JODOH Dari MAMA

JODOH Dari MAMA
44 menginap


__ADS_3

''Mau aku antarkan gak ke rumah Mama kamu?? ''


tanya Sellin saat Naura membicarakan akan pulang ke rumah Mamanya.


''Sudah kamu pulang duluan saja, aku di jemput supir Bunda Hilda dan katanya ada titipan untuk Mama. ''


tolak Naura dan Sellin memanyunkan bibirnya.


''Aku mau ikut ke rumah kamu Naura, boleh kan?? ''


ucap Sellin dan Naura mengiyakannya.


''Boleh Sellin tapi aku mau nunggu supirnya dulu yaa atau kamu duluan ke rumah Mamanya. ''


ucap Naura dan Sellin menggelengkan kepalanya.


''Pakai mobil aku saja ke rumah kamu nya, nanti barang titipannya ambil. ''


''Boleh juga, kamu keluarkan mobilnya sana aku mau nunggu supir datang. ''


Sellin langsung menuju parkiran untuk membawa mobilnya, sedangkan Naura menunggu supir di gerbang utama, tak menunggu lama supir datang dan langsung keluar dari mobil.


''Pak barang titipan Bunda nya mana?? Naura mau barengan sama teman ke rumah Mamanya. ''


ucap Naura dan Supir mengiyakannya lalu mengeluarkan barang nya.


Ternyata satu ikat bunga mawar dan sebuah kotak makanan yang di siapkan Bunda Hilda untuk Mamanya Naura dan Naura langsung menerimanya, supir pun langsung pamit.


Seliin datang dan Naura langsung masuk kedalam mobil, menyimpan titipannya di jok belakang mobil Sellin dan dia fokus dengan jalanan.


''Boleh nanya gak?? ''


tanya Sellin saat memecahkan keheningan.


''Boleh Sellin dan kamu biasanya kan nyerocos tanpa minta ijin. ''


jawab Naura dan Sellin langsung terbahak mendengarnya.


''Oke jangan salahkan aku yaa kalau menjurus ke arah mana mana pertanyaannya. ''


ucap Sellin dan Naura mengangguk tanpa mengeluarkan suaranya.


''Kamu sama suami kamu sudah tahap mana saja Naura?? ''


tanya Sellin dan membuat Naura mengerutkan keningnya.


''Tahap apaan emang tangga yaa?? ''


jawab Naura dan malah berbalik bertanya pada Sellin.


''Kan emang rumah tangga Naura dan kamu masa penjajakan terus hubungannya. ''


kesal Sellin karena Naura sepertinya pura pura tidak mengerti ucapannya.


''Terus kamu mau aku jawab apa pertanyaannya?? Kamu aneh. ''

__ADS_1


''Aishhh......kamu yang aneh Naura, masa udah nilkah gak ngerti sih. ''


''Aku sama Kak Davi ga pernah jauh jauh, paling dia mentok peretelin baju aku trus mainin kesukaannya sampai di kasih tanda kepemilikan katanya. ''


''Syukur lah kalau sampai jauh tahapannya, kamu tahu kan kalau suami kamu itu di juluki Cassanova?? Artinya play boy bahkan penikmat selaangkaaangaan wanita, lebih baik kamu memperhatikan kebutuhan ranjangnya biar dia total insaf nya. ''


''Aku bingung deh, kenapa Semua orang membicarakan masalah ranjang ke aku?? ''


''Itu karena suami kamu paling doyan, rubah suami kamu agar setia sama kamu dan pahalanya sangat besar Naura kalau kamu memenuhi hak nya dia, kalau kamu menolak ajakannya kamu dosa dan di laknat sama malaikat. ''


''Astaga Sellin, kamu pengalaman sekali sih atau jangan jangan kamu sudah melebihi batas yaa?? ''


''Kamu baca di pencarian internet kamu kalau gak peraya, sudah ahh aku berasa jadi penceramah gegara kamu. ''


Pembicaraan keduanya terhenti saat mobil yang Sellin kemudikan sudah samapi di area halaman utama kediaman orang tua Naura yang sangat mewah.


Naura turun dari mobilnya dan membawa titipan BUnda Hilda untuk Mamanya dan entah apa isi dari kotak nya karena terbungkus rapih, Sellin mengekori Naura dari belakang yang langsung masuk kedalam rumahnya.


''Non Naura makin cantik ajah, aura istrinya terpancar loh kelihatan jelas. ''


Puji Bibi pengasuh dan membuat Naura mendelik karena Bibi terlalu berlebihan memujinya.


''Sudah jangan buat Naura kepedean Bibi, Mama mana?? ''


Tanya Naura sambil mengedarkan pandangannya ke seisi rumah Mamanya.


''Tuan dan Nyonya di kamarnya sejak tadi Non. ''


Jawab Bibi dengan nada yang tidak enak membicarakannya pada Naura.


''Papa ga ke kantor emangnya?? siang siang mojok di kamar. ''


''Kamu jadi anak durhaka loh, sudah biarkan saja Mama sama Papa kamu, ayo kita makan siang dulu perut aku lapar loh. ''


Ucap Sellin mengalihkan pertanyaan Naura dan Bibi langsung menyiapkan makanannya.


Naura mengajak Sellin ke kamarnya untuk mengganti pakain sekolahnya, Sellin berdecak kagum dengan kamar mewah milik Naura sama seperti tempat tidur sang ratu.


''Aku berasa di negeri dongeng, kamar kamu sangat mewah sekali. ''


ucap Sellin sambil duduk di sisi ranjangnya Naura.


''Sudah jangan banyak memuji lebih baik kamu ganti baju sana kita makan siang dulu. ''


ucap Naura dan Sellin mengangguk lalu beranjak menuju lemari pakaian Naura untuk memilih pakaian yang akan di kenakannya.


Naura mengerutkan keningnya saat melihat panggilan vidio dari nomer Davian tapi tidak Naura angkat karena dia sedang malas melihat wajah Davian.


Setelah Sellin mengganti pakainnya, Naura langsung mengajak ke ruang makan, sepertinya Bibi selesai dengan memasaknya.


Saat Naura menuruni tangga ternyata ada Mamanya di meja makan sedang duduk sambil merapihkan bunga yang di bawanya tadi.


''Sayang......makan dulu sana Bibi udah siapkan makannya buat kamu sama buat Sellin, kalian agak jauhan jangan dekat Mama duduknya. ''


ucap Mama Marinka dan Naura mengangguk.

__ADS_1


''Papa mana Maa?? ''


tanya Naura dan Mamanya langsung tersenyum.


''Papa masih tidur di kamar, kamu ada keperluan memang nanyain Papa?? ''


jawab Mama Marinka dan Naura menggelengkan kepalanya.


''Cuma heran ajah siang siang ada di rumah, memang Papa gak ngantor?? ''


tanya Naura kembali dan Marinka menghela nafasnya karena putrinya sangat banyak bertanya.


''Makan yang kenyang jangan sambil bicara Naura. ''


ucap Mama Marinka mengalihkan pertanyaan putrinya.


Naura memanyunkan bibirnya dan melanjutkan makannya, Sellin hanya menggelengkan kepalanya dengan sikap Naura yang sangat pisesif pada kedua orang tuanya.


.


.


Sellin ternyata tidak ikut menginap dan diminta pulang oleh Mamanya, Naura tidak memaksa dan membiarkan Sellin pulang mungkin Mamanya memang gak mau jauh dari Sellin setelah belasan tahun terpisahkan.


''Suami kamu kapan pulangnya Naura?? ''


tanya Papa Arman saat Naura duduk memainkan iped milik Mamanya.


''Gak tau kapan, pas pergi cuma bilang seminggu perginya. ''


jawab Naura dan Papanya menganggukkan kepalanya.


Naura memilih pamit ke kamar nya dan mengembalikan iped Mama Marinka, kedua orang tua nya merasa aneh karena Naura seperti menghindarinya.


''Ada apa dengan anak itu?? Biasanya sangat aktif sekali. ''


ucap Papa Arman saat Naura berjalan menuju tangga.


''Lagi rindu suaminya mungkin, lagian Naura kan memang aneh aneh saja sikapnya akhir akhir ini. ''


ucap Mama Marinka dan Suaminya mengangguk.


''Sepertinya julukan casanova Davian sangat gak pengaruh, putri kita masih belum jebol. ''


ucap Arman dan membuat Marinka memukul tangan suaminya.


''Sama anak sendiri bicaranya ngawur. ''


kesal Marinka dan langsung meninggalkan suaminya menuju kamar untuk istirahat.


''Ibu hamil sangat sensitif sekali mudah tersinggung. ''


ucap Arman sambil beranjak dari duduknya dan menuju ruang kerjanya.


.

__ADS_1


.


Bersambung.......


__ADS_2