JODOH Dari MAMA

JODOH Dari MAMA
19 Permintaan Naura


__ADS_3

Mobil yang membawa Naura dan Sellin akhirnya tiba di kediaman Marinka, Naura langsung mengajak Sellin masuk kedalam rumah dan ternyaata rumahnya sudah di hias begitu cantik, saat Naura masuk kedalam rumah ternyata kedua orang tuanya sedang melakukan pemotretan.


''Serasinya Mama dan Papa kamu. ''


ucap Sellin dan Naura hanya tersenyum


''Kita makan saja Sell perutku sungguh lapar sekali. ''


ajak Naura namun suara Papa nya menghentikannya.


''Sini sayang foto bareng kami. ''


ucap Papa Arman dan Naura mengangguk.


Naura berfoto dengan kedua orang tuanya dalam berbagai fose dan terakhir Sellin pun ikut serta di foto dengan pengantin bahkan Sellin dan Naura berfoto berdua dengan gaya yang selengean.


''Makan dulu jangan sibuk sama foto. ''


ucap Mama Marinka saat melihat kedua gadis belia sibuk dengan fotonya.


Naura langsung membawa Sellin ikut makan dengan Mamanya karena Papanya sedang mengurus masalah dengan asistennya di ruang kerja Marinka.


''Mama... Naura sama Sellin mau tinggal di Apartemen, Naura mau memberikan ruang buat Mama sama Papa untuk saling dekat, pliis jangan menolak atau cegah Naura. ''


ucap Naura dan membuat Marinka langsung terdiam.


''Mama gak ijinkan kamu jauh dari Mama, Sellin akan ikut tinggal dengan kamu di rumah ini, Mama akan siapkan semua kebutuhan Sellin. ''


ucap Mama Marinka dengan nada serius nya dan Naura menggelengkan kepalanya.


''Pliis ijinkan Naura dan Apartemen nya juga ga jauh dari sekolah dan dekat dengan kantor Papa. ''


ucap Naura dan Mama Marinka menghela nafasnya.


''Nanti bicarakan dengan Papa kamu dan sekarang kalian makan saja jangan berbicara. ''


ucap Mama Marinka dan Naura langsung memakan makanannya.


Setelah selesai dengan makannya, Naura memilih ke kamarnya dengan Sellin juga, Marinka menunggu suaminya selesai dengan urusannya untuk membicarakan tentang Naura.


Marinka merasakan Putrinya memiliki sesuatu yang di sembunyikannya dan Marinka akan membiacarakannya dengan Arman.


Menunggu tiga puluh menit akhirnya Arman keluar dari ruangan kerja di ikuti oleh asistennya,


Arman mengerutkan keningnya saat melihat Marinka seperti menunggunya karena saat ini Marinka menatap ke arahnya, asisten Arman langsung pamit dan mengangguk hormat pada Marinka.


''Kamu menunggu aku Sayang?? ''


tanya Arman sambil berjalan ke arah Marinka.


''Sudah tau malah nanya, jangan kegeeran dulu karena saya mau mendiskusikan sesuatu dengan kamu. ''


jawab Marinka dengan nada kesalnya karena mendengar panggilan menggelikan dari Arman.

__ADS_1


''Mau diskusi tentang bulan madu kah?? ''


ucap Arman dan membuat Marinka mendelik sebal.


''Naura meminta ijin untuk tinggal di Apartemen, dia gak menerima penolakan. ''


ucap Marinka dan Arman menanggapinya dengan santai.


''Terus harus apa aku dan sebelah mananya harus di diskusikan?? ''


''Arman pliis aku serius gak bermain main, Aku gak mau Naura sampai tinggal di Apartemen. ''


''Kamu harus tahu sebuah Fakta tentang Naura dan Sellin, bukan sebuah tapi banyak Fakta. ''


''Maksud kamu Fakta apaa?? ''


''Naura memiliki beberapa Unit Apartemen yang di sewakannya dan di kelola oleh orang kepercayaan Saya, Naura memiliki usaha juga. Butik dan restoran semua di kelola orang kepercayaan saya. ''


ucap Arman dan membuat Marinka tercengang.


''Kenapa bisa?? aku sampai gak tahu masalah sebesar ini. ''


lirih Marinka yang merasa terkejut dengan Fakta yang di dengarnya.


''Darahku sangat melekat pada Naura, Naura membuktikan kehebatan usahanya dan Naura berjalan bersama Sellin, dulu mereka berdua punya niatan untuk kabur ke luar negeri tapi aku mengancamnya dan Naura setuju lalu memilih menetap. ''


jelas Arman dan Marinka semakin terdiam.


ucap Khawatir Marinka dan Arman tersenyum mendengarnya.


''Jangan takut karena semua yang Naura kerjakan di bawah pengawasanku dan hanya rumah yang tidak kena pengawasan makanya wanita ular itu berkali kali menyakiti Naura dan entah ancaman apa sampai Naura menerima apapun perlakuan nya. ''


kesal Arman yang mengingat bagaimana jahatnya perilaku Sari kepada Naura.


''Jadi kita harus ijinkan Naura tinggal di Apartemen?? malah Naura bilang dia memberi ruang untuk kita semakin dekat katanya. ''


ucap Marinka dan Arman semakin bersorak karena putrinya sangat memberikan jalan untuknya.


''Ijinkan saja Sayang, karena kemanapun Naura pergi akan ada pengawal yang membayanginya. ''


ucap Arman dan Marinka akhirnya setuju.


''Baiklah aku akan ijinkan tapi dia gak boleh lepas begitu saja karena aku gak mau Naura kesusahan. ''


pinta Marinka dan Arman mengiyakannya.


''Bibi pengasuhnya yang akan ikut ke Apartemen nya, karena Apartemen milik Naura sedikit elit. ''


jawab Arman dan Marinka mengangguk.


Di kamar Naura saat ini.....


Naura dan Sellin sedang sibuk belajar untuk ulangan besok, mereka berdua saling melengkapi setiap pelajaran yang kurang di mengertinya.

__ADS_1


Pintu kamar Naura di ketuk dan ternyata Papanya yang masuk sambil tersenyum, Naura dan Sellin langsung duduk menunggu Papa Arman menghampiri.


''Maaf Papa ganggu kalian. ''


ucap Arman dan Naura menggelengkan kepalanya.


''Gak ko Papa, ada apa memangnya?? ''


jawab Naura dan arman langsung duduk di hadapan kedua gadis yang beranjak dewasa.


''Mama dan Papa mengijinkan kalian untuk tinggal di Apartemen, syaratnya mudah hanya membawa Bibi sebagai pendamping kalian dan itu syarat dari kami yang mesti di terima, kalau gak nerima terpaksa kami menolak. ''


jelas Arman dan Naura mengangguk karena memang sudah di prediksikan kalau bibi pengasuh akan mengikuti kemanapun Naura pergi.


''Naura setuju karena Bibi juga sudah terbiasa dengan Naura. ''


jawab Naura dan Arman mengacungkan jempolnya.


''Papa akan gunakan kesempatan dari kamu dengan baik, Papa akan memperbaiki pernikahan dengan Mama kamu sayang, Papa janji kami akan bahagia selamanya. ''


janji Arman dan Naura langsung memeluk Papanya.


''Naura percaya sama Papa dan Naura sangat sangat berharap, papa dan mama bahagia. ''


ucap Naura dan Arman membelai punggung Naura penuh sayang.


Sellin ikut senang karena sahabatnya akhirnya mendapatkan kebahagiaannya, Sellin menjadi saksi bisu bagaimana menderitanya Naura selama berpisah dari Mamanya.


''Oh iya ada satu yang Naura minta dari Papa, apa Papa bisa berjanji untuk mengabulkannya?? ''


ucap Naura yang teringat tentang masalah Sellin dan Naura langsung melerai pelukannya.


''Minta Apa sayang?? Papa akan kabulkan kalau memang Papa bisa mengabulkannya dan maaf kalau Papa gak bisa mengabulkannya kalau Papa gak bisa menjalani permintaan kamu. ''


jawab Papa Arman dan Naura mengangguk.


''Tolong selidiki keluarga Sellin yaa Papa, Naura memiliki pirasat ada kejanggalan dari kehidupan Sellin, kasian Papa kalau memang ada sesuatu yang janggal. ''


ucap Naura dan Arman tersenyum karena semua yang berhubungan dengan Naura semua telah di selidikinya.


''Baiklah Papa akan mengabulkannya dan kalian janji yaa, jangan membuat Mama dan Papa kecewa, jaga diri kalian selama jauh dari kami, Papa gak mau mendengar kabar buruk dari kalian. ''


jawab Arman dan Naura juga Sellin mengangguk patuh.


''Lanjutkan belajarnya dan sampai ketemu makan malam nanti untuk membahasnya dengan Mama. ''


ucap Kembali Arman dan Naura mengiyakannya.


.


.


Bersambung.....

__ADS_1


__ADS_2