mobil sendirian. ''
ucap Naura dan Marinka mengerutkan keningnya.
''Salah nya Davi. Kenapa dia malah bawa mobil bukan ikut masuk kedalam mobil ini?? Di rumah kan mobil ada buat dia kalau pergi ke kantor. ''
ucap Marinka dan Naura hanya mengangguk saja tanpa menjawabnya.
Kehamilan Mamanya saat ini memasuki bulan ketiga dan membuat Mamanya terlihat sedikit berisi, tubuh Mamanya dulu begitu indah tinggi semampai.
''Papa juga seperti supir loh di depan sendirian. ''
protes Papa Arman dan Marinka hanya mendelik ke arah suaminya.
''Salah siapa coba bukannya ajak Davian masuk ke mobil biar nemenin kamu Mas. ''
jawab Marinka dan Arman hanya mengiyakannya karena kalau mendebat sudah pasti dia yang akan di salah.
Saat ini istrinya berubah seperti rubah yang begitu bertaring kalau tersinggung dan membuat Arman selalu berhati hati jiga berbicara kepada istrinya.
Perjalanan dua puluh menit akhirnya tiba di kediaman Marinka saat malam menjelang, Marinka langsung di ajak istirahat oleh suaminya karena kehamilan sekarang sangat beresiko di usia yang cukup matang dan harus banyak istirahat.
Naura langsung tersenyum saat Davian menghampirinya sambil membawa koper, Naura langsung mengajak ke kamar untuk istirahat karena dia juga sudah makan malam di rumah Bunda Hilda.
''Sini kopernya biar aku rapihkan pakaian Kak Davi nya, nanti malah banyak lipatan. ''
ucap Naura saat masuk kedalam kamar dan mengambil alih kopernya.
Davian memberikan kopernya dan langsung menuju kursi untuk mengerjakan beberapa pekerjaannya yang tertunda hari ini, sedangkan Naura sibuk merapihkan pakaiannya di lemari.
Naura menyiapkan pakaian tidur untuk Davian, celana pendek dan kaos polos adalah pakaian tidur Davian lebih tepatnya Davian gak suka piyama.
Naura tersenyum senang karena pakaian tidur di rumahnya berupa piyama dan bukan gaun tipis seperti di rumah Bunda Hilda.
''Kak Davi, aku bobo duluan yaa. ''
ucap Naura saat setelah mengganti pakaiannya dan mendekati ranjang.
''Heummm......''
jawab Davian tanpa menoleh ke arah Naura karena dia fokus dengan layar nya dan Naura langsung merebahkan tubuhnya tidak mempermasalahkan nya.
Satu jam kemudian Davian selesai dengan pekerjaannya lalu merenggangkan ototnya sambil menatap ke arah Naura yang sudah pulas bergelung dengan selimbut.
Davian merapihkan leptopnya dan langsung menuju kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya, Davian tersenyum karena Naura sudah menyiapkan pakaian ganti untuknya.
''Ternyata punya istri sangat menyenangkan, kenapa gak dari dulu menikah. ''
gumam Davian sambil memakai pakaiannya.
Davian langsung berjalan menuju ranjang setelah selesai mengganti pakaiannya, Davian membuka selimbut yang membungkus tubuh Naura dan alangkah kagetnya karena Naur menggunakana setelan piyama tidur.
__ADS_1
''Ini namanya menyiksa. ''
gerutu Davian sambil membuka kancing baju Naura dimana ada dua benda yang sangat di sukainya.
Davian akhirnya berhasil membuka semua kancing piyamanya dan melepasnya dari tubuh Naura, Naura tidak terusik sama sekali dan membuat Davian semakin semangat melakukan nya bahkan akan melakukan lebih.
Davian menyeringai saat berhasil membuat Naura terlepas dari semua pakaiannya, Davian memulai aksinya dan membuat Naura Mendesaaah, Naura yang merasakan sentuhan pada intinya pun langsung membuka mata dan alangkah terkejutnya saat melihat Davian sedang melakukan kegemarannya yaitu memainkan benda kembar kesukaannya bahkan tangan nya memainkan inti tubuhnya.
''Kak......aku ngantuk, besok yaa lanjut lagi. ''
ucap Naura di sela sela permaianan tangan Davian.
''Kamu nikmatin saja yaa dan Kakak yang akan melakukannya. ''
ucap Davian dan Naura mencoba melepaskan tangan Davian namun sangat susah.
''Oh Tuhaaan.......malam ini aku bergadang lagi kalau gini, besok aku mau sekolah. ''
jerit Naura saat Davian mulai penyatuannya.
Naura yang menolak dari awal pun sekarang malah menikmaatinyaaa dan mengeluarkan suara suara yang membuat Davian semakin semangat menghentakan miliknya.
Satu jam permainan akhirnya Davian dan Naura mendapatkan pelepasaaaannya, Davian mencium kening Naura penuh sayang lalu mendekapnya setelah melepas penyatuannya.
''Tidurlah Sayang, malam ini sampai disini dulu karena besok kamu sekolah kan. ''
ucap Davian dan Naura mengangguk lalu mulai terlelap karena tubuhnya begitu lelah.
Davian harus istirahat karena besok dia akan ke kantor menyelesaikan pekerjaannya, asistennya sudah kembali dan membawa setumpuk berkas yang membutuhkan tanda tangannya.
.
.
Pagi menjelang......
Naura baru selesai membersihkan tubuhnya dan langsung menggunakan pakaian seragamnya agar Davian gak macam macam, setelah berpakaian barulah dia membangunkan Davian.
''Bangun kak....sudah siang loh. ''
ucap Naura sambil menepuk pipi Davian dan membuat Davian reflek membuka mata kareba telapak tangan Naura sangat dingin.
''Jam berapa memangnya?? masih ngantuk. ''
ucap Davian dan membuat Naura mendelik melihatnya karena tatapan Davian adalah tatapan memangsa.
''Jam enam Kak dan aku sekolah berangkat tiga puluh menit lagi, kalau Kakak masih ngantuk yasudah tidur saja, ada Papa atau supir yang akan mengantarkan aku ke sekolah. ''
ucap Naura dan Davian langsung beranjak menuju kamar mandi membuat Naura menggelengkan kepalanya.
Naura langsung merapihkan ranjangnya dan menyiapkan pakaian untuk Davian, Naura memilih menyiapkan buku pelajaran untuk hari ini sambil menunggu Davian selesai mandinya.
Pintu kamar di ketuk dan ternyata Marinka yang mengetuk untuk mengajak nya sarapan bersama.
__ADS_1
''Naura lagi siapkan buku sambil nunggu Kak Davi ya Maa, duluan aja kalau Papa sudah di meja makan. ''
ucap Naura dan Mamanya mengangguk.
Naura kembali masuk dan memasukkan buku buku kedalam tas nya, Davian juga selesai mandi dan langsung menggunakan pakaian yang di siapkan oleh Naura.
''Siapa barusan yang ketuk pintu?? ''
tanya Davian sambil memakai jas nya.
''Mama ngajakin sarapan barengan katanya dan ayo Kak nanti aku telat loh. ''
jawab Naura dan Davian mengangguk sambil membawa tas kerjanya yang berisi leptop beserta berkas nya.
''Sarapan dulu sebelum aktivitas. ''
ucap Marinka saat anak dan menantunya mendekat.
''Iya Maa dan ini juga mau sarapan. ''
ucap Naura sambil menyiapkan makanan untuk Davian.
Papa Arman tetap makan tanpa terganggu dengan keadaan di depannya, istrinya pagi ini membuatnya kenyang dan dia bersemangat hari ini.
''Kak Davi mau anterin aku ke sekolah gak?? ''
tanya Naura di sela sela makannya.
''Anterin dan nanti juga Kakak jemput, kita makan siang bersama. ''
jawab Davian dan Naura menyetujuinya.
.
.
Singkat cerita......
Naura sudah di dalam mobil dengan Davian yang mengemudikannya, Naura membaca buku pelajaran pertama pagi ini sedangkan Davian fokus dengan kemudinya.
''Jangan nakal dan ingat punya suami. ''
peringatan Davian saat Naura mencium tangannya untuk pamit.
''Satu lagi hampir lupa, ini kartu buat kebutuhan kamu karena kebutuhan makan semua tanggung Bunda dan Bunda bilang kamu butuh buat kebutuhan pribadi kamu jauh lebih penting, Pin nya tanggal pernikahan kita. ''
ucap Davian kembali dan Naura langsung menerima dua kartunya.
.
.
Bersambung......
__ADS_1