JODOH Dari MAMA

JODOH Dari MAMA
28 menghindar.....


__ADS_3

Pagi menjelang......


Bibi terbangun pagi sekali dan langsung menyiapkan makanan untuk sarapan, sambil menunggu masakannya siap Bibi menuju ruang utama untuk merapihkannya karena semalam kedua Nona nya pasti mengotori ruangannya namun Bibi langsung tersentak saat melihat dua pasang manusia sedang dalam berpelukan.


''Oh Tuhan bagaimana ini kenapa bisa ada laki laki di rumah ini?? ''


gumam Bibi dalam hatinya sambil berputar arah kembali menuju dapur untuk menyiapkan sarapannya.


Bibi pengasuh Naura memang tipekal Bibi yang setia pada Naura dan semua yang di lihatnya tidak terlalu beresiko jadi membiarkannya saja karena saat mereka terbangun pun akan menyadarinya, apalagi Nona nya sangat bermusuhan dengan pria yang memeluknya penuh kenyamanan.


Tiga puluh menit kemudian Naura membuka matanya dan alangkah terkejutnya dia sedang memeluk Davian dengan erat dan sangat nyaman menurutnya, Naura mulai melepaskan pelukannya dan terdengar geraman dari bibir Davian saat Naura berhasil terlepas.


''Memalukan sekali aku selalu memusuhinya dan malah dengan nyaman nyaa memeluk dia. ''


gumam Naura sambil beranjak dan dia menghela nafasnya saat melihat Sellin pun berpelukan dengan Antoni.


Naura langsung menuju dapur untuk membuat minuman hangat sambil menunggu sarapannya selesai di buat.


''Bibi.... aku mau susu hangat rasa vanilla. ''


pinta Naura saat sampai di dapur dan Bibi langsung mengangguk untuk membuatkan susu nya.


''Non Naura kenapa bisa tidur sama Den Davian, kalau Mama Non tahu pasti akan di nikahkan loh. ''


ucap Bibi sambil menyajikan susu untuk Naura.


''Aku ajah gak tau Bibi kenapa bisa ada di dalam dekapan Kak Davi, padahal semalam aku tidur sendirian deh. ''


jawab Naura dan Bibi langsung tersenyum.


''Sudah jangan di fikirkan dan habiskan susunya. ''


ucap Bibi sambil mengusap rambut Naura penuh sayang dan Naura langsung mengangguk.


Saat asik dengan susunya ternyata Davian menghampiri dan duduk di samping Naura yang sedang meminum susu.


''Mau di buatkan minuman apa Den?? ''


tanya Bibi saat Davian duduk sempurna.


''Pengen teh tawar hangat saja Bibi. ''


jawab Davian dan Bibi langsung membuatkannya.


''Kak Davi kenapa bukan nya pulang malah minta di buatkan minuman segala. ''


ucap Naura dan Davian hanya menggelengkan kepalanya.


''Pliss ini masih pagi jangan ngajak aku debat dulu yaa Naura. ''


ucap Davian dan Naura memanyunkan bibirnya ke arah Davian yang tersenyum usil.

__ADS_1


Naura kembali ke ruang utama dan melihat Sellin sudah membuka matanya dan duduk untuk mengumpulkan kesadarannya.


''Bangunkan Kak Antoni juga Sell dan ayoo kita minum dulu yang hangat sebelum mandi. ''


ucap Naura dan Sellin menganggukan kepalanya.


Naura kembali duduk di kursi meja makan dan meminum susunya, ternyata Bibi membuatkan roti isi dan Naura juga Davian memakannya, Naura meminta Bibi membuatkan susu dan Teh hangat untuk Sellin dan Antoni.


''Memangnya Antoni sudah bangun?? ''


tanya Davian sambil mengunyah roti isinya.


''Udah kayanya kan Sellin yang membangunkannya. ''


jawab Naura dan Davian mengangguk.


''Bibi rotinya bikin sendiri yaa?? bukan beli jadi. ''


tanya Davian dan Bibi menganggukkan kepalanya.


''Bibi emang selalu membuat adonan sendiri roti nya Kak dan ini jauh lebih enak, rasa susunya juga terasa kan?? ''


ucap Naura dan Davian mengiyakannya.


Sellin dan Antoni bergabung, Bibi langsung menyajikan minumannya, Sellin langsung berbinar melihat roti isi yang selalu di sukainya kalau Bibi membuatkannya.


Bibi langsung meninggalkan dapur dan menuju ruang utama untuk merapihkan nya, ternyata sudah rapih tinggal gelas dan piring kotor juga sampah yang sudah di masukan kedalam plastik.


''Hari ini kalian sekolah memangnya?? ''


''Gak ada pelajaran sih cuma ke sekolah ajah takut ada pengumuman. ''


jawab Naura karena Davian meminta di perjelas jawabannya.


Setelah selesai dengan sarapannya, Davian dan Antoni langsung pamit pulang karena memang mereka harua bersiap untuk ke kantor.


Naura merapihkan piring dan gelas kotornya lalu menyimpan ke tempat cuci piring, setelahnya Naura memilih ke kamar dan Sellin mengikutinya.


''Semalam kenapa kamu gak bangunin aku Sell?? memalukan sekali aku nyaman tidur di dekapan musuhku sendiri. ''


ucap Naura dan Sellin hanya tersenyum.


''Aku ajah gak sadar kalau semalam tidur, sudahlah sekali kali kamu merasakan kenyaman dari laki laki dan gak berbuat lebih ini kan Naura. ''


jawab Sellin dan Naura hanya menghela nafasnya.


.


.


Beberapa jam berlalu.....

__ADS_1


Saat ini Naura dan Sellin sudah berada di sekolah sambil memainkan leptop yang sengaja di bawanya karena sudah bebas dari sekolah sampai di bagikan raport.


''Kamu mencari info apa saja Naura di kota sebelah?? dan jangan yang terlalu dekat dengan wanita itu. ''


ucap Sellin saat melihat Naura membuka pencarian tentang kota tujuannya untuk liburan dan menghampiri orang tua Sellin.


''Aku juga sedang cari hotel Sell dan beberapa aksesnya agar kita gak kesusahan selama disana. ''


jawab Naura dan Sellin mengiyakannya.


''Kayanya dengan uang semua lancar deh Naura jadi gak usah risau juga. ''


''Iya juga sih tapi kita tetap harus mempersiapkan semuanya agar gak salah jalan saat disana, kotanya lumayan maju dan lihat hotel hotelnya juga sangat bagus bagus. ''


''Terserah kamu saja Naura karena kamu paling jago kalau memilih pasilitas. ''


''Deel yaa Sell kalau semua aku yang tentukan. ''


''Deell Naura dan semua terserah sama kamu saja aku akan ngikut. ''


Saat asik dengan pencarian nya ternyata Ibu tirinya Sellin menelphone dan Sellin langsung menyerahkan handphone nya pada Naura.


''Angkat sama kamu saja Naura, karena aku gak mau berbicara dengan dia. ''


ucap Sellin dan Naura menghela nafasnya.


''Apalagi aku gak mau Sell dan biarkan saja laah, kayanya Ibu tiri kamu sudah masuk ke kamar kamu deh melihat semua pasilitas yang kamu tinggalkan, bahkan pakaian gak kamu bawa juga kan dan hanya foto foto yang kamu bawa. ''


ucap Naura dan Sellin mengiyakannya.


Sellin sudah malas berurusan dengan keluarganya dan dia memilih menghindar karena Sellin takut mendengar ancaman dari orang tuanya.


''Lebih baik jangan gunakan mobil hadiah dari kakak ipar kamu deh, nanti aku minta Papa untuk menutup akses pencarian kita. ''


ucap Naura dan Sellin mengiyakannya.


''Mobilnya bagaimana Naura?? masa di simpan di parkiran sekolah saja?? ''


tanya Sellin dan Naura mengiyakannya.


''Nanti aku minta orang Papa deh mengurusnya, kita lewat akses belakang buat pulang, nanti minta supir jemput disana dan kita ke kantor Papa aku. ''


jawab Naura dan Sellin mengiyakan nya.


Sellin mengubah mode handphone nya jadi senyap karena handphone nya terus berdering, sedangkan Naura langsung menghubungi Papa nya dan meminta Naura tunggu sebentar karena supir akan menjemputnya dan membawanya ke perusahaan.


''Papa sudah aku hubungi dan lebih baik kita siap siap pulang, supir Papa akan datang untuk menjemput. ''


ucap Naura dan Sellin mengangguk.


.

__ADS_1


.


Bersambung......


__ADS_2