JODOH Dari MAMA

JODOH Dari MAMA
33 Demi Sellin.....


__ADS_3

Naura saat ini sedang berdecak kesal karena Davian terus menghimpit nya, saat Naura protes Davian malah menatapnya tajam dan membuat nyali Naura menciut.


''Kamu jadi sahabat gak peka banget sih Naura, lihat sahabat kamu lagi pendekatan dengan Antoni jadi biarkan saja. ''


ucap Davian dan Naura langsung menatap arah pandang Davian.


''Tau gini mendingan di kamar ajah tidur, malas banget harus keliling jadi obat nyamuk pula. ''


gumam Naura dengan nada kesalnya dan Davian masih mendengarnya.


Davian menggenggam tangan Naura dan Naura langsung menghempaskannya, Naura memutar balik tubuhnya dan memilih diam di dalam mobil.


Davian menghampiri Antoni dan Sellin untuk mengajaknya pulang, Sellin langsung tersadar kalau dia mengabaikan Naura dan pasti Naura akan sangat marah padanya.


Sellin langsung berjalan cepat ke arah Naura yang sudah berada di dalam mobil dan langsung masuk kedalam mobil duduk di samping Naura.


''Maaf Naura aku gak sadar kalau kamu ikut juga, aku santai karena kamu kan di temani Kak Davi. ''


ucap sellin penuh sesal dan Naura menghela nafasnya.


''Kedepannya kalau mau kencan jangan ajak aku, terserah kamu mau kencan dengan siapapun tapi jangan libatkan aku Sell, kamu tahu aku paling malas interaksi dengan banyak orang. ''


jawab Naura dan Sellin mengangguk meminta maaf.


Davian dan Antoni masuk kedalam mobil, Naura langsung meminta supir kembali ke hotel karena dia lelah ingin istirahat.


Di dalam mobil tidak ada obrolan hanya keheningan karena Naura memilih memejamkan matanya sambil bersandar sedangkan Sellin terdiam menatap jalanan di sampingnya.


Tiba di Hotel, Naura langsung turun dari mobil dan langsung menuju kamarnya membiarkan Sellin dan kedua laki laki itu.


''Sudah sana susul Naura saja Sellin, kami bisa cek inn sendiri ko. ''


ucap Antoni dan Sellin mengangguk sambil berjalan cepat mengejar Naura yang ternyata sudah memasuki lift nya.


Naura langsung menuju kamar mandi untuk bersih bersih dan memakai piyama tidurnya, lalu menuju ranjang untuk istirahat karena besok adalah hari yang akan menegangkan.


''Naura maafin aku yaa, jangan dieumin aku terus dong dan aku janji deh gak akan ngulangin lagi. ''


ucap Sellin saat menghampiri Naura yang sedang menyisir rambutnya.


''Sudah lah Sell, aku gak apa apa dan sana bersih bersih kita harus istirahat dan besok jam sembilan pagi kita akan ke rumah orang tua kamu. ''


jawab Naura dan Selling mengiyakannya.


Naura langsung merebahkan tubuhnya di ranjang dan menyelimuti tubuhnya dengan selimbut, Naura yang memang lelah pun langsung tertidur pulas.


Sellin menghela nafasnya saat melihat Naura sudah terlelap dan dia pun langsung ikut gabung merebahkan tubuhnya, Seliin sedang menyusun kata untuk di ucapkan besok dan ternyata tidak memiliki kata kata yang pas.

__ADS_1


''Besok saja deh minta pendapat Naura. ''


gumam Seliin sambil menutup matanya untuk menyusul Naura yang sudah terlelap lebih dulu.


.


.


Antoni dan Davian memesan kamar berbeda namun berdekatan, bahkan berdekatan dengan kamar Naura dan Sellin.


Antoni masih diam di kamar Davian sambil memakan makanan yang di belinya tadi saat jalan jalan singkat dengan Sellin.


''Kamu yakin kalau perusahaan Ayahnya Seliin di bawah naungan perusahaanku?? ''


tanya Davian yang masih tidak percaya kalau Ayahnya Seliin ada d bawah kendalinya.


''Besok kita buktikan dan dia akan tunduk sama kamu Davv. ''


jawab Antoni dan Davian hanya menghela nafasnya.


''Perusahaannya sih memang milik istri tua nya tapi di bawah naungan perusahaan kamu, pokonya Sellin akan butuh bantuan kamu kedepannya. ''


ucap kembali Antoni dan Davian hanya berdehem sambil merapihkan bekas makanannya.


''Naura sensitif sekali yaa, aku udah berubah biar layak buat dia tapi kenapa sulit buat baik baik ajah. ''


''Sabar dulu Davv dan nanti aku bantu kamu. ''


jawab santai Antoni dan Davian hanya mendelik sebal.


Antoni langsung pamit ke kamarnya setelah makannya selesai, Davian langsung merapihkan pakaiannya dan segera membersihkan tubuhnya untuk istirahat karena tubuhnya terasa sangat lelah.


Pagi menjelang........


Sellin membuka matanya terlebih dahulu dan langsung ke kamar mandi untuk menyegarkan tubuhnya, agar tidak bentrok dengan Naura nantinya.


Hanya sepuluh menit Sellin selesai dengan kamar mandinya dan saat keluar ternyata Naura masih terlelap dan Sellin membangunkannya.


''Jam berapa sekarang Sell?? ''


tanya Naura yang baru mengerjapkan matanya.


''Jam tujuh Naura dan ayo bangun mandi sana, sebentar lagi sarapan di antar ke kamar aku udah pesankan sekalian. ''


jawab Sellin dan Naura langsung duduk bersandar sambil mengumpulkan kesadarannya.


''Naura.... Kak Antoni sama Kak Davi nanti ikut boleh gak?? ''

__ADS_1


tanya Sellin hati hati takut Naura menolaknya.


''Iya boleh karena Kak Davi akan berguna nantinya, Papa juga udah wanti wanti Sell. ''


jawab Naura yang memang semalam Papa nya memberitahukan fakta yang mengejutkan tentang Davian.


''Oke deh dan aku gak akan bilang kalau Kak Davi ada manfaatnya yaa, biarkan berjalan semestinya. ''


ucap Sellin dan Naura menyetujuinya.


Naura langsung masuk kedalam kamar mandi dan Sellin membuka pintu karena ada yang mengetuknya, ternyata pesanan makanannya datang, Sellin langsung menerima makanannya dan menatanya di meja sambil menunggu Naura selesai dengan mandinya.


Beberapa menit kemudian Naura selesai mandi dan keluar dari kamar mandi dalam keadaan segar dan berpakaian lengkap.


''Sarapan dulu Naura takut keburu dingin makanannya loh. ''


ajak Sellin saat Naura sedang menyisir rambutnya.


''Duluan Sell aku mau rapihkan rambut dulu. ''


jawab Naura dan Sellin langsung memakan makanannya.


''Kalau gak pakai supir gak apa apa kan Naura?? ''


''Emang kamu tahu jalanan kota ini?? ''


''Kak Antoni nanti yang mengemudikan mobil nya dan Kak Davi yang menjadi petunjuk jalannya. ''


''Boleh deh dan yang penting mereka berdua harus menjamin kita dalam keadaan aman. ''


''Pasti kayanya Sell dan jangan khawatir, kota ini daerah kekuasaan Kak Davi. ''


Naura selesai merapihkan rambutnya dan langsung gabung untuk sarapan, mereka berdua sarapan dalam keadaan hening karena keduanya sibbuk dengan handphone masing masing.


''Kayaknya Kak Antoni deh, aku buka pintunya dulu yaah. ''


Ucap Sellin dan Naura hanya mengiyakannya dan sibuk kembali dengan handphone nya.


Naura membiarkan Davi dan ANtoni ikut campur dengan Sellin karena Papanya sudah memperingati dari awal kalau Davian akan memudahkan semuanya urusan Ayahnya Sellin dan mau tidak mau Naura harus menurut demi Sellin.


Ternyata Ayahnya sudah menebak dari awal kalau Davian memang akan ikut dengannya dan semua terbukti.


.


.


Bersambung.......

__ADS_1


__ADS_2