
Tak terasa hari sudah menuju sore, Arman mengantarkan Naura ke rumah Marinka dan Arman baru tahu kediaman Marinka yang terlihat lebih mewah dari kediamannya.
''Marinka memang wanita luar biasa dan dia membuktikan nya kalau dia bisa tanpa aku. ''
gumam Arman dalam hatinya saat melihat kemegahan rumah mantan istrinya.
Naura mengajak Papanya mampir dan Arman pun mengiyakannya karena dia juga ingin mengetahui kediaman Marinka walaupun dia tahu kalau Marinka tidak akan menyukai nya.
''Bibi.... Mama sudah pulang kan?? ''
tanya Naura saat Bibi pengasuhnya menyambutnya.
''Sudah Non dan Nyonya sedang di ruang kerja. ''
jawab Bibi dan Naura mengangguk.
Naura langsung masuk dan menuju ruang kerja Mamanya, Arman tersenyum pada pengasuh Naura dan Bibi pengasuh mengangguk hormat lalu mempersilahkan tuannya untuk masuk.
''Mama..... pulang kapan?? ''
ucap Naura saat membuka pintu setelah terdengar sahutan dari dalam.
''Tadi siang Mama sampainya, gimana?? kamu enjoy bertemu sama Papa?? ''
ucap Marinka dan Naura mengangguk.
''Papa juga Naura ajak untuk mampir dan sekarang ada di ruang tamu. ''
ucap Naura dan Marinka menghela nafasnya.
''Kamu temani Papa sana dan Mama masih banyak kerjaan yang harus di selesaikan. ''
ucap Marinka yang mencari alasan agar tidak bertemu mantan suaminya.
''Mama menghindar bertemu Papa yaa?? yasudah kalau gitu lanjutkan kerjaan Mama dan jangan lupa jaga kesehatan yaa. ''
ucap Naura sambil berjalan keluar dari ruang kerja Mamanya.
Marinka menghela nafasnya menatap punggung putrinya yang berjalan keluar dari ruangannya, Marinka masih malas kalau harus bertemu mantan suaminya karena dia akan mengingat semua kelakuan suaminya dengan wanita ular yang berhasil merebut suaminya.
Naura langsung menghampiri Papanya dan ikut duduk di samping Papanya.
''Mama masih sibuk dengan kerjaannya Papa, jadi gak bisa bertemu Papa. ''
ucap Naura dan Papanya tersenyum sambil mengusap rambut Naura.
''Gak apa apa sayang, Papa kan cuma mampir sebentar dan mau melihat rumah baru kamu, kamu senang tinggal di rumah ini?? ''
ucap Arman dan Naura mengangguk.
''Naura senang tinggal di rumah ini karena gak ada nenek sihir jahat, Naura nyaman tinggal sama Mama dan kalau bisa Papa juga tinggal bersama kami. ''
__ADS_1
ucap Naura dan Arman tersenyum mendengarnya.
''Gak akan bisa sayang, Mama dan Papa sudah bercerai dan gak akan bisa tinggal bersama lagi, Papa pamit pulang takut keburu malam. ''
ucap Arman dan Naura tersenyum mengangguk sambil mengantar Papa nya menuju pintu utama.
''Bilang sama Mama kalau setiap libur sekolah kamu menginap di rumah Papa. ''
''Nanti Naura bicarakan ke Mama. ''
''Papa pulang ya sayang..... ''
Arman langsung masuk Kedalam mobilnya setelah memeluk dan mencium kening putrinya, Naura dan Arman memang sangat dekat sebelum Arman mengenal wanita ular yang membuat Marinka dan Arman bercerai, itu sebabnya saat Arman meminta hak asuh Naura, Marinka langsung menyetujuinya karena putrinya begitu dekat dengan Papanya.
''Mama merasa kamu ingin kami bersama lagi kan Naura, tapi Mama gak akan bisa sayang. ''
gumam Marinka yang melihat interaksi putrinya dengan mantan suaminya.
Naura masuk kedalam rumah dan membawa belanjaannya lalu menuju kamarnya, sepulang sekolah Naura langsung berbelanja kebutuhan sekolah dengan Papanya karena Minggu depan akan ada ulangan umum kenaikan sekolah.
''Kalau Papa dan Mama bersatu lagi, apa mereka akan harmonis kembali atau malah semakin renggang yaa?? aku maunya mereka kembali bersama. ''
gumam Naura dalam hatinya sambil menatap foto lama saat masih bersama kedua orang tuanya.
.
.
Naura saat ini sedang memakan sarapan di temani Mamanya, Naura sedikit ragu untuk membicarakan masalah liburannya dan memilih diam saja lalu menyelesaikan makan nya.
''Mau barengan Mama berangkatnya gak?? ''
ucap Marinka saat Naura selesai dengan sarapannya.
''Boleh banget Mama, ayo berangkat sekarang keburu telat. ''
jawab Naura dengan nada riangnya dan Marinka mengangguk.
Marinka dan Naura langsung masuk kedalam mobil, supir langsung melanjukan mobilnya setelah melihat Nyonya dan Nona nya duduk nyaman.
''Nanti siang kamu di jemput supir Mama dan ikut Mama makan siang yaa sayang. ''
ucap Marinka dan Naura mengangguk setuju.
''Memangnya ada acara di luar Maa?? sampai Naura di ajak makan siang. ''
jawab Naura dan Marinka mengangguk.
''Temani Mama bertemu sahabat Mama, dia pengen ketemu kamu Naura. ''
ucap Marinka dan Naura langsung menatap wajah Mamanya dengan serius.
__ADS_1
''Kenapa pengen ketemu Naura?? ''
''Kan terakhir ketemu saat kamu bayi, sahabat Mama pergi ke kota sebelah karena perusahaan suaminya sedang masa kritis, dia dan putranya mendamping suaminya. ''
''Ohh..... jadi sekarang sahabat Mama sudah ada di kota ini lagi?? ''
''Hummm.... sudah enam bulan sayang dan dia ingin bertemu kamu. ''
''Oke deh Naura mau Mama. ''
Tidak ada obrolan lagi karena Marinka sibuk dengan iped di tangan nya dan Naura sibuk membaca buku pelajaran juga.
Beberapa menit kemudian mobil yang membawa Naura tiba di gerbang utama sekolah, Naura langsung pamit pada Mamanya sambil mencium tangan dan masuk kedalam sekolah dimana Sellin menunggunya dengan bungkusan makanan di tangan nya.
''Banyak banget Sell, kamu kaya jualan tau?? ''
ucap Naura saat sellin memamerkan makanan di tangannya.
''Ibu aku langsung menyiapkan makanan loh Naura saat aku menceritakan kita makan bekal yang di siapkan Bibi, Ibu bilang bawa makanan dari rumah lebih sehat dan lebih irit jadi uang nya bisa di tabung untuk membelikan sesuatu yang di inginkan, Ibu satu pikiran sama kamu ternyata. ''
jelas Sellin dan Naura mengangguk.
''Bukan hanya aku dan Ibu kamu tapi semua ibu, Mama juga bilang bawa dari rumah dan uang tabungkan, makanya aku mulai sekarang mau membawa makanan dari rumah saja. ''
''Makanan aku sama makanan kamu jadi banyak dong kalau di gabungkan. ''
''Kita bisa kasih sama anak anak yang gak keluar kelas, amat kan. ''
''Iya juga yaa..... ''
Sellin dan Naura masuk kedalam kelas lalu duduk sambil menunggu bell masuk, Naura masih fokus dengan buku di tangannya dan Sellin sibuk menyiapkan pakaian olah raga.
''Naura nanti pulang sekolah ke rumah aku yaa, Ibu pengen ketemu kamu. ''
ucap Sellin dan Naura langsung terdiam karena dia ada janji menemani Mamanya.
''Besok saja yaa Sellin, Mama ngajakin makan siang buat nemenin dia bertemu teman lamanya. ''
ucap Naura yang sedikit tidak enak dengan ajakan Sellin.
''Oke deh masih banyak waktu juga kan kalau main ke rumah aku. ''
ucap Sellin dan Naura mengangguk.
Bell masuk berbunyi dan semua satu kelas Naura kecewa karena jadwal olah raganya tidak praktek tapi teori dan bagi Naura tidak masalah karena dia juga sedang malas berkeringat.
.
.
Bersambung......
__ADS_1