JODOH Dari MAMA

JODOH Dari MAMA
36 Rencana licik Davian


__ADS_3

Sore menjelang.......


Sellin dan yang lainnya pamit kembali ke hotel untuk mengambil barang barangnya, Kedua orang tua Sellin menunggunya di rumah.


''Aku gak sangka Sellin di kelilingi orang yang menyayanginya, padahal di rumahnya Sellin menderita dan aku bersyukur Sellin lepas dari wanita itu. ''


ucap Mamanya Sellin dan Ayahnya mengiyakannya.


''Sellin dan Naura bersahabat dari mereka SMP kalau gak salah, aku gak terlalu memperhatikan perkembangan Sellin karena aku sibuk mengalihkan aset yang terlanjur di atas namakan wanita itu. ''


Ucap Ayahnya Sellin dan Mamanya Sellin hanya terdiam sambil menghela nafasnya.


.


.


Tiba di hotel Sellin dan Naura langsung menuju kamarnya untuk mengemas pakaiannya, Naura sudah memberitahukan pada Papanya kalau dia menginap di kediaman Sellin dan Papanya mengiyakannya karena komplek yang di tempati orang tua Sellin adalah milik Marinka dan semua keamanan sangat nomer satu.


''Kamu udah ngabarin orang tua kamu Naura?? ''


tanya Sellin saat Naura menutup kopernya.


''Udah dan Papa bilang kalau komplek yang di tempati orang tua kamu itu property milik Mama Marinka, ternyata Kak Davi gak bohong. ''


ucap Naura dan Sellin tidak kaget mendengarnya karena kedua orang tua Naura sangat kaya raya dengan berbagai macam usaha yang mempuni.


''Sudah jangan di pikirkan Naura, sekarang kita ke rumah orang tua aku yaa. ''


ucap Sellin mengalihkan ucapan Naura dan Naura mengangguk tersenyum.


Dua koper sudah siap dan Sellin berkeliling takut ada yang ketinggalan, setelah di pastikan aman Sellin langsung mengajak Naura keluar dan ternyata bertepatan dengan kedua laki laki yang akan ikut dengannya.


Mereka berempat di antar oleh supir karena mobil akan kembali ke asal, di rumah orang tua Sellin sudah ada mobil dan tidak perlu membawa dari hotel.


Tumbenan Davian acuh dan tidak mendebat Naura membuat senang dan dia bisa santai menghemat energinya, Davian sedang membaca pesan dari Bundanya yang akan datang ke kota itu untuk berlibur juga, Davian sedang menyusun strategi agar Naura mau di jodohkannya saat ke gep orang tuanya karena kedua orang tua Naura pun akan ikut untuk bertemu kedua orang tua Sellin.


Tiba di kediaman Sellin ternyata Mamanya Sellin menyambut putrinya datang dan Sellin langsung memeluk Mamanya membuat Naura memutar matanya jengah dengan tingkah Sellin.


Semua koper di bawa ke kamar masing masing oleh pelayan, malam ini Sellin akan tidur dengan Mamanya dan Sellin sangat bersedia.


''Kamu mau di temani Kakak tidurnya?? Seperti Sellin di temani Mamanya. ''


tanya Davian saat akan memasuki kamarnya yang bersebelahan dengan kamar Naura.


''Mimpi Kakak jangan kejauhan nanti gak kesampaian malah gentayangan. ''


ejek Naura sambil mendelik lalu masuk kedalam kamarnya untuk istirahat.

__ADS_1


Davian keluar dari kamarnya dan untuk mencari dapur karena dia kehausan saat ini, ternyata Naura pun sama sedang menuangkan air minumnya, senyum iblis Davian muncul dan dia bergegas ke kamar mengambil sesuatu.


Davian langsung kembali ke dapur dan menghampiri Naura yang sibuk membuat susunya, Naura menatap tajam Davian saat pria itu duduk santai di hadapannya.


''Tolong buatkan teh tawar hangat yaa?? Pliiss!! ''


pinta Davian dan Naura menghela nafasnya lalu berbalik menuju kompor untuk membuatkan minuman Davian.


Davian langsung memasukan sesuatu ke dalam minuman Naura dan membuat Davian bersorak karena besok pagi pagi kedua orang tuanya akan tiba.


Davian sudah mengatur strateginya dan meminta bantuan Antoni untuk mengalihkan Sellin kalau dia akan menghampiri kamar Naura.


''Maafkan Kakak yaa Naura karena dengan cara ini Kakak bisa menjerat kamu dan kakak janji akan membuat kamu jatuh cinta sama Kakak. ''


gumam Davian dalam hatinya dan senyum liciknya langsung terbit di wajahnya.


Setelah membuatkan teh nya Naura langsung memberikan pada Davian dan dia pamit duluan ke kamar setelah meminum susunya sampai habis, Davian bersorak senang karena idenya berhasil tinggal menunggu efek nya saja dan dia akan menjalankan rencananya.


Davian masuk kedalam kamar sambil membawa teh nya dan dia pun memasukkan obat pada teh nya, beberapa menit menunggu Davian langsung menuju kamar Naura dan tepat dugaannya Naura sudah tertidur pulas karena obat tidurnya bereaksi.


Davian langsung mengangkat tubuh Naura untuk di bawa kedalam kamarnya, merebahkannya dengan hati hati dan setelah Naura nyaman dia meminum teh nya agar dia nyenyak dan mengikuti permainannya.


Davian ikut terlelap dan sangat pulas hingga tidak sadar kalaU Naura tidur memeluknya dengan erat, Naura merasakan kenyamanan dalam alam bawah sadarnya.


Pagi menjelang......


''Suatu kehormatan karena kalian datang ke rumah saya, mari masuk Tuan Tuan dan Nyonya Nyonya. ''


ucap Ayahnya Sellin dan kedua orang tua itu langsung masuk kedalam rumah Orang tua Sellin.


Sellin dan Mamanya langsung membuatkan minuman juga cemilan, bahkan memerintahkan koki untuk membuat sarapan banyak karena pagi ini akan sarapan bersama sama.


''Mana Naura?? ''


tanya Marinka saat Sellin menyajikan minumannya.


''Sepertinya masih tidur Tante karena semalam larut sekali tidurnya. ''


jawab Sellin dan Marinka mengangguk.


Antoni gabung dan menyapa kedua orang tua Davian juga Sellin, Orang tua Davian kaget melihat Antoni ada di kediaman orang tua Sellin.


''Loh Antoni menginap juga di rumah ini?? Davian juga ikut menginap dong?? ''


ucap Hilda dan Antoni mengiyakannya.


''Davian kayanya masih tidur Tante dan Antoni gak berani membangunkannya takut marah. ''

__ADS_1


jawab Antoni dan Hilda langsung beranjak.


''Saya boleh ke kamar yang di tempati Davian gak?? Mau membangunkan Davian karena gak sopan sekali di rumah orang masih tidur. ''


ucap Hilda dan Ayahnya Naura mengijinkannya.


''Aku juga ikut mau membangunkan Naura masa anak gadis jam segini masih tidur. ''


ucap Marinka dan Hilda langsung mengiyakan nya.


Sellin mengantarkan kedua ibu itu menuju kamar Naura dan Davian, saat mendatangi kamar Naura ternyata dalam keadaan kosong dan membuat Marinka mengerutkan keningnya.


''Ke kamar Davian dulu deh aku, kamu cari di kamar mandi kali ajah Naura lagi mandi. ''


ucap Hilda dan Marinka langsung masuk kedalam kamar Naura.


Saat Marinka akan membuka pintu kamar mandi terdengar jeritan Hilda dan membuat Marinka berlari menuju kamar sebelah, bahkan orang di ruang tamu pun langsung menuju ke arah jeritan yang ternyaata di kamar Davian.


''Astaga Nauuuraaaa......''


jerit Marinka sambil menutup mulutnya melihat sang putri tertidur saling memeluk dengan Davian dalam satu selimbut.


Naura mengerjapkan matanya dan tersentak saat memeluk tubuh Davian, Naura meringis saat melihat tatapan tajam orang tuanya.


''Baguuus.....kamu mengecewakan Mama dan Papa kamu Sayang yang sudah memberikan kepercayaan buat kamu, kami tunggu di bawah Naura. ''


ucap Papa Arman dan langsung menggandeng istrinya yang syok keluar dari kamar.


Semua langsung bubar kecuali Hilda yang langsung menarik baju putranya, Davian yang tersadar paksa pun marah namun saat melihat wajah garang Bundanya langsung tersadar.


''Apa siih Bunn......Davian masih ngantuk. ''


rengek Davian dan membuat Hilda langsung menampar wajah putranya.


''Bangun dan Bunda tunggu di lantai bawah, memalukan kamu Davi dan Bunda kecewa. ''


ucap Hilda dan Davian langsung tersadar lalu menatap ke arah Naura yang sedang menangis di tenangkan Bundanya.


''Ayo ke kamar kamu sayang dan kami tunggu di lantai bawah, kalian berdua harus mempertanggung jawabkan semuanya. ''


ucap Hilda sambil membantu Naura turun dari ranjang menuju kamarnya.


.


.


Bersambung......

__ADS_1


__ADS_2