JODOH Dari MAMA

JODOH Dari MAMA
25 Fakta sellin....


__ADS_3

Naura dan Sellin tiba di parkiran besment Apartment nya dan langsung menuju lift untuk menuju unit Apartment nya, Sellin terlihat diam dan melamun setelah kembali dari restoran.


''Chef Gerald memang seorang pemain Sell, kamunya ajah di butakan sama ketampanannya. ''


ucap Naura saat mereka berjalan menuju unit nya.


''Iyaa Naura dan aku sangat benci melihatnya, maaf karena aku memecat chef Gerald. ''


jawab Sellin dan Naura tersenyum mengangguk.


''Sudah sejak lama aku pengen memecat dia tapi takut kamu marah dan sekarang kamu yang memecatnya langsung jadi aku berkurang bebannya. ''


ucap Naura dan Sellin memanyunkan bibirnya.


Naura dan Sellin langsung masuk kedalam kamar masing masing untuk membersihkan tubuhnya, sedangkan Bibi menghangatkan makanannya untuk kedua gadis belia.


''Naura..... kamu punya pembalut?? ''


tanya Sellin yang tiba tiba masuk kedalam kamar Naura.


''Ada tapi cuma beberapa biji lagi, kamu lagi datang bulan?? ''


jawab Naura dan Sellin mengangguk.


''Aku mau ke minimarket bawah deh kalau gitu beli stock buat kamu juga. ''


''Baiknya kamu tuh Sell jangan lupa belikan aku cemilan yaa. ''


''Siip..... aku ke bawah yaa. ''


Sellin langsung keluar dari kamar Naura dan langsung pamit pada Bibi untuk ke minimarket bawah, Bibi mengiyakannya dan Sellin mengacungkan jempolnya sambil tersenyum.


Sellin tiba di minimarket dan langsung membawa keranjang belanjaan untuk tempat belanjaannya karena dia akan membeli beberapa cemilan pesanan Naura.


Saat di kasir Sellin mengantri pembayarannya dan ternyata ada Antoni yang membeli minuman juga beberapa cemilan.


''Loh kamu temannya Naura yang tadi siang di restorankan?? ''


ucap Antoni dan Sellin hanya tersenyum tipis dan membuang mukanya karena Sellin sedang malas basa basi.


Tiba giliran Sellin dan ternayata Antoni yang membayarkannya lalu meminta di satu struk kan, Sellin ingin menolak tapi bibirnya begitu kelu untuk berbicara dan membiarkan Antoni yang membayarkannya.


''Kamu kok bisa ada di minimarket ini?? Apa kamu salah satu penghuni Apartemen ini juga?? ''


Ucap Antoni saat keluar dari minimarket diikuti Sellin.


''Iya.... aku penghuni salah satu unit Apartement disini dan bersama Naura juga. ''


jawab Sellin yang entah kenapa bisa ikut duduk di kursi dekat minimarket yang memang menjadi tempat nongkrong penghuni apartement.

__ADS_1


''Tetanggaan dong yaa, aku juga penghuni di lantai delapan belas. ''


ucap Antoni dan Sellin hanya mengangguk.


''Kita belum kenalan loh, nama saya Antoni dan kamu siapa namanya?? ''


ucap Antoni kembali yang memang tertarik dengan Sellin.


''Nama saya Sellin dan saya tinggal di lantai dua puluh di apartement ini. ''


jawab Sellin dan Antoni langsung tersenyum lebar.


''Gak apa apa yaa saya ajak kamu nongkrong dulu, di kamar gak ada teman makanya saya ke bawah beli minuman sama cemilan. ''


''Iya gak apa apa lagian Naura di kamar ada Bibi yang nemenin. ''


''Apa Naura dan Davi selalu bertengkar kalau bertemu??


''Sepertinya begitu karena Naura selalu kesal kalau bertemu dengan Kak Davian. ''


''Davi tau gak kalau kalian tinggal di apartement ini?? soalnya Davi gak membicarakannya saat tadi mampir sebentar. ''


''Davian sudah tahu dan pernah berkunjung juga ke unit kami, silahkan kalau mau memberitahukannya. ''


ucap Sellin dan Antoni hanya tersenyum.


.


.


''Mama dan Papa semakin intim yaa, Naura senang deh melihatnya. ''


ucap Nuara dan kedua orang tuanya hanya menggelengkan kepalanya.


''Sellin mana Sayang?? Papa mau membicarakan tentang keluarganya, tadinya gak akan di kasih tahu tapi kata Mama kamu. Sellin berhak tahu yang sebenarnya dan ada kamu yang akan menenangkan Sellin lebih baik dari siapapun. ''


Ucap Papa Arman dan membuat Naura mengerutkan keningnya.


''Ada rahasia di balik keluarga Sellin dan Papa mau menjelaskannya Naura. ''


ucap Mama Marinka dan Naura mengangguk.


''Sebentar Naura hubungi Sellin dulu, dia lagi ke minimarket bawah. ''


jawab Sellin sambil beranjak menuju kamarnya untuk mengambil handphone nya.


Naura langsung meminta Sellin secepatnya kembali dan Sellin mengiyakannya, Naura kembali ke ruang utama untuk gabung dengan kedua orang tuanya yang sedang menikmati teh hangat yang di bikinkan oleh Bibi.


''Pokonya kamu harus bisa menenangkan sellin karena Papa percaya kalian memiliki kedekatan yang sama seperti saudara kandung, masalah Sellin lebih besar dari masalah kamu Naura. ''

__ADS_1


jelas sang Papa dan Naura mengiyakannya.


''Kamu sama Davi beneran sudah memutuskan untuk di jodohkan Sayang. ''


ucap Mama Marinka dan membuat Naura melototkan matanya.


''Mana ada. Mama ini ngarang sekali kalau bicara dan jangan percaya sama buaya itu. ''


kesal Naura yang mendengar pernyataan sang Mama.


''Kamu beneran pacaran sama Davian?? ''


tanya sang Papa saat ini yang meyakinkan ucapan sang istri.


''Papa pliis jagan percaya sama ucapan Mama deh, Naura gak memiliki hubungan apapun yaa. ''


tegas Naura dan kedua orang tuanya hanya menghela nafasnya.


Tidak lama menunggu akhirnya Sellin datang dan langsung menyalami kedua orang tua Naura setelahnya meminta tolong pada Bibi untuk menata belanjaannya.


''Duduk Sellin karena kita akan mengobrol santai dan gak akan memberatkan siapapun. ''


ucap Papa Arman dan Sellin mengangguk tersenyum.


''Tante harap kamu bisa menerima kenyataannya Sell dan ingat kamu masih ada Naura, Tente dan Om yang selalu mendukung kamu. ''


ucap Mama Marinka dan membuat Sellin langsung terdiam dengan ucapan Marinka.


Arman menyodorkan sebuah berkas rahasia mengenai Sellin dan hasilnya sangat akurat setelah di selidiki berulang ulang.


''Sell..... kamu bukan anak kandung ibu kamu, dia ibu tiri kamu tapi kamu dan Kakak kamu satu ayah tapi beda Ibu, Ayah kamu menjalin hubungan gelap dengan sekertarisnya hingga lahirlah kamu dan naas semua ketahuan oleh istri Ayah kamu, Ibu tiri kamu meminta kamu di asuhnya setelah Ayah kamu melepaskan ibu kandung kamu karena harta yang dimiliki sekarang adalah milik ibu tiri kamu, itu semua belum pasti Sellin dan hanya kamu yang bisa mencaritahu kebenarannya, nanti kamu bisa mendengar cerita yang aslinya. ''


jelas Arman dan membuat Sellin menitikan air matanya.


''maaf sebelumnya kalau ucapan Om menyinggung kamu, kamu di jadikan alat atau tawanan oleh Ibu tiri kamu untuk tetap mendapatkan Ayah kamu Sellin, saat ini Ayah kamu sedang melakukan perjalan bisnis di dampingi ibu kandung kamu, Ibu kandung kamu menetap di kota sebelah dan alamatnya sudah di tuliskan dengan jelas. ''


jelas Arman kembali dan Naura langsung merangkul bahu Sellin yang sedang menangis.


''Ingat Sellin kamu gak sendiri, masih ada kami yang akan menjaga kamu dan Om juga Tante akan bertanggung jawab untuk kehidupan kamu hingga kamu mendapatkan pasangan yang tepat, buktikan pada orang tua kamu Sell kalau kamu bukan alat untuk mempertahankan Ayah kamu di sisi ibu tiri kamu karena kamu terlalu berharga. ''


ucap Marinka yang memberikan dukungan untuk Sellin.


''Terimakasih karena Om dan Tante mau mendukung Sellin dan Sellin janji akan sukses tanpa mereka. ''


jawab Sellin dan Kedua orang tua Naura mengangguk sambil tersenyum.


Naura langsung memeluk Sellin dan kedua nya menangis tersedu sedu, Marinka langsung ikut merangkul kedua gadis belia yang ada di hadapannya untuk menenangkannya.


.

__ADS_1


.


Bersambung.....


__ADS_2