
Makan malam tiba.....
Naura sudah duduk seperti biasa dengan Sellin di sampingnya, saat ini Mama dan Papa nya tidak berdebat dan makan dengan tenang hingga makan malam selesai.
Arman mengajak semuanya menuju ruang keluarga dan semua mematuhinya karena memang akan membahas masalah Naura dan Sellin.
''Mama ijinkan kamu untuk tinggal terpisah dengan kami, tapi Bibi pengasuh kamu harus ikut dan tidak ada bantahan. ''
ucap Mama Marinka dan Naura mengangguk setuju karena semua sesuai prediksi Naura.
''Makasih karena Mama dan Papa mengijinkan nya, besok Naura akan pindah sepulang sekolah, nanti malam mau packing pakaian nya di bantu Sellin. ''
jawab Naura dan Marinka tersentak mendengar pindahnya besok.
''Ko cepat sekali, nanti saja setelah ulangan kenaikan kelas selesai. ''
protes Mama Marinka dan Naura langsung menggelengkan kepalanya.
''Sudah Maa biarkan saja dan lagian jaraknya gak jauh juga kan kita bisa mengunjunginya atau anak anak mengunjungi kita. ''
lerai Papa Arman yang mengetahui kalau istrinya pasti akan mendebat putrinya.
''Makasih Karena Papa mendukung Naura dan makasih juga buat Mama, Naura mau kalian berdua lebih dekat selama Naura jauh dari kalian dan percayalah semua Naura lakukan karena Naura ingin mencapai sesuatu yang ingin Naura capai. ''
jelas Naura dan kedua orang tuanya mengangguk.
''Untuk penyelidikan masalah keluarga Sellin, besok. sepulang sekolah kalian berdua ke kantor Papa dan nanti kalian akan mendapatkan jawabannya. ''
ucap Papa Arman dan Naura juga Sellin mengangguk setuju.
''Kami pamit istirahat ke kamar yaa. ''
ucap Naura dan kedua orang tuanya menganggukkan kepalanya.
Selepas Naura dan Sellin pergi, Arman mengirim pesan pada Asistennya untuk menyiapkan berkas Sellin untuk di beritahukan pada Sellin.
''Memangnya ada apa dengan Sellin?? ''
tanya Marinka yang memang sangat penasaran.
''Aku gak begitu saja melepas Naura untuk berteman, aku menyelidiki latar belakang keluarga Sellin takutnya Sellin hanya memanfaatkan Naura dan ternyata Sellin gadis baik baik dan tidak memanfaatkan Naura, ternyata fakta mengenai Sellin sangat memyedihkan, Sellin lahir dari rahim berbeda karena Ayahnya Sellin menjalani hubungan terlarang dengan wanita lain dan hadirlah Sellin, namun istri pertamanya mengetahui semuanya dan mengambil Sellin sebagai tawanannya agar suaminya tidak kembali pada Ibunya Sellin. ''
jelas Arman dan membuat Marinka menutup mulutnya karena tidak percaya.
''Pantas saja orang tua Sellin gak melarang Sellin sering menginap dengan Naura. ''
__ADS_1
lirih Marinka dan Arman hanya mengangguk.
''Sedari SMP mereka memang bersahabat, mereka satu server dan sama sama di jahati ibu tiri, makanya mereka bersi keras membangun kerajaan bisnis sendiri hingga sekarang masih jaya, Aku mengancam Naura makanya dia gak keluar dari rumah begitu juga dengan Sellin. ''
''Memangnya Naura meminta kamu menyelidiki keluarga Selin sekarang sekarang?? ''
''Lebih tepatnya tadi saat aku ke kamar Naura untuk membicarakan ijin kamu, aku sudah lama menunggu kedua gadis itu meminta menyelidiki tapi hari ini baru mereka minta. ''
''Terus Ibu kandung Sellin yang aslinya tinggal dimana?? apa masih hidup?? ''
''Dan lucunya ibu kandung Sellin tinggal dengan Ayahnya Sellin di kota sebelah, makanya Sellin sering di tinggal di rumah karena Ayahnya emang sibuk keliling kota bisnisnya di temani ibu kandungnya Sellin. ''
''Kasihan Sellin jadi korban kalau begitu. ''
''Ada Naura yang selalu ada untuk Sellin dan mereka berdua begitu kokoh persahabatannya. ''
Arman dan Marinka terus mengobrol hingga dua jam kemudian barulah keduanya memutuskan untuk istirahat.
.
.
Pagi menjelang.......
''Sarapan dulu baru boleh pergi sekolah, biarkan Bibi yang atur koper kalian. ''
ucap Marinka dan Naura mengangguk lalu mengajak Sellin untuk sarapan.
''Pagi semuanya.....''
sapa Papa Arman dengan senyum cerianya dan membuat Naura mendelik sebal ke arah nya.
Semua makan dalam keadaan tenang tanpa obrolan hingga sarapan selesai, Naura dan Sellin langsung pamit menuju mobil Sellin yang sudah terparkir dan semua koper sudah masuk kedalam mobil.
Tiba di sekolah Kedua gadis remaja itu langsung menuju kelas dan mengikuti ujian sekolahnya hingga selesai siang hari, keduanya langsung menuju Apartemen yang sudah siap untuk di huni.
Di Apartemen yang sama dengan Naura juga Davian sedang menemui wanita yang akan menemaninya menggapai nirwana siang ini.
Wanitanya adalah seorang model dan menjadi incaran Davian, sang wanita yang meminta di Apartemen pertemuannya karena hotel sangat kompleks dengan pencari berita.
''Suatu kehormatan bisa bertemu dengan Tuan Davian, sang don juan dengan sebuah kharisma yang tidak terbantahkan. ''
puji sang wanita saat Davian memasuki unit apartemen nya.
''Simpan pujiannya dan buktikan kalau kamu bisa memuaskaaaanku, aku sudah siapkan keinginan kamu sebagai imbalan nya. ''
__ADS_1
jawab Davian yang memang menyiapkan sebuah iklan dengan brand ternama yang di minta sebagai bayaran oleh wanita bayarannya kali ini.
Sang Wanita langsung memulai aksinya dan Davian cukup menikmatinya, ternyata benar rumor selama ini mengatakan seorang model akan melakukan apapun demi popularitas dan kejayaanya untuk dunia iklannya.
Dua jam kemudian permainan berakhir dan di menangkan oleh Davian, wanitanya hanya mampu sebentar dalam permaiannya dan Davian suka dengan sedikit kekasaran saat berhubungan, tumbanglah wanita nya saat ini karena permainan liar Davian begitu tidak bisa mengimbanginya.
''Ternyata sama saja dan aku sudah menyiapkan satu kontrak iklan untuk kamu, jangan harap ada pertemuan kedua dan suatu saat kalau papasan anggap tidak saling mengenal. ''
ucap Davian sambil memakai jas nya kembali dan terdengar sedikit kasar ucapannya karena dialah Davian seorang yang tidak terbantahkan, uang dan kekuasaan di milikinya.
Davian keluar dari unit apartemen sang wanita dan langsung menuju lift untuk menuju lobi utama karena Davian akan kembali ke perusahaan nya.
Davian tersenyum manis saat melihat seorang gadis remaja yang selalu bersiteru setiap bertemu sedang berjalan menenteng sebuah bungkusan dan gadis itu adalah Naura, Naura pura pura tidak melihat kalau papasan dengan Davian.
''Hai calon istri...... ''
sapa Davian dan membuat Naura pura pura terlonjak kaget lalu berbalik ke asal suara.
''Aishhh..... kenapa mesti bertemu buaya di depan mata, bisa gak jangan menyapa dan apa apaan calon istri, ngaca sebelum ngaku ngaku. ''
ucap kesal Naura dan langsung berlari menuju unitnya yang membuat Davian menggelengkan kepalanya dengan tingkah Naura.
''Menarik dan calon bibit unggul sepertinya. ''
gumam Davian sambil melangkah kembali menuju lift.
Sedangkan Naura langsung berwajah kesal saat masuk kedalam unit Apartemen nya dan membuat Sellin bingung dengan sikap Naura.
''Kamu kenapa Naura?? ''
tanya Sellin yang membuyarkan lamunan Naura.
''Aku bertemu manusia buaya lagi Sell dan dia tambah menyebalkan. ''
dumel Naura dan membuat Sellin terbahak.
''Hati hati kebencian dan cinta hanya berlapiskan kertas tipis. ''
ejek Sellin dan Naura langsung mendelik sebal.
.
.
Bersambung.....
__ADS_1