JODOH Dari MAMA

JODOH Dari MAMA
45 Davian dan Naura.......


__ADS_3

Naura langsung masuk kedalam kamarnya dan merebahkan tubuhnya di ranjang empuknya, Naura memikirkan Davian yang seharian ini terus menerus menghubunginya.


Naura memeriksa handphone nya dan ternyata begitu banyak panggilan dari Davian, Naura langsung membaca satu persatu pesan dari Davian.


Tak lama membaca Davian kembali menghubunginya dan Naura langsung mengangkatnya.


Dalam panggilan saat ini.....


''Kamu kenapa gak angkat telphone nya Naura?? ''


''Aku sibuk Kak dan lagian Kakak kan kerja disana ngapain nelphone terus. ''


''Kangen tahu dan kamu malah cuek. ''


''Kalau kangen sini pulang jangan pergi pergi mulu. ''


''Kalau Kakak pulang mau di kasih hadiah apa?? ''


''Laah.....kenapa malah minta hadiah, aneh. ''


''Kan Kakka mau usahakan pulang demi kamu, ayo kasih hadiahnya dong. ''


''Ishh....malas sekali, Kakak baru dua hari kan perginya dan lebih baik lanjutkan pekerjaannya jangan membual yang gak akan mungkin. ''


''Gak ada yang gak mungkin untuk seorang Davian, ayo mau memberikan hadiah apa kalau Kakak bisa pulang, semua bukan membual tapi nyata. ''


''Kak Davi yang menjalaninya kenapa Aku yang di minta hadiahnya, sudah selesaikan pekerjaannya dan aku ngantuk mau tidur. '''


''Yasudah selamat malam istriku sayang......''


Panggilan berakhir.......


Naura langsung menjauhkan handphone karena dia ingin tidur nyenyak malam ini dan benar saja Naura terlelap tak lama menutup matanya.


Sedangkan di tempat Davian saat ini, Davian baru selesai mengerjakan pekerjaannya dan sengaja menghubungi Naura karena ingin mengajaknya mengobrol.


''Sepertinya besok pekerjaan final dan sisanya biar Leo yang menyelesaikannya, akhirnya aku bisa pulang dan memeluk Istri kecilku. ''


ucap Davian sambil merenggangkan tangannya dan langsung beranjak menuju kamar nya yang tak jauh dari meja kerjanya.


Davian yang memang lelah pun langsung tertidur tanpa mengganti pakaiannya, Davian tertidur hingga pagi menjelang.


Leo hanya menghela nafasnya saat melihat meja kerja Tuannya masih berantakan dan ada tulisan memo yang di buat oleh Tuannya.

__ADS_1


Jangan ganggu aku dan semua berkas sudah selesai, berani membangunkan. Gaji kamu saya potong.


Leo langsung mendesah kesal melihat catatan nya dan siapa juga yang berani mengganggu Tuannya yang sedang tidur.


Leo langsung keluar dari ruangan setelah selesai merapihkan meja kerja Tuannya, Leo langsung menuji tempat meeting karena berkas sudah selesai di kerjakan dan Leo tinggal menjelaskan nanti saat meeting.


Pagi hari di kediaman Marinka......


Naura langsung pamit setelah selesai dengan sarapannya dan pagi ini Naura di antarkan oleh Papa Arman ke sekolahnya.


Papa Armana yang Fokus dengan kemudinya pun sesekali menatap ke arah putrinya yang sedang duduk manis dengan buku di tangannya.


''Papa kalau mau nanya silahkan tanyakan, jangan seperti orang bingung gitu. ''


sindir Naura yang bisa merasakan lirikan dari Sang Papa.


''Kamu ini kebiasaan selalu saja tahu dengan apa yang Papa pikirkan. ''


keluh Papa Arman dan membuat Naura merapihkan bukunya lalu menatap ke arah Papa nya.


''Entah kenapa Naura sangat tahu apa yang Papa risaukan, Papa mau bertanya apa?? ''


tanya Naura dan Papanya tersenyum.


jawan Sang Ayah dengan pertanyaan yang membuat Naura terdiam.


''Naura bahagia hanya merasa aneh saja saat menyadari memiliki ikatan suci dengan seorang cassanova dan Papa kandung Naura sendiri yang merestuinya. ''


''Aishh.....kamu ko bilang gitu, Davian laki laki hebat dan bertanggung jawab terlepas dari kegemarannya sang penjelajah wanita, tapi percayalah pilihan Papa gak akan meleset. ''


''Tapi Papa tega menikahkan Naura sama Kak Davi yang notabennya penjelajah wanita, sedangkan Naura masih suci dan itu suatu kemenangan untuk seorang cassanova. ''


''Maaf karena semua nya demi kebaikan kamu sayang, hanya Davian menantu idaman dan kamu jangan takut karena dukungan penuh dari orang tua Davian begitu besar untuk kami, Davian jatuh hati sama kamu dan sebejat bejatnya laki laki pasti menginginkan perempuan yang suci untuk di jadikan pendampin hidupnya. ''


''No coment Papa dan Naura mau fokus ujian nasional yang hanya menghitung bulan, urusan rumah tangga Naura sekarang bukan prioritas. ''


Tidak ada obrolan kembali karena Papa Arman merasakan putrinya sudah sedikit emosi dan memilih kembali fokus dengan kemudinya.


Tiba di gerbang utama sekolahnya, Naura langsung pamit mencium tangan Papa Arman dan segera keluar dari mobilnya, Naura langsung menuju ruangan kelasnya karena tidak mendapati Sellin menunggunya.


Saat di kelas ternyata Sellin sedang mengerjakan tugasnya dan membuat Naura menghela nafasnya karena tumbenan sahabatnya belum mengerjakan tugas.


''Matahari sepertinya salah terbit pagi ini, kamu tumbenan sekali mengerjakan pekerjaan di sekolah?? Dan itu bukan Sellin yang aku kenal. ''

__ADS_1


sindir Naura sambil duduk di samping Sellin.


''Pliis jangan debatin aku dulu, ini hanya satu lagi dan itu makanan di makan biar ga mendumel. ''


jawab Sellin dan Naura langsung diam sambil memakan makanannya.


Naura langsung memakan makanannya sambil menunggu Sellin dengan pekerjaannya yang sangat menganehkan menurutnya, Sellin paling rajin dan selalu selesai mengerjakan tugas di rumah lalu kenapa pagi ini Sellin telat dan mengerjakannya di sekolah.


Sellin langsung merenggankan tangannya setelah selesai dengan tugasnya lalu merapihkan kembali buku bukunya.


''Kemarin aku nemenin Kak Antoni ke acaranya sampai larut dan lupa kalau punya tugas, makanya aku kerjakan di sekolah. ''


ucap Sellin dan Naura hanya mengangguk.


''Kemajuan bagus untuk kamu, sebentar lagi kita ujian nasional kelulusan jangan sampai kamu gak lulus Sellin hanya karena hubungan kamu dan Kak Antoni. ''


peringatan Naura dan Sellin mengiyakannya.


''Iya Naura dan aku akan berhati hati kedepannya, semalam ada wanita cantik menanyakan Kak Davian loh dan Kak Antoni bilang dia mantan nya Kak Davian tapi aku gak percaya karena wanita itu sangat terlihat dewasa dan pantasnya menjadi Tante nya Kak Davian loh. ''


ucap Sellin dan Naura hanya mengangkat bahunya karena dia gak perduli pada wanita manapun yang berhubungan dengan Davian.


''Aku gak akan pernah mencampuri urusan Kak Davi dan itu akan membuat aku tentram. ''


ucap Naura dan Sellin hanya mengangguk.


Bell sekolah berbunyi dan semua murid kelas langsung bersiap untuk pelajaran pertama, pelajaran sekolah yang memang sedang di utamakan untuk kelas Naura untuk di ujian nasionalkan.


Naura begitu fokus mendengarkan setiap penjelasan dari gurunya dengan seksama, hingga pelajaran pertama selesai setelah sembilan puluh menit di lalui.


''Kamu mau ke kantin sekarang gak Naura?? ''


tanya Sellin dan Naura menggelengkan kepalanya.


''Pelajaran akan mulai sekarang ngapain ke kantin, nanti saat jam istirahat saja jangan samakan dengan yang lain, kalau mau kamu saja sendiri. ''


jawab Naura dan Sellin memanyunkan bibirnya.


Sellin merasa aneh dengan Naura yang mood nya berbeda hari ini, hingga Sellin menyimpulkan kalau Naura sedang datang bulan.


.


.

__ADS_1


Bersambung........


__ADS_2