
Hari senin adalah hari yang paling tidak di sukai semua orang yang beraktifitas di pagi hari, jalanan sangat macet dan pasti akan terlambat menuju tujuan.
Tapi tidak dengan Naura karena dia sudah memprediksikan dan dia memilih pergi lebih awal, hingga tiba di sekolah tidak terlambat.
Hari ini adalah hari yang menentukan naik kelas atau engganya, karena hari ini adalah hari ujian sekolah semester akhir kenaikan kelas.
''Sellin.... tumben kamu pendiam?? ada apa?? ''
ucap Naura yang baru menyadari sahabatnya menjadi pendiam dan tidak banyak bicara.
''Kamu tahu kan kalau Kak Nagita segalanya bagi Ayah dan Ibu, walaupun sekarang mengecewakan nya tapi tetap Kak Nagita terbaik, aku merasa di singkirkan tau di rumah. ''
ucap Sellin dengan nada sendunya dan Naura ikut sedih mendengarnya.
''Nanti kita bahas setelah ujian selesai, sekarang kamu fokus dengan pelajaran dulu yaa. ''
ucap Naura dan Sellin mengangguk.
Sellin dan Naura langsung fokus dengan pelajaran saat dua guru pengawas memasuki kelas, tas sekolah beserta isinya di simpan di depan kelas dan hanya menyisakkan alat tulis saja beserta alas menulis.
Naura tidak terlalu kesulitan mengerjakan soalnya dan Sellin pun sama tidak terlalu sulit baginya tapi tetap kepintaran Naura di atasnya karena Naura bintang pelajaran di kelas, semua mata pelajaran di kuasainya bahkan bahasa inggris nya begitu lancar.
Tepat pukul dua belas siang pelajaran selesai, Naura langsung mengajak Sellin menuju rumahnya dan Sellin menyetujui nya karena di rumah pun tidak ada yang mengkhawatirkan nya.
''Sudahlah Sell jangan sedih, masih apa Mama aku yang menyayangi kamu. ''
ucap Naura yang mengemudikan mobil milik Sellin.
''Aku gak sedih cuma sakit hati saja Naura, aku seperti bukan anak dari keluargaku sendiri dan aku merasakannya sudah sangat lama. ''
jawab Sellin dengan nada yang terdengar kecewa.
''Kamu mau menempati apartemen yang kita beli?? kalau mau kita bisa merubahnya sekarang dan menyesuaikan keinginan kamu. ''
ucap Naura yang mengingat apartemen yang pernah di belinya bersama Sellin dan sekarang di sewakan nya.
''Memangnya ada unit yang kosong?? ''
tanya Sellin dan Naura menganggukkan kepalanya.
''Sepertinya ada dan sekarang kita pulang dulu ke rumah aku, bibi pasti sudah masak dan gak baik kalau kita gak memakan nya. ''
ucap Naura dan Selling mengiyakannya.
Selama perjalanan menuju rumah Naura, Sellin hanya sibuk menatap jalanan di hadapannya dan dia langsung tersadar kalau Naura lah yang mengemudikan mobilnya.
''Loh..... aku baru sadar sumpah deh, kamu yang mengemudikan mobilnya Naura. ''
__ADS_1
ucap Sellin tiba tiba dan membuat Naura tersentak kaget karena nada suara Sellin terdengar keras.
''Sellin..... kamu bikin aku kaget tau, kamu makanya jangan memikirkan apapun yang membuat pusing kepala kamu, biarkan keluarga kamu begitu gak adil sama kamu dan sekarang tugas kamu untuk membuktikan kalau kamu lebih hebat tanpa mereka. ''
kesal Naura dan membuat Sellin terdiam.
''Oke Naura dan maaf karena buat kamu khawatir, janji ini yang terakhir aku sedih meratapi nasib. ''
ucap Sellin dan Naura tersenyum sambil mengacungkan jempolnya.
''Kita wujudkan impian lama kita, bangun kembali usaha lama kita, aku pusing sama mama dan papa yang selalu bertengkar kalau bertemu. ''
''Jadi kamu bakalan temanin aku tinggal di apartemen milik kita?? ''
''Betul dan aku yakin kita bisa membiayai kehidupan dengan penghasilan yang kita dapatkan, kamu siap kan meninggalkan kemewahan milik orang tua kamu?? ''
''Iya Naura dan aku gak punya alasan buat mempertahankannya, paling mobil ini hadiah ulang tahun dari suami Kak Nagita yang akan aku bawa kemanapun. ''
''Kita bicarakan sambil makan siang yaa. ''
Naura langsung memparkirkan mobil Sellin dan langsung masuk kedalam rumah diikuti oleh Sellin, ketika sampai di ruang keluarga ternyata Marinka ada tidak ke kantor.
''Mama..... gak ngantor?? ''
ucap Naura yang heran melihat Marinka duduk di sofa dengan leptop di pangkuannya.
jawab Marinka dengan nada kesalnya dan Naura hanya tersenyum.
''Ehh..... ada Sellin ternyata. ''
ucap Marinka saat Naura dan Sellin mencium tangannya.
''Iya Tante sengaja mampir. ''
jawab Sellin dan Marinka tersenyum.
''Ganti pakaian kalian dan jangan lupa bersihkan kaki juga tangan, kita makan siang bersama yaa. ''
titah Marinka dan kedua gadis belia itu langsung mengangguk patuh.
Marinka menyimpan leptopnya dan meminta pelayan menyiapkan makan siangnya, Marinka langsung membantu menyiapkan makan siangnya karena koki sudah memasakkan nya.
Saat tiba di dalam kamar Naura, Sellin langsng memilih pakaian untuknya, lalu mengikuti Naura untuk menggantinya.
''Ada Mama kamu Naura dan kita gak bebas membahasnya loh. ''
ucap Sellin sambil merapihkan seragam sekolahnya.
__ADS_1
''Bagus malahan jadi nanti Mama aku bisa kasih solusi dan siapa tahu mengijinkan kita tinggal di apartemen kan bagus jadinya. ''
enteng sekali jawaban Naura dan membuat Sellin mendelik.
''Sudah jangan di pikirkan dulu karena jamaah sedang kelaparan sekarang, setelah mengerjakan dua mata pelajaran. ''
ucap Naura kembali dan Sellin mengiyakannya lalu mengikuti Naura menuju meja makan.
Marinka tersenyum dan menyiapkan makanan untuk Naura juga Sellin, keduanya hanya duduk dan membiarkan Marinka melayaninya.
''Makan dan habiskan oke, nanti kita belajar bersama setelah makan siang. ''
titah Marinka saat selesai menyiapkan makanannya.
Naura dan Sellin langsung memakan makanannya dengan lahap karena mereka berdua memang sangat lah lapar.
Sepuluh menit kemudian makan selesai, Marinka meminta Naura dan Sellin untuk belajar di ruang keluarga sekalian menemaninya bekerja, kedua remaja itu pun setuju dan langsung membawa pelajaran sekolahnya.
Sellin dan Naura saling berpandangan, Marinka sibuk dengan leptopnya dan tidak terpengaruh dengan obrolan Sellin juga Naura.
''Bagaimana?? kamu sudah tanyakan unit yang kosong nya belum?? ''
ucap Sellin saat melihat Naura selesai dengan pelajaran nya.
''Bentar aku tanyakan dulu, kalau ada yang kosong langsung kita ambil dan kita lihat langsung. ''
jawab Naura sambil menghubungi orang orang yang mengelola apartemen nya.
Sellin kembali mempelajari pelajarannya dan membiarakan Naura menjauh untuk berbicara dengan orang orangnya yang mengelola apartemen.
''Tante Marinka sangat fokus sampai gak menggubris kita berdua yang membicarakan di luar pelajaran. ''
gumam Sellin dalam hatinya sambil menatap keseriusan Mamanya Naura dengan leptop nya.
Tidak lama menunggu akhirnya Naura menghampiri dan tersenyum manis ke arah Sellin sambil menaik turunkan alisnya.
''Ada yang kosong dan aku minta di tutup, mereka lagi membersihkannya dan kita kesana satu jam lagi untuk melihat keadaannya. ''
ucap Naura saat melihat tatapan pertanyaan dari wajah Sellin.
''Akhirnya apartement itu bermanfaat juga untuk kita Naura dan gak sia sia kita membelinya. ''
ucap Sellin dan Naura mengiyakannya.
.
.
__ADS_1
Bersambung......