
''Davian menawarkan anak perusahaannya ke Kakak tapi Kakak masih menolaknya karena mau mempertahankan harta peninggalan mendiang Mama tapi karena mereka nekad seperti ini, Kakak akan mengikhlaskan harta nya dan menerima tawaran dari Davian. ''
jelas Antoni kembali Karena Sellin hanya diam.
''Kakak jangan takut miskin karena semua Rezeki sudah di atur sama Tuhan, Ayah bilang mau pensiun dan menemani Mama di rumah, Kakak yang melanjutkan perusahaan dan lepaskan perusahaan keluarga yang membuat Kakak terikat, bukan aku egois tapi aku gak mau kehilangan Kak Antoni. ''
ucap Sellin dan membuat Antoni tersenyum lebar.
''Terimakasih Sayang, Kakak janji akan membicarakan semua dengan Davian dan menyelesaikan semua penghalangnya, percaya dan berikan Kakak kesempatan untuk membuktikannya. ''
ucap Antoni dan Sellin mengiyakannya.
''Naura juga tadi bilang suruh memberikan Kakak kesempatan, tapi kalau Kakak tetap diam Naura bilang tinggalkan karena laki laki seperti itu tidak akan layak menjadi pendamping hidup. ''
ucap Sellin dan membuat Antoni mengangguk.
''Yang di katakan Naura benar, dia sangat dewasa juga bijak dalam berbicara, sangat jauh dengan Davian yang bicara sangat tajam pada siapapun. ''
ucap Antoni saat mendengar ucapan Naura untuk Sellin.
''Naura seperti Kakak, Adik dan Ibu untuk aku Kak, Aku sama Naura bersahabat sangat lama dan kami benar benar terikat satu sama lain. ''
Tidak ada obrolan antara keduanya karena mobil yang di kemudikan Antoni telah sampai di kediaman Sellin, Antoni langsung pamit untuk mengurus semua masalah nya dengan orang tuanya dan Sellin mengiyakannya.
Sedangkan di tempat Naura saat ini, Naura sedang mendengus kesal melihat Suaminya yang sedang asik dengan menyalurkan hobinya di siang bolong, di ruang kerja Davian dan Naura hanya bisa pasrah menerimanya karena hati dan juga tubuhnya sangat berlainan arah.
''Ahhhh.........terimakasih sayang, vitamin nya full sekali siang ini. ''
lenguh Davian saat mencapai puncak nya dan mencium kening Naura yang sudah menutup matanya karena memang sangat lelah.
Davian melepaskan penyatuannya dan menyelimuti tubuh polos Naura, Davian langsung menuju kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya.
Hanya sepuluh menit di kamar mandi Davian keluar dengan tubuh segar, Davian langsung memakai pakaian yang memang tersedia di lemari ruangan pribadinya, setelahnya Davian keluar dari ruangan pribadinya dia tersentak saat melihat Ayahnya sudah duduk sambil menatap mengejek ke arah sang putra.
''Ayah gak habis pikir sama kamu Davi, beri sedikit istirahat sama Naura jangan terus kamu ajak main main terus, Bunda kamu khawatir loh takut Naura kelelahan dan malah jatuh sakit. ''
ucap Sang Ayah menasehati putranya.
''Naura nya saja tidak protes malah menikmatinya dan Davi tahu mana yang baik juga yang gak baik nya, Ada apa Ayah datang kesini?? ''
__ADS_1
ucap Davian dan membuat Ayahnya kesal dengan ucapan putranya.
''Ayah hanya mampir setelah pulang meeting dan mendengar Naura di ajak kamu ke kantor jadinya Ayah datang saja, ehh.....malah di ajak main main sama kamu ternyata di saat dia di ajak kesini. ''
ucap Sang Ayah dengan decakan kesalnya.
''Ayah pliis jangan ikut campur masalah pribadi Davi sama Naura, Ayah harus mengerti kalau tubuh Naura sangat membuat candu untuk Davi, Davi baru merasakan tubuh seorang gadis murni. ''
ucap Davian dengan santai nya dan membuat Ayahnya memutar bola matanya jengah mendengar ucapan sang Putra.
''Aishhh....pusing jadinya kalau Ayah debat sama kamu, otak sama pikiran kamu sangat menjurus ke arah ************, Ayah lebih baik pulang sebelum meledak mendengar ucapan kamu. ''
ucap Sang Ayah yang langsung beranjak tanpa menunggu jawaban dari sang putra.
Davian hanya terbahak melihat Ayah nya kesal dan dia langsung melanjutkan pekerjaannya, hari ini energi nya full setelah di service Naura lebih tepatnya Davian yang memaksa meminta hak nya dan Naura hanya pasrah karena Davian menyerang titik sensitif tubuh Naura.
.
.
Sore menjelang.......
Davian merenggangkan lengannya dan tersentak saat melihat jam menunjukan pukul lima sore, Davian langsung merapihkan berkasnya lalu menyimpan di berangkas, setelahnya Davian masuk kedalam kamar pribadinya ternyata Naura masih tertidur pulas sekali dan Davian tersenyum melihatnya.
ucap Davian sambil merapihkan rambut berantakan Naura yang sedang tertidur pulas.
Davian mengirim pesan pada Papa Arman memberitahukan kalau dia dan Naura menginap di kantor Davian dan Papa Arman mengiyakannya membuat Davian bahagia.
Davian memesan makanan online untuk makan malam nya kali ini, baju seragam Naura di gantung di dalam lemari agar tidak kusut saat esok di kenakan.
Saat asik memainkan ponselnya, mata Naura terbuka dan mengerjap mengumpulkan kesadarannya, Naura menatap ke arah Davian yang sibuk dengan handphone nya.
''Jam berapa sekarang Kak?? ''
tanya Naura sambil duduk bersandar di sisi ranjangnya.
''Jam enam sore, kenapa?? ''
jawab Davian sambil menghampiri Naura dan Naura belum sadar kalau dada nya terpampang tanpa penutup.
__ADS_1
Davian tersenyum lalu duduk di samping Naura sambil mengusap dada Naura, Naura langsung menegang dan menjauhkan tangan Davian.
''Jangan mulai Kak, aku lelah tau biarkan aku istirahat dulu dong. ''
ucap Naura saat tangan Davian berhasil di jauhkan.
''Kamu yang menggoda duluan, mandi dulu segarkan tubuh kamu nya karena makanan sebentar lagi tiba loh sayang. ''
ucap Davian sambil mengusap rambut Naura yang berantakan.
''Pakaian nya gak ada Kak, mau pakai apa coba?? Masa iya harus telanjang. ''
ucap Naura dan Davian langsung tersenyum.
''Di lemari ada kemeja Kakak, pakai saja atau kalau mau kamu polos saja itu lebih bagus. ''
ucap Davian dengan tatapan yang sulit di artikan dan membuat Naura mendelik.
''Mesum......''
sentak Naura sambil beranjak menuju kamar mandi dan Davian hanya terbahak melihat reaksi istrinya yang kesal terlihat menggemaskan.
Davian merapihkan ranjangnya dan langsung keluar dari ruangan pribadinya karena Sang Asisten memanggilnya dan Davian tahu pasti masalah penting hingga asistennya berani memanggilnya.
''Maaf mengganggu Tuan, ini berkas yang anda minta tadi siang dan semua pemegang saham setuju menarik investasinya. ''
ucap Sang Asisten dan membuat Davian menyeringai.
''Antoni mengabari sudah melepaskan semua kekayaanya, besok pastikan nama dia tidak terseret dan kamu beli saham nya jangan ada yang tertinggal, aku yang akan menghubungi Antoni dan kamu urus perusahaannya. ''
ucap Davian dan Sang Asisten mengangguk sambil pamit karena waktunya pulang setelah sang Tuan memintanya.
Davian menyeringai melihat berkas ada di tangannya, Ayahnya Antoni yang gila harta itu akan kelabakan karena besok saham perusahaannya akan anjlok dan di sana Davian yang akan membeli semua sahamnya.
Lamunan Davian buyar saat mendengar ketukan pintu ruangannya dan ternyata petugas keamanan yang datang membawa pesanan Davian.
Davian menerima makanannya dan memberikan tips dengan memaksa petugas keamanan menerimanya sebelum petugas keamanan pamit undur diri.
.
__ADS_1
.
Bersambung.....