
Di sebuah kamar hotel mewah seorang pria sedang menikmati permainan wanita bayarannya, tubuhnya begitu menikmati permainan wanita bayarannya yang berada di atas tubunya saat ini, Dia adalah Davian Saputra sang pria penjelajah wanita.
Hingga sebuah dering panggilan telphone mengganggunya dan Dia mengabaikannya karena sedang merasakan puncak kenikmaaataannya yang sebentar lagi akan meledak.
Detik berikutnya Davian membalikkan wanitanya yang langsung di balikkan tubuhnya, Davian menghentaknya dengan kencang dan sampailah ia pada puncaknya, setelah merasakan pelepasannya Davian melepaskan penyatuannya dan meminta wanita bayarannya keluar dari kamar hotelnya.
Davian mengambil handphone yang tadi sempat berdering dan ternyata Antoni lah yang menghubunginya.
Dalam panggilan....
''Aku tahu kalau tadi mengganggu kamu yang sedang mencapai puncak orgasme. ''
''Sialaaan kamu...... Ada apa ganggu kesenangan aku saja hidupmu?? ''
''Ayolah jangan kesal begitu, kenapa kamu gak memberitahukan aku tentang timpat tinggal Naura dan Sellin??. ''
''Malas aku kasih tahunya nanti kamu malah berkunjung terus. ''
Panggilan berakhir.....
Antoni langsung berdecak kesal karena sahabatnya seenaknya menutup panggilan padahal dia sedang menanyakan di pintu nomer berapa Sellin tinggal.
''Ahh..... punya sahabat bukannya dukung malah membuat semakin runyam saja. ''
kesal Antoni dan menyimpan handphone nya lalu menuju dapur untuk menyiapkan makanannya.
Antoni tertarik dengan Sellin saat tatapan pertama dan Sellin terlihat bukan wanita biasa yang menatapnya penuh damba, Naura memang sangat cantik namun sahabatnya terlihat sangat menggilai wanita itu dan mengalihkannya dengan selalu mendebat Naura.
Saat asik menyiapkan makan malam nya, pintu Apartment terbuka dan Antoni tahu siapa yang masuk tanpa ijin nya, dialah sang don juan Davian Saputra.
__ADS_1
''Wawww.....kamu menyiapkan makan malam untuk aku kan. ''
ucap Davian dengan tidak tahu malunya yang langsung duduk di kursi meja makan.
''Sangat percaya diri sekali anda tuan, tapi ayo kita makan bersama karena aku sudah lapar dan malas debat dengan kamu Davi. ''
jawab Antoni sambil memberikan satu piring kosong untuk sahabatnya.
''Sellin tinggal dengan Naura di lantai teratas gedung apartment ini, tahu kan kamu kalau lantai teratas apartment ini lebih seperti rumah bergaya elit dengan luas yang lumayan besar?? ''
ucap Davian dan Antoni hanya menganggukkan kepalanya.
''Kenapa kamu gak kasih tahu saat tadi sore mampir membawakan barang barangku?? dan kamu langsung pergi begitu saja, kalau aku gak bertemu Sellin pasti kamu gak akan memberitahukan nya. ''
''Buat apa memberitahukan kamu kalau Sellin dan Naura tinggal di gedung yang sama dengan kamu, lagian aku pergi karena wanita bayaran yang di siapkan Leo sudah menunggu dan kamu tahu kan aku harus memanjakan milikku agar tidak beku seperti milik mu. ''
''Kuraaangg ajar beku, memangnya di masukan ke kulkas dan lagian aku malas harus melakukan dengan wanita bayaran, Davi kenapa kamu gak peka kalau aku tertarik dengan Sellin?? ''
''Aku gak memikirkan si tua bangka itu, wanita pilihan ku gak akan aku biarkan di tolak dia dan aku memiliki usaha sendiri yang gak ada kaitannya dengan dia. ''
Davian hanya mengangkat bahunya dan kembali memakan makanannya karena dia sangat lapar setelah melakukan olah raga ranjang yang selalu menguras tenaga nya.
Di unit milik Naura saat ini.....
Setelah makan malam bersama kedua gadis belia itu, kedua orang tua Naura langsung pamit pulang karena tugasnya memberitahukan kebenaran untuk Sellin sudah selesai dan sisanya tugas Putrinya untuk menenangkan Sellin.
Sellin sekarang sudah lebih tenang dan tangisnya sudah berhenti, bahkan Sellin melewatkan makan malam nya dan terpaksa Naura membawakan makan malam Sellin kedalam kamar, Sellin yang memang lapar pun langsung memakan makanannya.
''Kamu tahu kan kalau kota dimana tempat tinggal Ibu kandung kamu adalah kota tujuan kita untuk liburan sekolah sekarang kan?? ayo kita temui Ibu kamu dan kamu berhak melihat wajahnya karena Papa gak meberikan foto yang jelas dan hanya foto lama, aku yakin Ibu kamu sudah berubah wajahnya sekarang. ''
__ADS_1
ucap Naura saat Sellin memakan makanannya.
''Boleh deh aku setuju Naura dan makasih untuk dukungan kamu, aku gak takut lepas dari keluarga merumitkan itu, karena kamu selalu mendukung aku dan aku menangis karena kecewa Naura, Ayah tega menjadikan aku jaminan agar Ibu tiriku tidak bisa melepaskan nya, sama saja aku seperti tawanan kan Naura?? ''
jawab Selllin dan Naura hanya terdiam karena bingung menjawabnya.
''Sudah lah jangan memikirkan itu karena keluarga kamu begitu bodoh gak menyadari kalau kamu adalah wanita hebat, buktinya kita bisa mengembangkan usaha kita dan memiliki penghasilan yang lumayan mempuni setiap bulannya, kamu akan sukses Sellin tanpa orang tua. ''
''Sepertinya ibu tiriku belum menyadari kalau aku mengembalikan semua pasilitas kartu di kamar, karena sibuk dengan putri kandungnya yang sedang hamil. ''
''Biarkan saja Sellin dan masih ada aku juga kedua orang tua aku yang akan membiayai hidup kita, maksudnya membiayai sekolah dan kebutuhan kita, yang artinya uang dari penghasilan bulanan kita bisa di tabung dan tugas kita hanya fokus sekolah biar semakin sukses karena perjalanan pendidikan kita sangat panjang baru juga kelas dua SMA. ''
''Iya Naura aku akan buktikan kalau bisa sukses dan aku hanya ingin mencaci kedua orang tua aku yang sedang bahagia, sedangkan aku di rumah menderita karena Ibu tiriku memberikan kasih sayang palsu, selam aku hidup dengan dia belum pernah dia tersenyum untuk aku dan kalau dengan Kak Nagita selalu saja tertawa malah. ''
Tak terasa makanan Sellin habis dan Naura mengacungkan jempolnya, Naura mengajak sellin ke ruang utama untuk menonton film kesukaannya karena besok adalah hari bebas sekolah, Naura dan Sellin tapi tetap harus ke sekolah takut ada perubahan jadwal pembagian raport dan acara perpisahan murid kelas tiga.
Naura menyiapkan cemilan dan makanannya sedangkan Sellin menyiapkan leptop dan beberapa perangkat untuk menonton serial pavorite nya dengan Naura, Sellin bukan tipekal gadis yang memikirkan masalah dan dia terlewat cuek, bagi Sellin hidup sekarang sudah cukup tanpa kekayaan orang tuanya, dia memiliki sahabat rasa saudara karena Naura sangat bisa menempatkan dirinya bagi Sellin, mereka berdua saling melengkapi sedari dulu, saat ini masalah sedang menimpa Sellin dan Naura akan mendukungnya.
''Makanan dan minuman sudah siaap, Bibi sudah aku suruh istirahat jadi aman kita bisa menonton sesuka hati kita. ''
ucap riang Naura sambil membawa nampan berisi makanan juga cemilan dan membuat Sellin menggelengkan kepalanya karena sahabatnya sangat menghiburnya.
''Coba kamu buka situsnya sangat susah tau aksesnya sekarang Naura. ''
ucap Sellin dan Naura langsung mengambil alih leptopnya.
Bell apartment berbunyi dan Sellin langsung beranjak untuk membukanya karena Naura sibuk dengan layar leptopnya.
.
__ADS_1
.
Bersambung......