JODOH Dari MAMA

JODOH Dari MAMA
35 Fakta # part 2


__ADS_3

Sellin terdiam saat mendengar cerita ayahnya dan entah apa yang di pikirkan Sellin saat ini karena dia begitu sangat tidak percaya dengan faktanya.


Melihat Sellin terdiam ayahnya melanjutkan kembali penjelasannya.


''Ayah berjuang selama belasan tahun untuk mengambil hak Harta yang Ayah miliki dan kalau semua sudah di tangan, Ayah akan membawa kamu dan menceraikan ibu tiri kamu tapi kamu sudah tahu terlebih dahulu dan Ayah akan mempercepat perceraiannya. ''


''Kenapa Ayah gak membiarkan harta di ambil wanita itu dan membawa Sellin, padahal harta bisa di carikan Ayah, kenapa Ayah?? ''


''Semua harta adalah warisan nenek kamu dan ayah gak ikhlas memberikannya, Nagita bukan anak kandung ayah dia anak hasil perselingkuhannya dengan pria lain setelah ayah memeriksa DNA nya, selama ini ayah diam dan membiarkan dia menganggap kalau ayah tidak tahu yang sebenarnya, maafkan ayah dan ayah terima apapun yang akan kamu berikan pada ayah sebagai hukuman. ''


''Ayah tahu gak?? Sellin di anak tirikan di rumah itu dan ibu baik kalau ayah ada tapi kalau ayah gak ada dia cuek dan gak pernah baik sama Sellin, Seminggu lalu Sellin mengetahui faktanya kalau sellin bukan anak kandung dia dan orang tua Naura yang melindungi sellin karena selama sellin keluar dari rumah dia, banyak orang suruhan dia yang akan mencelakai sellin. ''


''Maafkan Ayah sayang karena Ayah kemarin kemarin mengobati Ibu kandung kamu yang sakit dan baru pulih sekarang, Ayah janji akan mengurus perceraiannya dan Ayah sudah mendapatkan hartanya enam puluh persen dan itu cukup untuk bekal kamu, sekali lagi maafkan kami sayang. ''


Sellin hanya diam bahkan air matanya menetes dengan deras, ibu kandung Sellin memberanikan diri menghampiri Sellin dan menghapus air mata Sellin.


''Ada Mama yang akan melindungi kamu dan memberikan kasih sayang sama kamu, maaf terlambat karena kemarin kesehatan Mama sedikit bermasalah dan Ayah kamu fokus dengan Mama, Mama merindukan kamu Sellin. ''


Ucap Mamanya Sellin dan Sellin langsung menangis saat Mamanya membawanya kedalam dekapannya.


Ayahnya Sellin mendekat dan memeluk kedua wanita yang di sayanginya dengan erat dan berjanji akan menjaganya dari siapapun.


Naura yang menyaksikannya ikut menangis dan Davian memeluknya, Naura bahkan tidak sadar kalau dia ada dalam dekapan Davian karena Naura merasa nyaman saat ini.


.


.


Senyum bahagia terus menghiasai wajah Mamanya Sellin, akhirnya doanya terkabul untuk bertemu dengan putri semata wayangnya.


Naura dan Sellin saat ini sedang duduk di karpet sedangkan yang lainnya duduk di sofa, mereka berdua sedang asik memakan makanan yang di buatkan pelayan di kediaman Mamanya Sellin.


''Tuan Davian kenapa bisa bersama dengan Sellin dan Naura yaa?? Saya baru kepikiran. ''


tanya Ayahnya Sellin dan membuat Sellin juga Naura menatap ke arah Ayahnya.


''Saya calon suaminya Naura. ''


jawab tenang Davian dan membuat Naura melototkan matanya.


''Ngarang.....siapa yang calon istri Kakak. ''


protes Naura dan membuat Davian mengangkat bahunya.


''Sudah lanjutkan makannya Naura biarkan Kak Davi berbicara apapun jangan tergoyah karena makanan ini enak banget. ''

__ADS_1


ucap Sellin yang menengahi perdebatan Naura dan Davian.


''Untung makanannya enak jadi aku gak protes banyak sama kamu Kak Davi. ''


ucap Naura dengan memanyunkan bibirnya ke arah Davian.


Davian hanya menggelengkan kepalanya dan mengacak rambut Naura karena saat ini Naura duduk di hadapannya.


''Mama emangnya sakit apa Ayah?? ''


tanya Sellin yang memang penasara.


''Mama sakit gagal jantung tapi sekarang sudah pemulihan dan sudah operasi juga. ''


jawab Ayah nya Sellin dan Sellin mengangguk.


''Syukur laah kalau sudah pemulihan karena Mama harus sehat biar bisa bersama sama dengan Sellin. ''


jawab Sellin dan membuat Mamanya tersenyum.


''Naura terimakasih untuk bantuannya, Om banyak berhutang sama kamu dan kedua orang tua kamu. ''


ucap Ayah nya Sellin dan Naura langsung cemberut.


ucap Naura dan membuat Sellin tersentak lalu memukul lengan Naura.


''Ngarang....siapa calon mantu Ayah?? Pacar saja aku gak punya Naura. ''


protes Sellin dan Naura langsung menunjuk ke Arah Antoni.


''Mana ada cowok yang ngebelain ikut menyusul menemani, menyangati, mengajarkan sikap dan perhatian kalau gak naksir, kamu gak peka. ''


ucap Naura dan membuat Antoni tersenyum.


''Kalian berdua masih sekolah dan belum lulus, gak baik membahas masalah calon suami, tamati sekolah sampai ke jenjang kuliah dan nilai terbaik, barulah kalian memikirkan calon suami. ''


ucap Mamanya Sellin dan membuat Naura mengacungkan jempolnya.


''Denger tuh Kak Davi apa yang di bicarakan Mamanya Sellin, aku setuju seratus persen. ''


ucap Naura dan membuat Davian langsung mengangkat bahunya tanda tidak mau berkomentar.


''Kalian akan menginap dimana?? Kapan datang ke kota ini?? ''


tanya Ayahnya Sellin sambil menyiapkan makanan untuk istrinya.

__ADS_1


''Aku sama Naura kemarin siang tiba, kalau Kak Antoni sama Kak Davian malam nya, kita menginap di hotel milik Papanya Naura. ''


jawab Sellin dan Ayahnya langsung mengangguk.


''Kalian menginap di rumah ini saja yaa jangan di hotel, kamar disini banyak yang kosong nanti akan di siapkan untuk kalian. ''


pinta Ayahnya Sellin dan Seliin menatap ke arah Naura.


''Kenapa menatap ke aku?? ''


ucap Naura dan Sellin langsung tersenyum.


''Sellin setuju dan nanti mau ambil barang barang di hotel, kamu setuju kan Naura?? ''


ucap Sellin dan Naura mengangkat jempol tangannya.


Davian dan Antoni saling menatap karena dia bingung akan ikut atau tetap di hotel, Sellin yang mengerti pun langsung tersenyum.


''Kak Antoni sama Kak Davian ikut juga menginap di rumah ini, aku gak sejahat itu meninggalkan kalian di hotel, bener kan Naura?? ''


ucap Sellin dengan senyumnya dan Naura hanya mendelik.


''Aku terserah yang punya rumah saja gak akan komentar takut salah. ''


jawab Naura dan semua tersenyum karena Naura menjawabnya dengan nada kesal.


Mamanya Sellin menghampiri dan mengajak semuanya untuk makan siang karena makanan sudah matang juga tersaji di meja makan.


Naura masih membalas pesan dari Papa nya dan belum menyusul ke meja makan, Davian menghampiri dan mencium pipi Naura membuat Naura melototkan matanya.


''Ishh.....mesuuuum banget sih kamu Kak. ''


teriak Naura dengan nada cemberutnya dan membuat Davian tersenyum.


''Ayo kita makan. Semua sudah kumpul dan hanya kamu masih diam disini. ''


jawab Davian dengan nada lembut dan membuat Naura siaga karena takut Davian melakukan yang lebih.


Naura langsung beranjak dan berjalan menuju meja makan di ikuti Davian yang berjalan di belakangnya, Naura memanyunkan bibirnya karena kesal dengan kelakuan Davian padanya.


.


.


Bersambung........

__ADS_1


__ADS_2