JODOH Dari MAMA

JODOH Dari MAMA
49 membuat malu.....


__ADS_3

Davian langsung keluar dari kamar dan menuju ruang kerjanya, dia akan memeriksa berkas yang di kirim asistennya untuk di pelajari.


''Mana Naura?? ''


ucap Sang Bunda yang menjegal perjalanan Davian.


''Bunda kenapa sih?? dikit dikit nanya Naura terus, Naura sedang istirahat di kamar. ''


jawab Davian dengan nada kesalnya.


''Kamu ini keterlaluan Davi, bagaimana kalau Naura hamil?? ''


protes sang Bunda dan membuat Davian menghela nafasnya.


''Kalau Naura hamil ya bagus dong, lagian apa masalahnya Bunn?? Naura kan hamil sama suaminya bukan sama orang lain. ''


jawab Davian dengan nada cuek nya dan langsung pamit karena dia harus segera ke ruangan kerjanya.


''Anak itu keterlaluan sekali sih, aku pengen lihat keadaan Naura tapi takut Davi marah kalau nekad masuk ke kamar. ''


gumam Bunda Hilda sambil berjalan menuju dapur melihat persiapan makan siang.


Di sekolah Naura saat ini......


Sellin menghela nafasnya karena Naura tidak sekolah hari ini, bahkan harinya terasa sangat lama menuju siang padahal biasanya gak seperti ini.


Naura hanya memberi kabar kalau dia gak bisa masuk ada keperluan dan meminta Sellin mengijinkannya ke guru piket.


''Naura kamu kenapa gak masuk sekolah hari ini?? Emang keperluannya seperti apa sih?? Sampai gak masuk sekolah. ''


gumam Sellin sambil berjalan menuju area parkir karena hari ini sekolah sudah selesai.


Saat Sellin akan menuju parkiran ternyata handphone nya berdering dan nama Antoni yang terpampang, Sellin langsung mengangkatnya.


Dalam panggilan saat ini.....


''Hallo Sayang......''


''Hallo Kak, Kakak sedang dimana sekarang?? ''


''Lagi di perjalanan mau ke kantor habis meeting, ada apa memangnya?? ''


''Gak sih cuma nanya saja, Naura hari ini gak masuk sekolah kak. ''


''Naura menemani suaminya, semalam kan Davian tiba di rumah. ''


''Pantesan Naura sampai gak sekolah. ''


''Kamu mau pulang yaa sekarang?? ''


''Iya Kak dan ini udah di dalam mobil. ''


''Nanti malam Kakak ke rumah dan sekalian minta ijin mau ngajak kamu makan malam di luar. ''


''Oke Kak di tunggu yaa, aku tutup panggilannya yaa Kak. ''

__ADS_1


''Oke Sayang, hati hati di perjalanannya. ''


Panggilan berakhir......


Sellin memilih segera pulang dan istirahat, tadinya Sellin akan ke rumah Naura melihat keadaannya namun saat tahu kalau Suaminya Naura ada di rumah, Sellin pun mengurungkan niatnya.


Di kediaman Naura saat ini......


Naura mengerjapkan matanya dan melihat jam ternyata sudah pukul dua belas siang lebih, Naura menghembusnya nafasnya karena dia tidak sekolah hari ini.


Naura memaksakan beranjak dari ranjang menuju kamar mandi untuk cuci muka untuk menyegarkan wajahnya.


Davian memasuki kamar untuk mengajak Naura makan siang karena Bunda Hilda benar benar menerornya ingin mengetahui keadaan Naura.


Davian merapihkan ranjangnya dan duduk di ujung ranjangnya menunggu Naura selesai di kamar mandi sambil memainkan handphone Naura.


''Ngapain Kak Davi mainin handphone aku?? ''


tanya Naura saat Naura menutup kamar mandinya.


''Memeriksa takut kamu punya laki laki idaman lain di luar sana. ''


jawab Davian dan membuat Naura mendelik sebal ke arah suaminya yang menatapnya penuh selidik.


''Nuduh tandanya orang yang menuduh memiliki wanita lain. ''


ucap Naura sambil keluar dari kamar dan membuat Davian langsung mengejar ke arah Naura.


''Keluar kamar nya barengan dong Sayang, biar kita terlihat harmonis loh dan semakin dekat. ''


ucap Davian sambil memegang lengan Naura dan Naura menghempaskannya.


''Bunda.......''


panggil Naura saat melihat Bunda Hilda sedang menata makanannya.


''Naura Sayang, kamu baik baik saja kan sayang?? Bunda mau ngecek kamu ke kamar tapi Davian takut marah dan syukurlah kamu baik baik saja sayang. ''


ucap Bunda Hilda dan membuat Naura tersenyum.


''Naura baik baik saja Bunda, lagian Naura gak sakit cuma kecapean ajah. ''


ucap Naura sambil duduk setelah Davian menarik kursi meja makan.


''Syukur lah Sayang dan Bunda senang kalau kamu baik baik saja, ayo kita makan siang dulu yaa. ''


ucap Bunda hilda dan Naura langsung mengangguk.


Bunda Hilda langsung menyiapkan makanan di piring Naura, saat Naura akan protes dia langsung ciut karena Bunda Hilda menatapnya horor dan terpaksa Naura menerima perlakuan Bunda Hilda.


''Davi juga siapkan makanannya Bunn. ''


pinta Davian saat melihat Bundanya menyiapkan makanan untuk Naura.


''Sendiri saja Davi seperti biasa, jangan protes. ''

__ADS_1


jawab Bunda Hilda sambil menggelengkan kepalanya kepada Naura saat Naura yang akan menyiapkan makanann untuk Davian.


Davian hanya bisa menggerutu di dalam hatinya karena protes pun tidak akan mungkin, Bundanya sangat galak sekali setelah menjadikan Naura menantu dan Davian seperti anak tiri yang tersingkirkan.


''Kamu gak sekolah hari ini memangnya gak masalah Sayang?? Kamu sudah kelas tiga dan tinggal beberapa bulan lagi ujian kelulusan loh. ''


ucap Bunda Hilda dan Naura menggelengkan kepalanya.


''Gak apa apa Bunda lagian ada Sellin yang akan memberikan catatan pelajaran yang tertinggal besok ke Naura. ''


jawab Naura dan Bunda Hilda pun mengangguk.


''Davi kamu sangat keterlaluan sekali memberikan tanda di leher Naura sangat banyak sekali, besok kalau Naura sekolah bagaimana menutupinya?? ''


protes Bunda Hilda dan membuat Naura langsung memerah wajahnya karena malu.


''Banyak apanya Bunda, cuma empat juga. ''


jawab Davian tanpa dosa dan membuat Bunda Hilda menggeram kesal.


''Cuma kata kamu, dasar gak punya malu kamu ini Davi dan Bunda malu sebagai ibu kamu. ''


ucap Bunda Hilda dan Davian tidak protes membiarkan Bunda nya yang memojokkannya.


''Sayang kalau besok tanda merahnya masih ada, kamu langsung datang ke kamar Bunda yaa, nanti Bunda akan samarkan noda nya. ''


ucap kembali Bunda Hilda dan Naura menganggukkan kepalanya.


Makan siang selesai dan Davian hanya duduk di kursi meja makan tidak beranjak, malah menonton Bundanya dan Naura yang sedang merapihkan meja makan, Bunda Hilda hanya menggeleng gelengkan kepalanya melihat tingkah putranya.


''Bunda......lihat handphone Naura di mainkan sama Kak Davi, padalah dia kan punya handphone sendiri. ''


adu Naura dan Bunda Hilda langsung menatap putranya yang sedang memainkan handphone nya.


''Sudah biarkan Sayang, Bunda punya stock Handphone baru dan nanti Bunda kasih ke kamu yaa. ''


jawab Bunda Hilda karena memang perusahaan suaminya memproduksi alat alat elektronik termasuk handphone.


''Naura bukan minta yang baru Bunn, tapi Naura cuma ngadu ajah ke Bunda. ''


ucap Bunda dengan memanyunkan bibirnya dan membuat Bunda Hilda tergelak.


''Bunda kira kamu minta di belikan handphone ke Bunda, sudah biarkan saja nanti kalau bosan juga dia akan memberikan handphone nya, memang di dalam handphone kamu ada apa saja?? ''


''Gak ada apa apa cuma di penuhi sama game online, game offline Bunn dan aplikasi Novel online. ''


''Yasudah biarkan Davi memainkannya, Sayang maafkan Davi yang membuat kamu kesusahan dengan kemauannya yaa. ''


''Maksudnya Bunda apa?? ''


''Itu yang membuat kamu kelelahan dan memberikan tanda merah banyak sekali. ''


Naura benar benar malu sekali dengan ucapan Bunda Hilda yang terbilang gak canggung sama sekali, sedangkan Naura benar benar ingin tenggelam saja saat ini.


.

__ADS_1


.


Bersambung.....


__ADS_2