JODOH Dari MAMA

JODOH Dari MAMA
24 keributan di restoran....


__ADS_3

Di dalam ruangan Naura saat ini....


Sellin duduk sambil tersenyum menatap wajah kekesalan Naura bahkan sedikit tertawa melihat sahabatnya kesal.


''Kamu gila?? ketawa tiba tiba. ''


tuduh Naura dan Sellin menggelengkan kepalanya.


''Kamu lucu kalau sedang menahan kesal Naura, memang tadi Kak Malvin berbicara apa?? ''


ucap Sellin dan Naura langsung duduk di samping Sellin.


''Kak Malvin bilang menyukai aku dan dia mau mengutarakannya karena dia akan melanjutkan study nya di luar negeri, ehh.... tiba tiba pengacau datang dan mengaku calon suami aku, Kak Malvin malah bilang selamat dan aku kesal sangat tau gak. ''


jelas Naura dan Sellin terbahak mendengarnya.


''Sudah lah jangan bahas lagi cowok dan saat nya kamu periksa laporannya, aku sudah periksa dan tanda tangan juga, sekarang giliran kamu. ''


ucap Sellin yang mengalihkan kekesalan Naura.


Naura langsung mengangguk dan duduk di kursi kerjanya sambil membuka berkas berkas laporan usahanya selama satu bulan dan memang satu bulan satu kali laporan di buat oleh Aldo.


''Aku mau pesan makanan dan minuman dulu yaa, kamu mau gak?? ''


ucap Sellin dan Naura mengangguk.


Selin langsung menuju dapur untuk bertemu chef Gerald idolanya, namun senyumnya luntur saat melihat Gerald sedang di suapi makanan oleh seorang pelayan restoran.


Sellin berdehem dan bersidekap di depan Ceft juga pelayan nya, pelayan tidak mengetahui siapa Sellin dan malah menatap tajam ke arah Sellin.


''Mba jangan masuk sembarangan ke dapur yaa. ''


ucap Pelayan itu dan membuat Sellin melototkan matanya.


''Maaf Nona Sellin atas ucapan kasar dia. ''


ucap Gerald yang merasa tidak enak dengan bos nya.


''Panggilkan manager sekarang, kalian berdua tetap di sini. ''


ucap Sellin dan pelayan mengangguk.


Tak lama manager datang dan menunduk hormat pada Sellin.


''Buat surat pemecatan mereka berdua dan saya tunggu sekarang juga. ''


ucap Sellin sambil berbalik lalu berjalan menuju meja kasir untuk meminta di siapkan pesanannya.


Sellin menghubungi Aldo dan meminta di carikan Chef baru untuk restoran dan meminta pemasangan cctv di setiap sudut dapur restoran.


''Antarkan ke ruangan yaa kalau sudah siap pesanan saya nya. ''


ucap Sellin dan kasir mengangguk patuh.


Sellin langsung menuju ruangan kembali untuk memberitahukan masalah dapur kepada Naura, namun saat masuk Naura sedang berdebat dengan Davian dan membuat Sellin menggelengkan kepalanya.


''Duduk sini dan kita saksikan derama nya. ''


ucap Antoni sedikit berbisik saat Sellin menghampirinya.

__ADS_1


''Mereka memang selalu bertengkar kalau bertemu?? ''


tanya Antoni dan Sellin hanya mengangguk.


''Baru dua kali sih aku menyaksikannya. ''


jawab Sellin dan Antoni tersenyum menjawabnya.


Naura menghentikan perdebatannya saat mendengar pintu ruangannya di ketuk, Sellin membukanya dan menerima nampan berisi makanan pesanannya dari pelayan.


''Kamu belum makan Naura?? ''


tanya Davian dan Naura hanya mendelik.


''Gara gara kamu aku jadi telat makan. ''


jawab Naura dengan nada juteknya dan membuat Davian mengerutkan keningnya.


''Stop debatnya karena jamaah sedang lapar. ''


ucap Sellin sambil mengangkat sendok berisi makanan yang akan di suapkannya.


''Makan dulu biar kamu tambah semok Naura. ''


ucap Davian sambil mengacak rambut Naura dan Naura melototkan matanya.


''Apaa melotot mau aku cium, ayo makan itu makanannya. ''


ucap Davian kembali dan Naura memutar bola matanya jengah dengan kelakuan Davian.


''Aku memecat chef Gerald dan satu pelayan, aku udah minta Mas Aldo mencari Chef baru dan meminta memasang cctv setiap sudut dapur. ''


ucap Sellin dan membuat Naura menghentikan suapannya.


tanya Naura sambil memakan makanannya.


''Chef Gerald ke gep sedang suap suapan dengan Pelayan baru dan membuat aku kesal pelayan malah membentak aku lagi pas ngegep mereka. ''


jawab kesal Sellin dan membuat Naura tertawa.


''Sepertinya kamu sudah gila Naura, tertawa terus dan membuat aku takut. ''


ucap Seliin dan Naura menghentikan tawanya.


''Aku gak akan protes dengan apa yang kamu lakukan Sell, semua sudah sesuai prosedur. ''


jawab Naura dan Sellin mendelik mendengar jawaban sahabatnya.


''Memang kalian pemilik restoran ini?? ''


tanya Davian dan Naura mengangkat bahunya tanda tidak mau menjawab.


''Kalian makan habiskan jangan mengobrol dan kita bicarakan nanti setelah makan. ''


ucap Antoni yang melerai perdebatan sebelum melebar dan Naura gak akan selesai makannya.


.


.

__ADS_1


Disinilah sekarang ke empat manusia yang tadi berada di ruang pribadi pemilik restoran, di meja pojok dekat dengan jendela yang di pilih Naura karena malas kalau harus memilih meja yang lain dan intinya kalau berdebat dengan Davian kembali tidak akan membuatnya malu.


Antoni sesekali melirik ke arah Sellin dan membuat Sellin sedikit salah tingkah karena dia melihat di ujung matanya kalau Antoni sedang menatapnya.


''Restoran ini punya kami berdua dan bukan milik aku atau selin saja. ''


ucap Naura dan Davian menganggukan kepalanya.


''Hebat juga otak bisnis kalian berdua, masih sekolah sudah memiliki usaha dan Restoran ini adalah Restoran elit yang harganya dapat di jangkau oleh kalangan menengah kebawah. ''


ucap Davian yang sedikit bangga dengan usaha Naura.


''Kalian kenapa belum pulang sih, ngintilin kita mulu dari tadi dan gak bosan apa?? ''


protes Naura dan membuat kedua pria di hadapannya mengerutkan keningnya.


''Kita memang makan disini dan aku butuh penjelasan kamu Naura, setelah ini kami akan pergi. ''


jawab Davian dan di setujui oleh Antoni.


''Naura pulang yuu, mood aku anjlok nih. ''


ajak Sellin dan Naura mengiyakannya.


Naura langsung beranjak dan segera meninggalkan restoran di ikuti Sellin dan kedua laki laki nya juga ikut keluar dari restoran.


Selin dan Naura langsung masuk kedalam mobil lalu mobil langsung bergerak meninggalkan restoran, Davian pun mengajak Antoni untuk kembali ke perusahaan.


''Kamu benar benar menyukai Naura?? ''


tanya Antoni saat mulai melajukan kemudinya.


''Gak tahu sih, cuma risih saja saat melihat Naura berduaan dengan laki laki. ''


jawab Davian dan Membuat Antoni tersenyum.


''Itu namanya suka Davian, Naura sepertinya tidak menyukai kamu dan terlihat gak nyaman loh. ''


''Akan aku buktikan kalau bisa menggapai Naura, dia gadis pilihan Bunda dan sialnya Ayah mendukungnya karena Naura di sukai kedua orang tua aku. ''


''Bagus dong dan kamu harus meninggalkan hobi tidur dengan wanita berbeda beda mulai saat ini, Naura masih gadis bersegel dan itu terlihat. ''


''Kamu menyelidiki tubuhnya Antoni?? ''


marah Davian dan Antoni langsung tertawa.


''Posesif nyaa, aku bisa lihat dari gerak geriknya mana yang murni dan imitasi Davian, buat apa aku memperhatikan tubuh wanita yang di sukai sahabat sendiri, aku tertarik dengan teman nya Naura. ''


jawab Antoni dengan nada santainya.


''Apa stock wanita dewasa sudah tidak ada di dunia ini, kenapa kita memilih gadis belia sebagai tujuan utamanya. ''


keluh Davian dan membuat Antoni tergelak.


''Sebejat bejatnya laki laki pasti akan memilih wanita suci dan wanita baik baik untuk di jadikan wanita utama dalam hidupnya. ''


ucap Antoni dan Davian langsung terdiam karena memang dia sependapat dengan Antoni.


.

__ADS_1


.


Bersambung.....


__ADS_2