
Naura meminta Sellin duluan ke kamarnya karena Naura akan izin pada Mamanya untuk keluar dari rumah.
''Mama..... Naura ijin keluar rumah yaa, mau ambil barang Sellin di rumahnya buat pelajaran besok. ''
ucap Naura saat duduk di samping Mamanya.
Marinka langsung menoleh dan menatap putrinya, tatapan penuh tanya dan Naura membencinya seperti tatapan tersangka kejahatan.
''Sellin mau menginap di kamar aku Mama, di rumahnya sedang ada kekacauan Kakak nya bercerai dengan suaminya dan membuat Ibunya Sellin fokus dengan kakaknya yang sedang hamil besar. ''
ucap kembali Naura dan Marinka mengangguk.
''Yasudah suruh Sellin tinggal dengan kita saja, biar rumah ramai dan kamu ada temannya juga kan sayang, Mama ijinkan dan sana ke rumah Sellin ijin sama orang tuanya biar gak berpikiran buruk walaupun mereka acuh tapi kita ga boleh membalasnya yaa. ''
ucap Marinka dan Naura mengiyakannya.
Naura langsung menuju kamar nya untuk bersiap ke rumah Sellin dan Marinka meminta supir mengantarkannya tidak mengijinkan menyetir sendiri.
''Tenang saja supir nya gak akan ember karena Mamang supirnya kepercayaan aku dari dulu. ''
ucap Naura saat melihat keraguan di wajah Sellin.
''Oke aku percaya kamu Naura dan kita pergi sekarang untuk membawa peralatan sekolah saja, pakaian bisa kita beli. ''
jawab Sellin dan Naura mengacungkan jempolnya.
Setelah pamit pada Marinka, Naura dan Sellin menuju mobil yang sudah siap dengan supirnya, setelah kedua gadis belia duduk nyaman, barulah supir menjalankan mobilnya ke rumah Sellin.
''Habis ambil peralatan sekolah kamu, kita langsung ke apartemen yaa, kata Mas Aldo sih semua sudah siap dan sterill. ''
ucap Naura dan seliin mengganggukkan kepalanya.
''Kamu sudah melihat penghasilan kita belum?? ''
ucap Sellin dan Naura menggelengkan kepalanya.
''Aku jarang melihatnya dan hanya tahu dari kamu. ''
jawab Naura dan Sellin menghembuskan nafasnya karena Naura memang kelewat santai.
''Jadi kita mau lanjutkan usaha butik dan restorannya?? kamu yakin?? ''
tanya Sellin untuk meyakinkan kembali ucapan sahabat geniusnya ini.
''Yakinkanlah dan kalau pun gak sukses kita tetap harus mencobanya lagi sampai sukses, aku yakin kita akan berhasil dan kamu bisa bernafas lega tanpa kesakitan menyaksikan ketidak adilan kamu. ''
jelas Naura dan membuat Sellin berkaca kaca karena sahabatnya sangat sangat mengerti padanya.
''Kamu memang sahabat terbaik aku Naura dan makasih sudah hadir. ''
__ADS_1
ucap sendu Sellin dan Naura mengangguk tersenyum.
Tak lama perjalanan akhirnya sampai di kediaman Sellin yang tidak terlalu mewah seperti kediaman Naura, namun Sellin termasuk keluarga kaya.
Naura langsung mengajak Sellin untuk turun dan masuk kedalam rumahnya.
''Mama bilang kita harus tetap meminta ijin walaupun mereka tidak menghiraukannya, dia orang tua kamu karena mereka kamu ada di hadapan aku Sellin. ''
ucap Naura dan Selin mengangguk sambil tersenyum.
Sellin turun di ikuti oleh Naura dan langsung masuk kedalam rumah sebelumnya mengucapkan salam, ternyata Ibu dan kakaknya Sellin sedang santai di halaman belakang.
''Sore Tante..... ''
sapa Naura sambil mencium tangan Ibunya Sellin dan kakaknya.
''Sore juga Naura, maaf karena Tante gak menjenguk kamu saat kamu sakit, ayo duduk sini gabung. ''
ucap Ibunya Sellin dan Naura mengangguk sambil duduk di samping Sellin.
''Gak apa apa Tante dan memang gak ada yang di perbolehkan menjenguk sama Mama Marinka. ''
jawab Naura dan ibunya sellin hanya tersenyum.
''Sell.... minta buatkan minum buat Naura sana. ''
ucap Kak Nagita namun Naura mencegahnya.
ucap Naura dan membuat ibu juga kakak nya Sellin mengerutkan keningnya.
''Sellin boleh gak tinggal sementara di Rumah Naura?? nemenin Naura soalnya sepi di rumah karena Mama nya sering keluar kota juga. ''
jelas Naura kembali dan keduanya mengangguk.
''Boleh silahkan sebetahnya Sellin saja mau sampai kapan menginapnya dan Tante gak masalah. ''
ucap Ibunya Sellin dan membuat Naura tersenyum tipis sedangkan Sellin sakit hati.
''Yasudah Sellin mau mempacking barang barang dulu di bantu Naura. ''
ucap Sellin dan di angguki oleh ibunya.
Sellin langsung menarik tangan Naura menuju kamarnya, Selin terus meneteskan air matanya dan membuat Naura ikut sedih.
''Janji sama aku Sell, ini air mata kesedihan terakhir kamu dan kamu barus bangkit, ada aku yang akan selalu mendamping kamu. ''
ucap Naura dan Sellin mengiyakannya.
Naura langsung membantu merapihkan buku pelajaran semuanya termasuk beberapa foto milik Sellin, sedangkan Sellin merapihkan pakaian seragamnya dan pakaian pavorite yang dibelinya sendiri.
__ADS_1
''Sepatunya jangan banyak banyak Sell, di rumah aku udah banyak loh soalnya dan kita semuanya satu ukuran jadi aman. ''
ucap Naura saat seliin menyiapkan sepatu.
''Iya Naura dan aku juga cuma bawa barang yang aku beli dengan uang aku sendiri. ''
jawab Sellin dan Naura mengacungkan jempolnya.
Total ada dua koper yang Sellin bawa dan juga Naura langsung membawanya turun untuk di masukkan kedalam bagasi mobil.
Supir langsung membantu memasukannya dan Naura kembali masuk menyusul Sellin yang akan pamit pada ibu juga Kakak nya.
''Ibu, Kakak, Seliin pamit yaa dan maaf kalau Sellin punya salah bahkan menyusahkan kalian. ''
pamit Sellin dan membuat ibu juga kakaknya mengerutkan keningnya.
''Kamu ini kaya mau berpisah lama saja Sell. ''
ucap Kak Nagita dan Sellin hanya tersenyum.
Setelah Sellin dan Naura pamit, keduanya langsung menuju mobil dan meminta di antarkan ke apartemen lalu supir mengiyakannya, di dalam mobil Sellin menangis dalam pelukan Naura dan Naura begitu sakit mendengarnya.
Naura hanya bisa berucap sabar pada Sellin dan dia juga bingung harus bagaimana.
Di kediaman Sellin setelah Sellin pergi.
''Ibu kenapa membiarkan Sellin menginap?? kan lebih baik tinggal bersama kita. ''
ucap Nagita saat Sellin sudah pamit.
''Biarkan saja Sellin melakukan apapun keingingannya, yang penting ayah kamu kan memenuhi kebutuhannya dan mengisi rekeningnya, itu sudah cukup. ''
ucap Ibunya Sellin dan Nagita hanya menghela nafasnya.
''Walaupun Sellin bukan anak kandung nya Ibu tapi kan Sellin adik kandung aku satu ayah, kasian Sellin gak ibu cegah. ''
ucap Nagita kembali dan Ibunya tidak bergeming karena memang tidak menyayangi Sellin.
''Sudahlah jangan memikirkan Sellin lagi, kamu fokus dengan kelahiran cucu Ibu yaa. ''
ucap Ibunya Sellin dan Nagita mengangguk tanpa mau mendebatnya.
''Kalau Ayah tahu Sellin pergi pasti akan marah, Ayah kembali masih bulan depan dan apa jadinya nanti saat kembali Sellin malah tidak ada di rumah. ''
gumam Nagita dalam hatinya yang memang menyayangi Sellin.
Sellin adalah buah cinta dari Ayahnya dan selingkuhannya, Ibunya Sellin memutuskan mengambil Sellin untuk di jadikan jaminan agar suaminya tidak menceraikannya dan meminta suaminya memutuskan hubungan dengan selingkuhannya, suaminya setuju asaal Ibunya Sellin mengurus Sellin, karena hartanya saat ini masih memang bukan milik sepenuhnya dan sedang di urus untuk pembagian hartanya.
.
__ADS_1
.
Bersambung......