JODOH Dari MAMA

JODOH Dari MAMA
21 Naura dan Kak Davi


__ADS_3

Davian sampai di kediamannya dan melihat Bundanya sudah rapih, Davian yang penasaran langsung menghampirinya.


''Bunda....sudah rapih mau kemana?? ''


tanya Davian saat menghampiri Bundanya.


''Kamu tumben masih sore sudah pulang?? ''


sang Bunda malah berbalik nanya dan Davian langsung terdiam.


''Lagi males ke kantor dan habis meeting langsung pulang saja. ''


bohong Davian dan Bundanya menatap penuh selidik.


''Bunn.... pliis jangan menatap seperti itu, Davi kaya penjahat yang ke gep sama polisi. ''


ucap Davian saat melihat tatapan Bundanya yang penuh selidik.


''Kamu ikut Bunda ke rumah Tente Marinka dan sekalian kamu bisa bertemu Naura juga. ''


ucap Bundanya dan Membuat Davian akan menjawab namun di urungkan bisa bisa kebohongannya malah terbuka.


''Davi antarkan sampai gerbang saja yaa Bunn dan nanti Davi jemput lagi, bagaimana?? ''


ucap Davian dan Bundanya menggelengkan kepalanya.


''Ikut masuk Davi dan gak di bantah. ''


jawab tegas sang Bunda dan Davian mengangguk.


''Percuma ke rumah Tante Marinka juga, Naura kan ada di Apartemen dan pasti belum kembali ke rumahnya. ''


gumam Davian dalam hatinya sambil berjalan menuju kamarnya untuk berganti pakaian.


Di apartemen Naura saat ini....


Sellin sedang memikirkan ucapan Papanya Naura tadi siang yang mengatakan untuk tidak mengorek kejanggalan pada keluarganya dan lebih baik Sellin menikmati hidup nya yang sekarang karena kedua orang tua Naura akan membiayainya hingga Sellin lulus kuliah nanti.


''Sudah lah Sell lebih baik kamu menurut sama ucapan Papa aku, aku yakin ada kejanggalan dan kamu belum cukup usia buat menerimanya. ''


ucap Naura menenangkan sahabatnya yang terlihat murung setelah kembali dari kantor Papanya.


''Iya juga siih takut ngaruh sama sekolah dan aku pengen lulus dengan nilai terbaik biar bisa barengan kamu kuliahnya. ''


jawab Sellin dan Naura mengacungkan jempolnya.


''Kamu beneran gak akan ikut dengan aku ke rumah Mama?? ''


ucap Naura kembali sambil memakai sepatunya.


''Gak ahh aku mau di rumah ajah tiduran, lagian kamu mau jemput Bibi juga bukan mau jalan jalan. ''


tolak Sellin karena memang sedang tidak mau kemana mana dan memilih rebahan saja.


''Oke kalau gitu aku berangkat yaa, supir Mama sudah menunggu di bawah. ''

__ADS_1


pamit Naura dan Sellin menggangguk.


Naura langsung berjalan menuju lobi bawah karena supirnya sudah menunggunya, Naura sebenarnya malas pulang tapi karena akan menjemput Bibi pengasuhnya jadinya dia terpaksa pulang.


Lima belas menit perjalanan menuju kediaman Mamanya dan Naura mengerutkan keningnya saat melihat mobil yang asing terparkir di halaman rumah Mamanya.


Naura langsung masuk dan mengucapkan salam, Naura langsung di panggil sang Mama memintanya ke ruang keluarga, Naura menuruti dan langsung menuju ruang keluarga.


Pandangannya beradu dengan pandangan Laki laki yang sangat malas untuk di temui, dia adalah Davian dan Davian tersenyum menatap Naura.


Davian sebenarnya sedang berdoa agar Naura tidak membocorkan pertemuan tak sengaja di aparteman tadi siang, namun harapannya musnah saat melihat senyum ejekan naura.


''Tante Hilda apa kabar?? ''


sapa Naura sambil mencium tangan Bundanya Davian.


''Tante baik sayang kabarnya dan setelah melihat kamu Tante tambah baik. ''


jawab Tante Hilda sambil tersenyum mengelus rambut panjang Naura yanh tergerai.


''Kak Davi gak di sapa Sayang?? ''


tanya sang Mama dan Tante Hilda mengiyakannya.


''Buat apa nyapa buaya, tadi sudah ketemu di Apartemen saat dia menutup pintu Apartemen. ''


celetuk Naura dan membuat Bundanya Davian menatap tajam ke arah sang putra.


''Sejak kapan meeting di lakukan di kamar Apartemen?? Bunda baru tahu. ''


ucap Sang Bunda penuh selidik dan Davian hanya menyengir enggan menjawab ucapan sang Bunda.


ucap Marinka yang melerai perdebatan sahabat dengan putranya dan membuat Davian lega karena terselamatkan oleh Marinka.


''Kamu kenapa tinggal di Apartemen?? mendingan tinggal sama Tante saja. ''


ucap Tante Hilda dan Naura menggelengkan kepalanya.


''Gak mau Tante dan Nanti Naura harus bertemu dengan buaya setiap hari, nanti Naura malah di apa apain lagi. ''


celetuk Naura dan membuat Davian melototkan matanya ke arah Naura.


''Kalian menikah saja kalau gitu, Bagaimana sayang kamu mau kan?? ''


ucap Tante Hilda dan membuat Naura tersentak kaget.


''Naura masih sekolah masa menikah dan lagian Naura gak mau menikah sama buaya, yang ada nanti Naura malah di permainkan. ''


ucap Naura dan membuat Davian langsung mencekik Naura dengan lengannya.


''Mama...... tolongiin. ''


jerit Naura sambil memukul lengan Davian.


''Rasakan saja karena kamu memfitnah Kakak dan Mama kamu gak akan menolong. ''

__ADS_1


ucap Davian sambil menggoyangkan kepala Naura penuh sayang.


''Sudah Davi kasian Naura nya. ''


ucap Sang Bunda dan Davian melepaskan Naura dari dekapannya.


Naura memilih menuju dapur untuk menanyakan Bibi pengasuhnya, ternyata Bibi sudah siap dengan barang barang bawaannya dan beberapa makanan yang sudah matang tinggal di masaknya.


''Naura memilih tinggal di Apartemen dengan Sahabatnya dan Bibi pengasuhnya akan mengawasi mereka berdua, Arman menyetujuinya karena Naura dalam pengawasannya karena Apartemen nya dekat dengan perusahaan Arman. ''


jelas Marinka dan Hilda menganggukkan kepalanya.


''Tante gak takut Naura kenapa kenapa karena tinggal jauh dari Tante?? ''


ucap Davian Dan Marinka menggelengkan kepalanya.


''Ada pengawal bayangan yang mengawasi mereka, Sellin dan Naura sudah berjuang bersama sejak mereka SMP, sekarang ada masalah menimpa Sellin dan Naura membantunya, Naura bilang memberikan kesempat buat aku sama Arman untuk semakin dekat, anak itu sangat lucu. ''


ucap Marinka kembali dan Hilda tersenyum.


''Bagus dong inisiatif namanya, Naura memberikan ruang buat kamu sama Arman untuk memperbaiki rumah tangga kalian, kurangi aktifitas kantor kamu Marinka dan fokus pada kebutuhan Arman, kamu ngerti kan kebutuhan nya apa?? ''


ucap Hilda dan Marinka mengangguk.


Davian menjadi nyamuk dengan Bunda dan Sahabatnya pun memilih menyusul Naura dan ternyata Naura sedang duduk di kursi meja makan dengan makanan di hadapannya dan Davian ikut gabung.


Naura hanya mendesah kesal dan membiarkan Davian karena dia sedang malas berdebat dengan laki laki menyebalkan di hadapannya saat ini.


''Kamu kenapa memilih Apartemen Naura?? kan sedikit beresiko karena jauh dari keluarga dan kamu masih belum cukup umur tanpa pengawasan orang tua. ''


ucap Davian dan Naura mendelik sebal mendengarnya.


''Terserah aku saja dan kamu gak berhak berkomentar Kak Davian. ''


jawab Naura dengan nada tegasnya dan sekarang Davian mendelik sebal ke arah Naura.


''Boleh Kakak mampir sesekali gak?? ''


ucap Davian dan Naura menggelengkan kepalanya.


''Maaf gak menerima tamu. ''


jawab Naura dan Davian mengangkat bahunya tanda tidak perduli.


''Kue nya ternyata enak, pantesan kamu gak mendebat aku sedikitpun. ''


ucap Davian sambil memakan kue yang di makan Naura.


''Dan kamu seenaknya saja memakan kue aku, gak punya malu. ''


jawab Naura dengan nada kesalnya dan Davian tetap enjoy dengan makanannya.


Keduanya tidak menyadari kalau kedua ibu mereka memperhatikannya dan keduanya tersenyum senang dengan pemandangan di hadapannya.


.

__ADS_1


.


Bersambung......


__ADS_2