JODOH Dari MAMA

JODOH Dari MAMA
60 Tamat


__ADS_3

Davian langsung meminta petugas memeriksa Naura saat Davian masuk kedalam UGD dengan Naura dalam gendongannya.


''Ada apa sama kamu Sayang?? bikin takut saja. ''


gumam Davian saat duduk di depan ruangan UGD menunggu Naura di periksa.


Davian tersadar saat handphone nya berdering dan itu panggilan dari Bundanya.


Dalam panggilan saat ini....


''Davi.....kamu dimana sekarang?? ''


''Davi lagi di depan ruangan UGD. ''


''Maksud kamu Naura masuk rumah sakit?? ''


''Bunda pliis jangan banyak nanya dulu, Davi sedang cemas dengan keadaan Naura. ''


''Ishh.....Davi kasih tahu dimana rumah sakit nya karena kami disini semua mengkhawatirkan Naura. ''


''Rumah sakit yang gak jauh dari rumah Sellin. ''


Panggilan berakhir.....


Semua langsung menuju rumah sakit termasuk pasangan pengantin, mereka tidak sadar karena sangat khawatir dengan kondisi Naura.


Davian terus merenung menunggu kabar Naura yang masih di periksa di dalam ruangan UGD, tak menunggu lama semua keluarga tiba di rumah sakit dan menghampiri Davian.


Davian menghela nafasnya saat semua berkumpul di hadapannya, bahkan pasangan suami istri yang baru SaH pun ikut hadir.


''Astaga kalian semua datang kesini?? Kamu juga Antoni ngapain kamu kesini masih pakai pakaian pengantin lagi. ''


ucap Davian dan semua langsung berdecak kesal me dengarnya.


''Naura memang tadi pagi muntah terus, mungkin efek semalam perawatan sampai tengah malam, makanya kami semua khawatir takut terjadi sesuatu sama Naura soalnya. ''


ucap Mamanya Sellin dan membuat Bunda Hilda langsung terdiam.


''Jangan jangan Naura hamil lagi. ''


gumam Bunda Hilda dalam hatinya sambil duduk menunggu Naura selesai di periksa.


''Jangan menyuruh untuk pulang dulu Davv, kami khawatir soalnya dan kami akan pulang setelah tahu kondisi Naura. ''


ucap Antoni yang mencegah saat Davian akan berbicara kembali.


Akhirnya dokter yang menangani Naura pun keluar ruangan dan langsung di hampiri semua keluarga, pertanyaannya semua sama bagaimana kondisi Naura.


''Pasien kelelahan dan prediksi awal setelah di periksa adalah, pasien sedang hamil muda makanya pingsan karena lelah, silahkan siapkan ruangan karena pasien harus di tangani inntensiv sebelum hasil medisnya keluar. ''

__ADS_1


jelas dokter dan membuat Davian tersenyum senang namun beda dengan semua keluarga yang langsung khawatir dengan kondisi Naura.


Davian dan semua keluarga langsung masuk kedalam ruangan UGD dimana Naura sedang tertidur karena masih dalam kondisi pingsan.


Leo langsung mengurus ruangan setelah di perintahkan oleh Davian, karena Davian saat ini sangat fokus dengan Naura yang masih tak sadarkan diri.


''Davi kamu tahu kan resiko nya gimana?? Naura masih sangat muda dan sekolahnya hanya tinggal beberapa bulan lagi, kenapa bisa bobol sampai hamil sih?? ''


ucap Bunda Hilda yang memang kesal dengan putranya.


''Bunn.....semua sudah takdir dan rezeki Davi sama Naura, sudah lah jangan mempermasalhkannya karena Davi gak keberatan kalau Naura harus putus sekolah juga. ''


ucap Davian dan membuat bunda Hilda semakin kesal.


''Sudah Bunn jangan ribut, malu sama orang orang dan lagian semua sudah takdirnya. ''


ucap Ayahnya Davian yang memang menenangkan istrinya.


Naura langsung di pindahkan ke ruangan yang sudah di siapkan, Antoni dan semua keluarga langsung pulang karena memang mereka semua masih mengenakan pakaian pernikahan, yang tertinggal di rumah sakit hanya kedua orang tua Naura dan Davian saja.


Marinka saat ini merasa bahagia dan juga sedih, karena takut putrinya gak akan menerima kehamilannya, seperti penolakan di awal sebelum Naura menikah dengan Davian.


Papa Arman terus menenangkan kegundahan istrinya karena saat ini istrinya sedang hamil di larang berfikir keras apalagi sampai melamun soperti saat ini.


Davian terus menggenggam tangan Naura yang terasa dingin, Davian ingin saat Naura membuka mata yang di lihat pertama adalah wajahnya.


Hasil laboraturium Naura akan keluar dalam waktu empat jam, semua hasil medis akan keluar dan akan mengetahui bagaimana kondisi Naura, apa benar hamil atau tidak.


''Aku lagi dimana Kak?? ''


tanya Naura saat di bantu duduk oleh Davian.


''Di rumah sakit, kamu ada yang terasa sakit gak sayang?? ''


jawab Davian dan Naura menggelengkan kepalanya membuat semua bernafas lega.


''Nanti tunggu dokter untuk memberitahukan hasil medis kamu nya Sayang, sekarang lebih baik rebahkan tubuhnya jangan bersandar. ''


ucap Davian dan Naura mengangguk.


''Davv, kami pulang duluan yaa dan kabarin apapun hasil medisnya, Mama harus istirahat soalnya. ''


ucap Papa Arman saat menghampiri Davian.


''Papa sama Mama jangan risau, Davi akan menjaga Naura dan Mama jangan banyak pikiran karena Naura baik baik saja. ''


ucap Davian dan Kedua orang tua Naura mengangguk setuju.


Setelah pamit pada kedua besannya, Papa Arman langsung mengajak istrinya segera pulang karena takut terjadi sesuatu pada istrinya.

__ADS_1


Tak lama dari kepergian orang tua Naura, Dokter masuk kedalam ruangan dan membawa hasil medis Naura.


''Pasien positif hamil dan usia kandungannya memasuki minggu ke empat, pasien masih lemah dan harus di rawat sampai kondisinya pulih. ''


jelas dokter dan membuat Davian langsung bahagia mendengarnya.


Dokter memberikan resep obat untuk di konsumsi oleh Naura, setelah nya langsung pamit meninggalkan ruangan, Bunda Hilda saat ini bahagia juga sedih dengan kehamilan Naura.


''Bunda sama Ayah pulang dulu, ingat Davi kamu harus jelaskan perlahan sama Naura dan kalau Naura sudah bangun langsung suapi makan yaa, Bunda udah siapkan di meja. ''


ucap Bunda Hilda dan Davian langsung mengangguk setuju.


Kedua orang tua Davian pun langsung pamit, di ruangan rawat hanya ada Davian yang menunggu Naura dengan sabar, Davian begitu bahagia karena dia berhasil menghamili Naura dan dia tidak menyangka kalau Naura secepat ini hamil.


Naura membuka matanya dan Davian langsung tersenyum sambil mencium tangan Naura, Naura mengerutkan keningnya dengan sikap Davian saat ini.


''Sayang dengarkan Kakak baik baik yaa, kamu saat ini sedang Hamil dan usia kandungannya memasuki minggu ke empat, kamu bahagia gak?? ''


ucap Davian dan Naura langsung meminta duduk membuat Davian langsung reflek membantunya.


''Aku beneran Hamil Kak?? ''


tanya Naura yang meyakinkan kembali ucapan suaminya.


''Benar Sayang, kamu hamil dan ini hasil buah cinta kita berdua, kamu bahagia kan Sayang?? ''


jawab Davian sambil menggenggam tangan Naura.


''Antara bahagia dan sedih Kak, bahagia karena aku ternyata Hamil dan sedihnya karena aku kan masih sekolah Kak, hanya tinggal dua bulan lagi kelulusan. ''


ucap Naura dan Davian langsung tersenyum.


''Gak masalah Sayang, kalau kamu mau berhenti sekolah juga gak masalah. ''


ucap Davian dan Naura menggelengkan kepalanya.


''Aku akan tetap sekolah Kak, sayang soalnya karena bulan depan kan ujian kelulusan juga. ''


ucap Naura dan Davian langsung tersenyum mengangguk.


''Terimakasih karena kamu bersedia hamil, awalnya kita menikah karena insiden tapi akhirnya kamu menerima pernikahan ini, aku sangat mencintai kamu Naura. ''


ucap tulus Davian dan Naura langsung tersenyum.


''Aku juga mencintai kamu Kak Davi. ''


jawab Naura dan Davian langsung membawa Naura kedalam dekapannya.


.

__ADS_1


.


Tamat.


__ADS_2