JODOH Dari MAMA

JODOH Dari MAMA
50 pasrah.....


__ADS_3

''Bundaa.....jangan bahas yang membuat Naura malu, Naura benar benar malu. ''


protes Naura dan membuat Bunda Hilda tersenyum.


''Sayang.....Bunda ingin kita itu terbuka dan jangan ada kata malu, kamu anak Bunda sama seperti Davi dan ayo kita berbincang di ruang tengah, biarkan Davian asik dengan mainan barunya. ''


jawab Bunda Hilda sambil mengajak Naura menuju ruangan keluarga.


Bunda Hilda langsung membawa Naura untuk duduk di sampingnya dan meminta Bibi untuk membuatkan minuman juga cemilannya.


''Bunda tahu kalau semua yang Bunda tanyakan ini bersifat pribadi, tapi Bunda beneran penasaran dan takut terjadi sesuatu yang tidak di inginkan. ''


ucap Bunda Hilda dan membuat Naura terdiam.


''Bunda mau nanya apa yang mengganjal di hati Bunda?? ''


tanya Naura dan Bunda Hilda langsung tersenyum.


''Bunda takut kamu hamil sayang, sebentar lagi kamu ujian kelulusan dan kalau kamu hamil takutnya mengganggu aktifitas kamu, Davi pakai kontrasepsi atau bagaimana sayang?? ''


ucap Bunda Hilda dan membuat Naura tersenyum.


''Kak Davi ga pakai kontrasepsi dan cuma yang terakhir di dalam di keluarinnya, selebihnya di luar Bunda. ''


ucap Naura dan membuat Bunda Hilda menghela nafasnya.


''Bagaimana kalau kamu hamil Naura?? Davian itu sudah di wanti wanti jangan kebablasan. ''


ucap Bunda Hilda dengan nada khawatirnya karena dari awal Naura mengatakan takut hamil dan belum siap karena masih sekolah.


''Bunda dengerin Naura yaa, kalaupun Naura hamil pasti Naura akan terima karena Tuhan mempercayakannya untuk Naura, Naura pasrah saja karena Kak Davi juga sudah bilang bagaimana takdir saja kedepannya dan Kak Davi bilangnya gak ada sensasinya kalau di luar. ''


jelas Naura dan membuat Bunda Hilda lega mendengarnya namun kalimat akhirnya membuat Bunda Hilda melototkan matanya.


''Aishh....anak itu benar benar menuruni sifat Ayahnya kalau begini, Bunda lega karena kamu berfikirnya dewasa Sayang, pokonya jangan takut karena Bunda akan selalu mendukung kamu. ''


jawab Bunda Hilda dan Naura menganggukan kepalanya.


''Kalian malah asik disini dan ninggalin Davi di meja makan sendirian, untung Bibi negur kalau engga sampe malam di meja makan. ''


protes Davian saat menghampiri ke ruang keluarga lalu duduk di samping Naura.


''Habisnya Kak Davi asik sama handphone dan gak sadar kalau handphone itu punya aku. ''

__ADS_1


jawab Naura dan Davian langsung tersenyum.


''Habisnya handphone nya asik Sayang, banyak game nya dan game nya aneh aneh. ''


ucap Davian dan membuat Bunda Hilda mendelik.


''Kamu masa kecil kurang bahagi, sudah besar menjelajah wanita dan sekarang malah ke kakanak kanakan memainkan game di handphone orang lain, memalukan sekali kamu ini. ''


sindir Bunda Hilda dan membuat Davian mendeli sekarang.


''Bunda coba deh baikin Davi jangan terus terusan mojokin kesalahan masa lalu Davi, kasian kan menantu kesayangan Bundanya. ''


jawab Davian dan Bundanya hanya mengangkat bahunya tanda tidak mau tahu dengan semua ucapan Davian.


''Ayo Sayang ikut Kakak. ''


ajak Davian sambil menarik lembut tangan Naura dan di cekal Bunda Hilda.


''Ehh....enak ajah main ajak ajak, Naura lagi ngobrol sama Bunda dan jangan di ganggu. ''


protes Bunda Hilda dan membuat Davian kesal.


''Davi kan suaminya dan berhak atas Naura, Bunda pliis jangan ngajakin Davi ribut terus dong dan sekarang sudah siang waktunya Naura bobo siang. ''


''Sudah Bunn, biar Naura ikut sama Kak Davi dan nantinya kalian malah ribut. ''


ucap Naura yang memang sudah pusing sekali kepalanya.


Bunda Hilda akhirnya mengijinkan Naura di bawa oleh Davian, Davian langsung tersenyum senang dan senyumnya begitu cerah.


Naura sampai kedalam kamar dan langsung menuju ruang ganti untuk memakai baju tipis karena siang ini terasa sangat panas, Davian langsung menuju ranjang dan duduk bersandar sambil selonjoran kaki menunggu Naura yang entah sedang apa.


Saat Naura keluar dari ruang ganti, alangkah kagetnya Davian melihat gaun Naura yang sangat tipis dan pastinya terbuka, seketika membuat juniornya langsung menegang.


''Sayang.....kamu sengaja memancing aku kan?? ''


ucap Davian saat Naura mulai merebahkan tubuhnya di ranjang setelah menyalakan AC kamarnya.


''Mancing apaan?? Emang Kak Davi empang mesti aku pancing, ngarang. ''


ucap Naura yang memang tidak mengerti arah ucapan Davian.


''Astaga Istriku sangat polos atau pura pura polos, kita suami istri dan sudah melewati malam panjang bahkan pagi tadi mengulanginya, kamu memakai pakaian yang tipis dan sangat terbuka seperti ini kalau gak memancing aku nyentuh kamu apalagi coba?? ''

__ADS_1


jelas Davian dan membuat Naura menegang dengan ucapan Suaminya.


''Ahh.....kamu mesum sih. ''


teriak Naura sambil memukul mukul lengan davian.


''Sakit Sayang jangan mukul dong, normal bukan mesum namanya. ''


jawab Davian sambil menggenggam tangan Naura yang memukulnya.


''Sama saja, aku lupa kalau punya suami yang hobinya menjelajahi wanita, awas aku mau ganti pakai pakaian tertutup. ''


ucap Naura sambil melepaskan cekalan di tangannya namun Davian langsung menarik Naura.


''Ohh....tidak bisa sayang, kamu sudah membuat junior bangun dan hanya kamu yang bisa membuatnya tenang dan ayo kita ulangi kembali. ''


ucap Davian yang mulai mengaktifkan tangannya untuk menyentuh titik sensitif milik Naura.


Naura hanya pasrah saat Davian kembali membawanya terbang ke angan angan, sungguh sangat membuat Naura kesal, senang, marah dan menikmatinya. semua melebur jadi satu.


''Kamu memang yang terbaik istriku. ''


ucap Davian setelah selesai dengan yang di lakukannya.


Naura hanya bisa mendumel dalam hati karena dia tidak punya tenaga untuk berontak, pelepasannya sungguh membuat dia melayang dan tidak memikirkan apapun lagi.


Naura langsung terlelap seperti biasa kalau Davian mengajak nya olah raga, Davian yang kelelahan pun ikut tertidur pulas sambil memeluk erat tubuh polos Naura.


Davian dan Naura benar benar pasrah kalau Naura harus hamil karena Davian enggan membuang benihnya di luar dan selalu di dalam.


Sore menjelang......


Sellin baru membuka matanya setelah tidur siang panjang setelah pulang sekolah dan Sellin baru ingat kalau dia di ajak makan malam oleh Antoni.


Sellin langsung menuju kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya lalu bersiap untuk pergi, Sellin sengaja tidak memberitahukan ke Mama dan Ayahnya karena ingin Antoni langsung yang membicarakannya.


''Nanti selesai makan malam, aku ajak Kak Antoni ke rumah Naura mau gak yaa. ''


gumam Sellin sambil memakai handuknya.


.


.

__ADS_1


Bersambung.....


__ADS_2