JODOH Dari MAMA

JODOH Dari MAMA
8 bertemu Papa


__ADS_3

Setelah derama yang hampir membuat semua murid pusing, akhirnya pelajaran guru Killer selesai dan semua murid bernafas lega.


''Gilla pak Wendi, setiap menerangkan pelajaran pasti berujung soal dan semua membuat kepala sakit. ''


keluh Sellin saat pelajaran berakhir.


''Kalau kamu mendengarkan dengan baik pasti gak akan sakit kepalanya. ''


ucap Naura dan membuat Sellin mengerucutkan bibirnya.


''Untuk ganteng kalau engga pastinya dongkol banget, killer dan wajah jelek pasti auto ambyar semuanya. ''


ucap Sellin dan Naura hanya tersenyum simpul.


Pelajaran kedua pun di mulai dan tidak terlalu membuat pusing, sedikit santai membuat semua murid lebih tenang dan gak terlalu memikirkan pelajaran menguras otak.


Bell jam istirahat pun berbunyi, Naura dan Sellin merapihkan buku bukunya dan langsung mengeluarkan kotak bekalnya.


''Bibi berlebihan sekali membuat makanannya, sangat komplit. ''


ucap Sellin saat melihat makanan di dalam kotak bekalnya.


''Kita nikmati dan ini semua rezeki yang harus di terima, uang saku kan jadi utuh dan bisa kita tabung buat membeli sesuatu. ''


ucap Naura sambil memakan makanannya dan Sellin mengiyakannya.


Ternyata bukan hanya Sellin dan Naura yang berbekal makanan, ada beberapa murid yang bekal juga jadi di kelas sedikit ramai tidak terlalu sepi.


Saat asik memakan makanannya ternyata ada empat orang kakak kelas duduk di hadapan naura dan sellin, yang tak lain adalah Malvin beserta gengnya.


''Masalah akan menimpa kita. ''


lirih Sellin dan Naura mengiyakannya.


''Naura kenapa kamu menghindarin saya?? saya hanya meminta nomer handphone kamu yang aktif. ''


ucap Malvin dan Naura menghela nafasnya.


Seliin mempersilahkan laki laki yang ada di hadapannya memakan makanan yang ada di atas meja dan dengan senang hati semua memakannya, bahkan Sellin malah ikut memakan tapi tanpa mengobrol.


''Lagian kalau Kak Malvin saya kasih nomer handphone yang aktif kan percuma, saya gak akan membalas pesan atau mengirim pesan. ''


ucap Naura dan Malvin menatap intens wajah Naura.


''Kenapa?? ''


tanya singkat Malvin dan Naura menggelengkan kepalanya.

__ADS_1


''Lebih baik Kak Malvin jaga jarak dari kami, kami ingin tenang belajar di sekolah hingga lulus nanti, kehadiran kak Malvin akan membuat masalah nantinya dan kami yang di rugikan. ''


jawab Naura dan semua menatap ke arah Naura.


''Saya akan menjamin kamu dan teman kamu aman gak akan ada masalah. ''


''Sudah lah Kak lebih baik jangan ganggu kami, kami hanya ingin fokus tanpa ada masalah dan maafkan saya. ''


''Saya gak akan mundur sebelum kamu mau berteman dengan saya Naura, saya gak perduli dengan yang lain lagi dan silahkan lanjutkan makannya. ''


ucap Malvin sambil mengajak ketiga temannya untuk keluar dari kelas Naura.


Setelah kepergian Malvin dan teman temannya, semua teman yang ada di kelas menatap Naura dan Naura tau arti tatapannya saat ini.


Naura melanjutkan makannya dan tidak perduli dengan teman satu kelas yang menatapnya karena mereka akan bosan sendiri nantinya.


Tak terasa jam pulang sekolah pun tiba, Naura dan Sellin langsung keluar dari kelas menuju gerbang utama, hari ini Sellin tidak akan menginap karena nanti malam Mamanya Naura akan pulang.


''Kamu gak mau menginap lagi memangnya Sell?? ''


tanya Naura saat keduanya berjalan di koridor sekolah.


''Besok pelajaran olah raga dan pakaian nya ada di rumah, next time saja aku menginap nya dan kamu juga gak akan kesepian karena Mama kamu kembali juga kan. ''


jawab Sellin dan Naura mengiyakannya.


Saat tiba di area parkir, Naura membeku saat melihat Papanya sedang menatap ke arahnya, Sellin langsung menggenggam tangan Naura karena mengetahui sahabatnya sedang tidak baik baik saja.


ucap Sellin dan Naura langsung terdiam tak lama mengiyakan ucapan Sellin.


''Pergilah temui Papa kamu karena orang luar gak bisa masuk kedalam area sekolah. ''


ucap kembali Sellin dan Naura mengangguk.


''Makasih Sell dan aku ke Papa dulu yaa, kamu hati hati pulangnya dan besok bawa bekal. ''


ucap Naura dan Selin mengacungkan jempolnya.


Naura berjalan menuju gerbang depan dan Sellin menuju mobil yang di parkirkannya, Naura menghembuskan nafasnya saat melihat senyum tulus Papanya.


''Naura sayang...... ''


ucap Papa Arman saat putrinya berada di hadapannya.


''Papa..... ''


ucap Naura dan langsung menghambur kedalam pelukan Papanya.

__ADS_1


''Putri cantik Papa akhirnya bisa bertemu juga sayang, Papa kangen banget sama kamu. ''


ucap Papa Arman sambil mengusap punggung Naura yang ada dalam dekapannya.


''Ikut makan siang sama Papa yaa, supir sudah Papa suruh pulang dan Papa sudah meminta ijin sama Mama kamu juga. ''


ucap Papa Arman sambil melepaskan pelukannya dan Naura menggangguk setuju.


Arman langsung menggandeng Naura menuju mobil dan setelah Naura duduk manis Arman menutup pintu mobilnya lalu mengitari mobil untuk masuk kedalam mobil dan mengemudikannya karena Arman mengemudikan mobilnya sendiri.


''Maafkan Papa yaa karena semua salah Papa yang terlalu percaya dengan wanita ular itu, kamu sampai menderita begitu lama. ''


ucap Papa Arman saat mulai melajukan mobilnya.


''Sudah lah Papa semua kan memang sudah terjadi dan Naura sudah melupakannya, nenek sihir itu juga kata Mama sudah mendapatkan balasan setimpal. ''


jawab Naura dan Papanya langsung tersenyum.


Arman membawa Naura ke sebuah restoran pavorite nya dan begitu sampai di area parkir, Arman langsung memarkirkan mobilnya.


Naura langsung turun dari mobil dan menggandeng lengan Papanya sambil berjalan memasuki restoran nya, Arman sudah memesan meja sebelumnya jadi tidak terlalu sulit saat sampai.


''Mau pesan makanann apa sayang?? ''


ucap Sang Papa saat Naura duduk manis di kursi meja restoran.


''Terserah Papa saja pesan apapun, Naura mau ke toilet dulu yaa. ''


jawab Naura dan Papanya mengangguk.


Naura langsung menuju toilet karena tiba tiba dia kebelet buang air kecil, Setelah selesai dengan urusan toilet nya, Naura langsung keluar dari toilet dan alangkah sialnya dia hari ini karena bertemu kembali laki laki menyebalkan bahkan Naura tertabrak olehnya laki laki itu adalah Davian saputra.


''Maaf gak sengaja saya buru buru. ''


ucap Davian dan membuat Naura mendelik sebal.


''Setiap ketemu kamu bawaannya sial mulu. ''


ucap ketus Naura sambil menepis tangan Davian lalu masuk ke area restoran untuk kembali ke meja nya.


''Gadis kecil itu setiap bertemu pasti marah marah, apa dia alergi dengan ketampananku yaa. ''


gumam Davian sambil menggelengkan kepalanya dan berjalan menuju masuk area restoran.


Davian sedang terburu buru karena dia ketinggalan handphone di toilet dan ternyata handphone nya masih ada, namun saat keluar kari toilet malah bertabrakan dengan Naura.


.

__ADS_1


.


Bersambung........


__ADS_2