
Ternyata teori pelajaran olah raga begitu memusingkan menurut Naura dan dia lebih suka praktek langsung atau pelajaran matematika sekalian.
Sembilan puluh menit kemudian akhirnya selesai dengan Teori dan semua murid di kelas Naura langsung menuju lapangan untuk ujian praktek.
Naura dan Sellin begitu bersemangat, hingga Malvin yang memperhatikan Naura tidak di sadarinya, yaa.... Malvin datang ke sekolah padahal dia sudah masa bebas setelah ujian nasional selesai.
Tujuan Malvin datang adalah untuk bertemu dengan Naura yang sangat sulit di temuinya karena selalu menghindar.
Hanya tiga puluh menit ujian praktek olah raga selesai, Sellin menyikut lengan Naura dan menunjuk dengan arah pandangan nya pada Malivin yang sedang menatapnya.
''Sepertinya dia sengaja datang deh. ''
ucap Sellin sambil memberikan air minum untuk Naura.
''Biarkan saja laah Sell, kita mandi di restoran saja yaa karena Mas Aldo sudah ada di sana menunggu kita soalnya. ''
ucap Naura dan Sellin mengiyakannya.
Naura dan Sellin langsung beranjak dan berjalan menuju kelas untuk mengambil tas sekolahnya, ternyata di kelas masih ramai teman teman nya yang belum pulang.
Naura dan Sellin langsung meninggalkan kelas setelah pamit pada teman temannya, saat sampai di parkiran ternyata Malvin menghadangnya.
''Bisa kita bicara Naura?? pliiss?? ''
ucap Malvin dengan nada memohonnya.
''Ikuti kita dari belakang yaa, gak enak kalau mengobrol di area sekolah karena masih ada murid lain juga. ''
jawab Naura dan Malvin mengiyakannya.
Naura langsung masuk kedalam mobil yang sudah siap untuk melaju dengan Sellin pengemudinya, Sellin menatap ke arah Naura yang melihat ke belakang dimana motor Malvin mengikutinya.
''Kamu luluh juga akhirnya Naura. ''
ucap Sellin dan Naura menggelengkan kepalanya.
''Aku cuma kasihan sama dia karena terus saja mengejar, padahal udah aku tolak. ''
jawab Naura dan Sellin tersenyum ke arah Naura.
''Atau kamu menyukai Kak Davian yaa?? ''
selidik Sellin dan Naura hanya mendelik mendengarnya.
__ADS_1
''Jangan fitnah Sellin dan nantinya bahaya loh. ''
jawab Naura dan Sellin langsung terbahak mendengar kekesalan Naura karena menyebut nama laki laki paling di hindarinya.
Dua puluh menit melajukan mobil akhirnya tiba di restoran, Naura dan Sellin keluar dari mobil masih menggunakan pakaian olah raganya.
Malvin menghampiri dan tersenyum pada Naura, tapi senyumnya tidak pernah menggetarkan hati Naura dan itu sangat aneh.
Naura dan Sellin berjalan masuk kedalam restoran di ikuti Malvin, Naura juga sudah memberi pesan pada Aldo kalau dia nanti ke ruangan nya karena saat ini dia sedang bersama teman sekolah nya yang lain.
''Aku yang ke ruangan Mas Aldo yaa Naura dan kamu silahkan berbicara dengan Kak Malvin. ''
ucap Sellin yang sengaja memberikan ruang untuk Naura dan Naura mengangguk.
''Sambil ngemil yaa mengobrolnya biar gak canggung soal nya. ''
ucap Naura saat pelayan menghampirinya memberikan buku menu.
Malvin langsung memesan cemilan dan Minumannya setelah Naura memilih untuk nya, Malvin menarik nafasnya dan menghembuskannya perlahan.
''Aku cuma mau berbicara sama kamu karena di sekolah kamu sangat susah di ajak berbicara, aku mengerti kenapa kamu menghindar karena banyak faktor juga di sekolah. ''
ucap Malvin dan Naura mengangguk membenarkan ucapan Malvin.
''Fans Kak Malvin sangat kejam kejam dan aku menghindari nya, maaf kalau aku selalu menghindar karena semua demi kenyamanan aku di sekolah. ''
''Aku sebenarnya sudah tertarik sama kamu dari awal kamu masuk sekolah Naura, tapi kamu selalu menghindar dan puncaknya tadi aku nekad masuk sekolah hanya untuk menghampiri kamu dan memberitahukan kalau aku menyukai kamu. ''
''Kenapa harus aku kak?? banyak loh perempuan lainnya yang lebih dari aku. ''
''Aku cuma jatuh hati sama kamu Naura, aku sengaja memberitahukan nya sama kamu karena aku akan melanjutkan Study di luar negeri dan aku hanya ingin mengutarakan isi hati sebelum berangkat. ''
Jawaban Naura terpotong karena Pelayan menghampiri sambil membawa pesanannya lalu menyajikannya di atas meja, Naura mengucapkan terimakasih sebelum pelayan menjauh dari meja nya saat ini.
Di ruangan pribadi Naura dan Sellin, Sellin sedang mendengarkan laporan dua restorannya dari orang kepercayaan nya dan Naura yaitu Aldo, terbukti selama dua tahun Aldo sangat kompeten menjalankan restoran, apartemen dan butiknya, walaupun bukan Aldo yang menjalankan tapi pekerjaan nya cukup bagus dan memuaskan.
''Makasih Mas Aldo karena mau di repotkan sama aku dan Naura, semua laporannya nanti Naura yang memeriksanya karena saya kurang mengerti. ''
ucap Sellin dan Aldo mengangguk tersenyum.
''Baik Nona dan saya permisi kalau begitu, mau kembali ke Apartment lagi. ''
jawab Aldo karena memang kantornya ada di apartemen dan merangkap tempat tinggalnya.
__ADS_1
Setelah Aldo keluar dari kantornya Sellin langsung membuka handphonenya dan ternyata Naura yang mengirimkan pesan masuk meminta Sellin ke meja nya sekarang karena ada pengacau.
''Naura kamu sangat lucu kalau menahan kesal. ''
ucap Sellin sambil tertawa karena dia tahu Naura sedang kesal sekarang.
Sellin keluar dari ruangannya menenteng tas punggungnya dan tersenyum saat melihat Naura di himpit tiga pria, Sellin mengenal dua pria nya yaitu Malvin dan Davian tapi satu Pria tidak di kenalnya.
Sellin menghampiri dan langsung di tarik duduk oleh Naura, sejenak pandangannya beradu dengan pandangan pria asing di hadapannya dan Sellin langsung memalingkan pandangannya.
''Kamu jangan mengganggu calon istri saya, sudah sana tinggalkan meja ini. ''
usir Davian dan membuat Naura melototkan matanya sedangkan Sellin tersenyum tipis mendengarnya.
Malvin langsung pamit dan Naura mengejarnya, saat Davian akan mencegahnya di tahan oleh Antoni, pria asing itu adalah Antoni sahabat Davian.
''Sudah lah Davi biarkan Naura mengantar temannya, lagian kamu kepedean sekali mengaku Naura calon istri kamu. ''
ucap Antoni dan Davian langsung mendelik ke arah Antoni.
Davian menatap ke arah Sellin dengan tatapan penuh selidik, Sellin merinding melihatnya.
''Kamu tahu kan kalau Naura calon istri saya?? kenapa kamu membiarkan dia berdua dengan laki laki lain?? kamu bersekongkol yaa?? ''
tuduh Davian dan Sellin menggelengkan kepalanya.
''Naura memangnya benar calon istrinya Kak Davian?? tapi Naura gak pernah membahasnya. ''
jawab Sellin dan membuat Davian melototkan matanya pada Sellin.
''Stop Davi jangan membuatnya takut nanti Naura malah marah sama kamu, kita kesini mau makan Davi dan bukan mau berdebat pliis perut aku lapar. ''
ucap Antoni dan Davian langsung meminta pelayan mendekat.
''Bereskan meja nya saya mau memesan makanan. ''
titah Davian dan pelayan mengangguk.
Sellin langsung beranjak saat melihat Naura memberikan kode padanya, Sellin juga membawa tas Naura dan handphone nya.
Davian mengerutkan keningnya saat melihat Naura dan Sellin masuk ke sebuah ruangan dan Davian yakin itu bukan toilet.
.
__ADS_1
.
Bersambung......