
Bibi sudah selesai menyimpan barang barang ke bagasi mobilnya, Naura akan di antar Mama Marinka juga Tante Hilda dan Davian pun ikut serta.
Naura mengirim pesan pada Sellin untuk merapihkan apartemen karena rombongan datang dan Sellin langsung mengiyakannya.
''Kenapa aku harus satu mobil sama kamu sih, orang tua kita memang sengaja sepertinya. ''
ucap kesal Naura dan Davian tidak menghiraukannya.
''Panggil Kakak bukan kamu kamu terus, gak sopan Naura. ''
ucap Davian dan Naura mendelik menatap nya.
''Kakak..... menggelikan sekali aku menyebut itu. ''
protes Naura sambil menatap Davian yang melotot ke arahnya.
''Kamu harus baik baik dari sekarang ke Kakak, karena kelak kamu akan menjadi istri Kakak loh. ''
ucap Davian dengan percaya dirinya dan Naura diam tanpa menjawab karena malas harus berdebat.
Mobil akhirnya tiba di parkiran utama apartemen dan Davian memarkirkannya di samping mobil supirnya Naura, Naura membantu mengangkat beberapa barang milik Bibi di bantu Davian dan Bibi juga, Mamanya dan Tante Hilda tidak di ijinkan menenteng barang barang.
Naura langsung membawa menuju lantai teratas dimana unit Apartemen miliknya berada, tiba di depan pintu ternyata Sellin langsung membuka nya dan semua rombongan langsung masuk.
Naura membawa Bibi pengasuh ke kamarnya dan kamarnya begitu nyaman untuk di tempati Bibi, bahkan di dalam nya sudah tersedia barang barang yang bisa di gunakan Bibi.
''Non.... sepertinya kemewahan kalau ini kamar untuk Bibi. ''
ucap Bibi saat Naura menyimpan barang dekat lemari.
''Tadinya ini gudang loh Bibi tapi di rubah jadi kamar buat Bibi karena Mama dan Papa mintanya dadakan, semua pasilitas silahkan bibi pakai, Naura menyiapkan kipas angin karena Bibi ga tahan dengan AC. ''
jawab Naura dan Bibi mengangguk.
Naura keluar dari kamar Bibi dan membantu Sellin menyiapkan makanan, Mamanya dan Tante Hilda sedang keliling Apartemen sedangkan Davian memilih duduk di ruang utama sambil menonton televisi.
''Laki laki itu calon suami kamu Naura?? ''
tanya Sellin dan membuat Naura mendelik.
''Jangan ikutan Mama deh kamu, dia itu buaya yang paling aku hindarin tau Sellin, dunia sempit dan pria yang paling aku hindarin adalah anaknya Tante Hilda, bayangkan sama kamu dongkol banget kan. ''
jawab Naura dan Sellin tertawa cekikikan mendengar gerutuan Naura.
''Sudah jangan bahas kita harus menyajikan makanannya Karena Mama kamu sudah duduk tuh. ''
ucap Sellin menunjuk Mamanya Naura yang sudah duduk di depan televisi.
Bibi membantu membawa cemilan dan Minuman ke ruang tamu yang merangkap sebagai ruang santai, Naura dan Sellin memilih lesehan di atas karpet bulu sambil mendengarkan orang tua sedang mengobrol.
''Nyaman sekali Apartemen nya Sayang, pantesan kamu gak mau di ajak tinggal di rumah Tante. ''
ucap Tante Hilda dan membuat Naura menghela nafasnya.
__ADS_1
''Bunn.... Naura harus menikah dulu Dengan Davi kalau mau tinggal di rumah kita. ''
ucap Davian dan Naura langsung menatap sengit wajah Davian tapi Davian membalasnya dengan mengedipkan matanya sebelah.
''Sudah jangan bertengkar karena kita ingin santai disini, nanti Nunggu naura selesai dengan pendidikannya baru kalian menikah. ''
ucap Tante Hilda dengan senyum cerahnya dan semua hanya diam tanpa mau membalasnya.
.
.
Satu jam kemudian Mama Marinka dan Tante Hilda pun pamit pulang, Mama Marinka memberikan beberapa wejangan pada Naura dan juga Sellin, setelah rombongan pulang dan membuat Naura lega karena dia kesal dengan Davian yang selalu mendebatnya.
Bibi merapihkan bekas makanan dan minumannya di bantu Naura juga Sellin, saat Sellin akan mencucinya langsung di larang oleh Bibi dan Bibi yang mencucinya.
Sellin membantu Naura merapihkan ruangan santainya karena berantakan sekali ulah Davian yang rusuh dengan Naura.
''Besok olah raga dan syukur lah semua selesai juga, aku pengen liburan tau. ''
ucap Sellin saat setelah Naura selesai bersih bersih.
''Sama aku juga pengen liburan, kita ke kota sebelah yuu disana kulinernya enak dan tempatnya sejuk sekali, penginapan juga mudah di jangkau gak sulit. ''
ucap Naura dan Sellin menyetujuinya.
.
.
Hanya dua puluh menit Davian tiba di restoran tempat janjian dan ternyata sahabatnya sudah menunggunya.
''Tambah ganteng ajah kamu Davian. ''
ucap sang sahabat sambil berjabat tangan dengan Davian.
''Emang dari sananya sudah ganteng dan mau di apa apakan juga tetap ganteng. ''
pedenya Davian tak pernah berubah pikir sahabatnya.
''Antoni.... kamu sudah bosan di negara sana dan akhirnya memilih pulang??. ''
ucap Davian sambil meminum minuman yang baru di sajikan oleh pelayan.
''Lebih tepatnya ancaman Papa sangat mengerikan dan aku harus mengikutinya. ''
jawab Antoni sambil memakan cemilannya.
''Jadi.... kamu menurut dengan Papa kamu sekarang?? sangat menggelikan. ''
ejek Davian dan Antoni hanya mendelik mendengar ejekan sahabatnya.
''Masih menikmati selangkaaaangann?? ''
__ADS_1
ucap Antoni dan Davian hanya tersenyum tipis membuat Antoni menggelengkan kepalanya.
''Sudahlah jangan bahas masalah pribadi dan kesenangan aku, kamu tinggal dimana sekarang?? ''
tanya Davian mengalihkan pembicaraan nya.
''Apartemen...... malas kalau harus tinggal dengan Papa dan istri mudanya. ''
jawab Antoni dan Davian mengangguk setuju karena memang lebih nyaman tinggal sendiri dari pada bersama orang yang tidak membuat nyaman.
''Yasudah laah aku pulang dan besok aku tunggu di perusahaan, lelah sekali hari ini aku. ''
keluh Davian dan Antoni pun mengangguk setuju.
Antoni pun mengikuti Davian pulang karena dia pun ingin istirahat setelah perjalanan jauh dan langsung meminta bertemu dengan Davian.
.
.
Pagi menjelang......
Bibi sudah menyiapkan sarapan untuk kedua gadis belia yang di jaganya, Naura dan Sellin langsung sarapan memakan sarapan yang di siapkan oleh Bibi pengasuhnya.
''Bibi ini kunci akses nya biar Bibi bisa keluar masuk apartemen, Naura siapkan uang cash yaa buat belanja kebutuhan dapur. ''
ucap Naura sambil menyodorkan kunci akses nya.
''Tuan memberikan uang ke Bibi Non buat belanja kebutuhan di dapur ini. ''
jawab Bibi dan Naura menghembuskan nafasnya.
''Yasudah lah kalau memang Papa menyiapkannya, kalau kurang uangnya Bibi beritahu Naura yaa. ''
ucap Naura dan Bibi mengiyakannya.
''Papa kamu sama Mama kamu memang the best Naura, semua kebutuhan kita di siapkan nya. ''
ucap Sellin dan Naura hanya tersenyum.
''Ayo kita berangkat Sell, sekarang kan teori dan praktek olah raga, pulangnya kita ke restoran yaa sekalian makan enak. ''
ajak Naura dan membuat Sellin berbinar karena dia akan bertemu chef idolanya.
''Ahh.... aku lupa kamu akan selalu semangat di ajak ke restoran karena Chef Gerald. ''
sindir Naura saat mereka berjalan menuju lift.
''Memang benar, pokonya aku mau ketemu chef Gerald dan kamu jangan ganggu aku yaa. ''
jawab Sellin dan Naura hanya memanyunkan bibirnya.
.
__ADS_1
.
Bersambung......