
Ternyata rumah Tante Hilda begitu megah bahkan mirip istana di negeri dongeng, bahkan jarak dari gerbang utama menuju rumah lumayan jauh dan Naura hanya berdecak melihatnya.
Naura turun dari mobil untuk mengetuk pintunya terlebih dahulu dan tidak membiarkan supir menurunkan barangnya.
''Ahh..... Naura ternyata sudah sampai Sayang, ayo masuk masuk. ''
ucap Tante Hilda saat Naura mengucapkan salam di depan pintu.
''Itu barang titipan Mamanya banyak sekali Tante, masih di dalam mobil. ''
ucap Naura dan Tante Hilda tersenyum.
''Sebentar Tante panggil Davi buat membantu menurunkan barangnya yaa. ''
ucap Tante Hilda dengan senyumnya dan Naura mengangguk.
Naura langsung kembali ke mobil untuk mengambil tasnya dan meminta supir menurunkan barangnya, Naura pun ikut membantu juga.
''Haahhh...... di bagasi juga masih ada?? ''
ucap Naura saat supirnya membuka pintu bagasi belakang.
''Banyak di bagasi malah Non dan yang di dalam mobil itu makanan kata Nyonya. ''
jawab supir dan membuat Naura kesall.
Di dalam rumah. Tante Hilda memanggil putranya untuk membantu Naura menurunkan barangnya dan Davi saat ini sedang santai berbincang dengan Ayahnya.
''Cepat Davi bantu Naura kasihan nurunin barang sendirian loh. ''
ucap Tante Hilda dan Davian langsung beranjak menuju halaman depan rumahnya.
Naura memunggungi pintu saat ini jadi Davian belum melihat sosok Naura dan hanya membantu memasukan barang yang ada di teras kedalam rumah.
''Akhirnya selesai juga, pinggang aku sakit loh Mang dan semua karena ulah Mama. ''
keluh Naura sambil menutup pintu bagasinya dan Supirnya hanya tersenyum mengangguk.
''Mamang duluan pulang Non Naura dan nanti di jemput kembali sama Mamang. ''
ucap supir dan membuat Naura membulatkan matanya.
''Ko Mamang malah ninggalin sih kan Naura udah selesai antarkan barangnya, Naura ikut pulang lah. ''
protes Naura dan supirnya langsung gelagapan untuk memberikan alasan.
''Mamang mau service dan ganti oli mobil dulu Non, masa mau ikut ke bengkel. ''
ucap Supir beralasan dan Naura langsung mendelik sebal.
''Naura sayang ayo masuk, kenapa malah diam di luar rumah?? barang barang biarkan Davi yang membawanya masuk. ''
ucap Tante Hilda dan membuat sang supir bernafas lega.
Naura langsung menghampiri Tante Hilda dan ikut masuk kedalam rumah, Naura bahkan mencium tangan Tante Hilda dan Suaminya Om Damian.
__ADS_1
''Naura sudah besar sekarang yaa, dulu masih sangat bayi terakhir Om bertemu kamu. ''
ucap Om Damian dan Naura hanya tersenyum tipis mendengar nya.
''Ayo duduk dulu sambil nunggu di buatkan minum sama Bibi. ''
ucap Tante Hilda dan Naura langsung duduk.
''Bunn.... barang barang nya sudah Davi masukan semua yaa. ''
ucap Davian sambil menghampiri ke ruang keluarga dan betapa terkejutnya saat melihat gadis yang selalu bertengkar saat bertemu dengannya ada di hadapannya.
Naura mendelik saat menatap wajah laki laki yang paling tidak mau di lihatnya ada di hadapannya bahkan tersenyum cerah.
''Kenapa sayang?? ''
tanya Tante Hilda yang melihat reaksi Naura saat melihat Putranya.
''Kenapa laki laki buaya darat ini ada di rumah Tante?? ''
ucap Naura dan membuat Tante Hilda dan Om Damian langsung tertawa karena baru pertama kalinya ada yang mengatai putranya dengan berani.
''Hadeuuuh..... adek manis masa Kakak di bilang Buaya, berarti kita sedang di negeri air dong dan kamu ikan nya. ''
ucap Davian sambil tersenyum manis di hadapan Naura.
''Isshhh..... mimpi kamu terlalu jauuh. ''
jawab Naura dengan nada ketusnya.
''Sudah jangan debat, Naura sayang dia ini Davian putranya Tante dan syukurlah kalian sudah saling kenal ternyata. ''
''Naura gak saling kenal dan gak mau kenal. ''
tolak Naura dan membuat Davian langsung mendelik mendengarnya.
''Yasudah kalau gak mau kenal gak masalah, kamu bisa memanggil Kak Davi. ''
ucap Tante Hilda dan Naura mengangguk.
''Padahal saat bayi sangat menggemaskan dan lucu yaa Bunn, tapi sekarang sangat galak. ''
sindir Davian dan Naura langsung melototkan matanya ke arah Davian.
Kedua orang tua Davian hanya tersenyum melihatnya karena Davian jarang sekali sesantai sekarang bahkan tersenyum walaupun menjahili Naura.
''Biarin ajah suka suka aku, Tante kayanya salah atau ketukar saat bayi deh dan harus melakukan tes DNA karena gak mungkin anak Tante itu dia. ''
ucap Naura dan membuat Davian langsung melototkan matanya saat ini sedangkan kedua orang tua Davian langsung tertawa.
Davian langsung beranjak dan mendekat ke arah Naura, Naura langsung meminta perlindungan dari Tante Hilda.
''Ini bibir lemes sekali siih minta di cium yaa. ''
ucap Davian yang berhasil duduk di samping Naura.
__ADS_1
''Ahhh... Tante tolongin Naura, jauhkan anak Tantenya Naura takut. ''
jerit Naura dan membuat Tante Hilda memukul tangan Davian yang sudah menggenggam bahu Naura.
''Davi..... sudah jangan ganggu Naura terus. ''
ucap Tante Hilda dan Davi langsung tersenyum lalu duduk kembali tapi di samping Naura.
''Takut tapi ledekin terus kamu tuh, enak ajah nuduh Kakak bukan anak Bunda Hilda. ''
protes Davi dan Naura langsung melototkan matanya sambil mencibir Davian.
''Habisnya jauh sekali sama Tante Hilda, kamu kan buaya. ''
ucap Naura yang teguh tuduhannya pada Davian.
''Kamu kenapa bisa nuduh Kak Davi buaya?? memang terlihat tampang buaya?? ''
tanya Tante Hilda sambil tersenyum mengusap lengan Naura.
''Naura menyaksikan sendiri anaknya Tante beli pengaman tuh alias balon. ''
ucap Naura dan Davian langsung melototkan matanya.
''Apaaa....semua fakta. ''
tentang Naura dan membuat Davian langsung mencubit pipi Naura karena gemas dengan mata Naura yang melotot.
Naura langsung memanyunkan bibirnya kareba cubitan yang di berikan oleh Davian, kedua orang tua Davian tersenyum dengan tingkah putranya dan Naura.
''Sudah jangan berantem terus nanti kalian malah berjodoh loh. ''
ucap Om Damian dan membuat Naura mengelus perutnya.
''Amit amit amit..... Om doanya jelek sekali. ''
protes Naura dan Davian langsung membawa mencekal Naura dengan lengannya membawanya kedalam dekapannya yang berhasil membuat Naura menjerit.
''Makanya jangan ngasal kalau bicara, Bunn jadiin saja perjodohannya Davi mau menikah sama bocah nakal ini. ''
ucap Davian sambil mendusel Naura kedalam dekapannya.
''Jangan Tante..... Naura menolak dan gak mau menikah sama buaya. ''
protes Naura dan Davian langsung melepaskan dekapannya karena Naura mencubit pahanya.
''Kalian ini lucu sekali seperti kucing dan tikus. ''
ucap Tante Hilda sambil tersenyum dan merapihkan rambut Naura yang berantakan karena ulah putranya.
Tante Hilda begitu senang karena kehadiran Naura meramaikan rumahnya yang biasanya berisi obrolan obrolan bisnis antara suami dan putranya, tapi sekarang putranya terlihat bahagia karena bisa berdebat dengan Naura lebih tepatnya ada lawan untuk bercanda dan berdebat, senyuman Davian membuktikan kalau Davian pasti akan menerima perjodohannya dan tinggal memastikan Naura menyetujuinya saja saat ini.
.
.
__ADS_1
.
Bersambung......