JODOH Dari MAMA

JODOH Dari MAMA
48 Seharian bersama dengan Davian


__ADS_3

Seakan candu dengan tubuh Naura, Davian mengulangnya beberapa kali hingga membuat Naura kelelahan bahkan setengah pingsan.


Setelah puas Davian langsung terlelap sambil memeluk tubuh Naura.


Pagi menjelang......


Sudah pukul enam pagi tapi Naura belum bergabung ke meja makan dan membuat Bunda Hilda khawatir karena takut Naura sakit, Bunda Hilda belum sadar kalau Davian sudah kembali dan ada di kamar dengan Naura.


Saat akan ke kamar Naura ternyata suaminya menuruni tangga dan membuat suaminya langsung bertanya.


''Bunda mau kemana?? ''


tanya Sang Suami dan membuat istrinya langsung berbalik.


''Mau membangunkan Naura, biasanya sudah duduk buat sarapan dan ini belum Ayah, takutnya Naura sakit di kamar nya. ''


jawab Sang Istri dan membuat Suaminya menggelengkan kepalanya.


''Bunda lupa kalau Davi sudah datang tadi malam, sudah jangan bangunkan Naura karena sehari tidak sekolah gak akan membuat Naura tertinggal pelajaran kan. ''


ucap Ayahnya Davian dan membuat istrinya mengangguk lalu mengikuti suaminya menuju meja makan untuk sarapan.


Keduanya sarapan tanpa Naura karena memang saat ini Naura masih terlelap damai dalam dekapan Davian yang memang membuat Naura bekerja semalaman.


.


.


Davian lebih dulu mengerjapkan matanya dan melihat Naura masih tertidur pulas, Davian melepaskan pelukan Naura dengan sangat pelan agar tidak mengganggu kenyaman Naura.


Davian memakai kaos nya dan langsung keluar dari kamar karena saat ini perut nya sangat lapar sekali, saat membuka pintunya ternyata rumah dalam keadaan sepi karena jam sudah menunjukan pukul sembilan pagi, hanya ada pelayan yang hilir mudik sedang mengerjakan pekerjaannya.


Tiba di ruang makan, Davian langsung membuat sarapannya tanpa di bantu pelayan karena Davian ingin membuat makanan sendiri, untuknya dan untuk Naura juga.


''Davi.....keterlaluan sekali kamu ini, Naura kenapa gak kamu bangunkan, dia kan sekolah pagi ini. ''


protes Sang Bunda saat menghampiri putranga ke dapur.


''Naura habis bergadang dan biarkan Naura tidur, lagian sehari gak sekolah gak akan membuat Naura bodoh Bunda. ''


jawab Davian dengan nada santainya dan membuat Bundanya memukul lengan sang putra karena mengerti arah pembicaraan putra nya.


''Kamu gak kelepasana kan Davi?? ''

__ADS_1


tanya Sang Bunda penuh selidik.


''Kelepasan apa maksud nya?? ''


jawab Davian sengaja menggoda Bundanya.


''Aishhh....kamu ini Bunda nanya serius Davian, jangan sampai Naura hamil saat ujian nasional kelulusan karena Naura akan sangat terganggu. ''


ucap Bunda hilda dengan nada kesalnya dan Davian hanya mengangguk.


Bunda Hilda hanya menggelengkan kepalanya melihat putranya sangat cuek pagi ini, rambut acak acakan has bangun tidur, celana pendek dan kaos oblongnya membuat Davian benar benar terlihat baru bangun tidur.


''Lanjutkan buat sarapannya dan buatkan untuk Naura juga jangan lupa. ''


ucap Bunda Hilda kembali sambil melangkahkan kakinya menuju keluar area dapur melanjutkan ke halaman belakang.


Davian selesai membuat sarapannya, dia membuatkan sup jamur dengan daging cincang sebagai taburan di atas roti panggangnya, Davian membawanya menuju kamar karena dia akan sarapan dengan Naura juga.


Pintu kamar terbuka dan ternyata Naura sedang bersandar sambil memainkan handphone nya, Naura menatap ke arah Davian yang tersenyum kepadanya, bahkan Davian terlihat sangat tampan di matanya.


''Sarapan dulu baru kita mandi yaa, biar Kakak yang mengurus kamu pagi ini. ''


ucap Davian sambil menghampiri Naura dan Naura hanya mendelik ke arah suaminya.


Davian dengan telaten menyuapi Naura dan Naura menerima suapannya saat Davian melototinya karena Naura akan protes, Davian tersenyum saat Naura menerima suapan darinya.


''Makasih karena kamu memberikan ijin semalam dan kamu sangat memuaskan Sayang. ''


ucap Davian dan membuat Naura langsung bersemu karena ucapan prontal Davian.


''Itu karena kak Davi semalam sangat menyebalkan dan membuat aku menurutinya. ''


protes Naura dan membuat Davian mengerutkan keningnya mendengar ucapan Naura yang marah.


''Semalam suara kamu sangat lembut loh Sayang, kenapa pagi ini jutek lagi dan kejam. ''


ucap Davian sambil menyuapi Naura kembali.


Naura sudah kenyang dan menolak suapan yang di berikan Davian, Davian tidak mempermasalhkannya karena Naura sudah makan lumayan banyak.


Davian menghabiskan sisa makanannya dan langsung membawa nampan berisi piring kotornya keluar dari kamar, Naura langsung beranjak dari ranjangnya dan meringis karena terasa perih bagian intinya.


Naura menatap darah kering di tengah tengah kasurnya dan membuay Naura tersenyum karena bisa memberikannya pada suaminya, Naura langsung berjalan ke arah kamar mandi karena takut Davian kembali ke kamar bisa bahaya kalau melihatnya dalam keadaan tanpa busana.

__ADS_1


Naura menyiapkan air hangat kedalam bak rendamnya, memberikan wangi aromatherapy juga agar tubuhnya nyaman, setelah penuh Naura langsung masuk kedalam nya dan merendam tubuhnya.


Naura meringis saat intinya terkena air hangat, namun detik berikutnya langsung normal kembali, Naura merasakan kenyamanan saat ini, tubuh pegalnya sedikit hilang.


Saat asik dengan berendam, Davian membuka pintu kamar mandi dan membuka seluruh pakaian nya lalu gabung berndam dengan Naura, Naura malas berdebat dan membiarkan Davian bergabung dengannya.


''Nyaman nyaa......tubuh kamu sudah baikan kan?? ''


ucap Davian dan Naura mengangguk.


Davian langsung tersenyum bahkan menyeringai membuat Naura waspada karena tatapan Davian begitu mendamba padanya.


''Mau apa kamu Kak?? ''


tanya Naura namun Davian langsung melancarkan aksinya.


Davian malah sudah mengetahui titik sensitif tubuh istrinya, Naura yang tadinya berontak pun akhirnya pasrah saat davian membawanya kembali terbang ke nirwana, bahkan rasa sakit semalam sudah hilang yang di rasakan Naura.


Davian yang memang mantan penjelajah wanita pun tidak menyia nyiakan kesempatan di depan matannya, Davian mengajarkan Naura berbagai gaya dan Naura semakin menikmatinya bahkan sudah beberapa kali Naura mencapai puncaknya.


Dua jam Davian menggempur Naura di dalam kamar mandi dan di atas kasurnya, saat ini Naura sedang di layani oleh Davian dengan telaten, Davian tidak canggung mengeringkan rambut Naura bahkan memakaikan baju untuk Naura.


''Ahh....kamu menggemaskan Sayang kalau penurut begini, Aku makin cinta. ''


ucap Davian setelah selesai mengeringkan rambut Naura.


''Kamu Kak yang manis memang ada maunya, awas aku mau rebahan tubuhku masih sakit. ''


ucap Naura dan langsung beranjak menuju ranjangnya lalu merebahkan tubuhnya.


Davian tersenyum lalu merapihkan peralatan kecantikan Naura, Davian membuka gorden kamar nya bahkan membuka jendelanya juga agar angin masuk kedalam kamarnya karena saat ini Davian mematikan Ac nya.


Davian menghampiri Naura lalu mencium kening Naura penuh sayang, membuat Naura terdiam saja membiarkan apa yang di lakukan Davian.


''Kakak ke ruangan kerja dulu yaa sebentar, kamu istirahat dan nanti akan kakak bangunkan saat makan siang. ''


ucap Davian dan Naura hanya menganggukkan kepalanya.


.


.


Bersambung.......

__ADS_1


__ADS_2