JODOH Dari MAMA

JODOH Dari MAMA
13 Makan siang......


__ADS_3

Naura saat ini sedang di dapur dengan Tante Hilda karena dia malas kalau harus berurusan dengan laki laki buaya yang tak lain adalah Davian.


''Tante..... Naura pengen pipis, kamar mandinya dimana yaa?? ''


ucap Naura tiba tiba dan Tante Hilda tersenyum.


''Pakai kamar mandi yang ada di dalam kamar tamu saja sayang, itu dekat tangga kamarnya. ''


jawab Tante Hilda dan Naura mengangguk sambil berjalan menuju kamar tamu.


Davian tersenyum melihat Naura mendelik padanya dan dia menggelengkan kepalanya karena tingkah Naura.


''Kamu sepertinya tertarik dengan Naura?? ''


ucap Om Damian dan Davian langsung menatap sang Ayah.


''Sejak kapan Ayah jadi cenayang?? ''


ucap Davian dan Ayahnya langsung mendelik kepada sang putra.


''Lagian Ayah aneh aneh saja, siapa yang tertarik sama anak bau kencur yang memarahi orang dewasa di depan banyak orang, Davi hanya salut sama Naura karena dia gak ada takut takutnya padahal saat itu wajah Davi sudah garang. ''


ucap kembali Davian yang menyangkal tuduhan sang Ayah dan ayahnya hanya mengangkat bahunya tanda tidak mau berkomentar.


Davian kembali melanjutkan pekerjaan nya dan tidak menghiraukan Ayahnya yang menatap ke arahnya penuh selidik.


Naura kembali ke dapur setelah selesai berurusan dengan kamar mandi dan sekarang sedang menata makanan di atas meja makan.


''Panggil Kak Davi sama Om Damian nya sayang, makan siang sudah siap. ''


ucap Tante Hilda dan Naura mengangguk sambil berjalan menuju ruang keluarga.


Naura menarik nafasnya sebelum memanggil laki laki buaya yang sangat di kesalinya, Naura berjalan menuju ruang keluarga.


''Om Damian..... kata Tante makanan sudah siap untuk makan siang. ''


ucap Naura saat sampai di ruang keluarga dan Om Damian langsung tersenyum.


''Oke Naura dan Kak Davi nya gak di ajak sekalian untuk makan?? ''


gurau Om Damian dan Naura langsung menggelengkan kepalanya.


''Sepertinya Naura memang tertarik sama Davi deh Ayah, lihat menghindar terus. ''


ucap Davian dan membuat Naura melototkan matanya.

__ADS_1


''Bukan tertarik tapi sebaliknya. ''


jawab Naura dan langsung berlari karena Davian langsung mengejarnya.


''Hadeuuh..... Davi seperti punya mainan baru. ''


gumam Om Damian sambil tersenyum dan menyusul menuju meja makan.


Naura langsung berlindung di belakang tubuh Tante Hilda dan menjulurkan lidahnya pada Davian, Davian langsung tertawa melihatnya.


''Sudah jangan main main terus kita sekarang lebih baik makan. ''


ucap Om Damian dan Davian langsung duduk sedangkan Naura di bantu duduk oleh Tante Hilda.


Naura yang memang sedang lapar pun langsung menyajikan nasi beserta makanannya di piringnya setelah Tante Hilda selesai menyiapkan makanan untuk Om Damian dan untuk Tante Hilda sendiri.


''Kak Davi sekalian sajikan Naura. ''


titah Davian dan Naura langsung menggelengkan kepalanya.


Davian langsung mengambil piring yang di sajikan untuk Naura dan menukar dengan piringnya yang masih kosong.


Naura hanya melototkan matanya dan menyiapkan nasi kembali di piringnya, untung perut nya sedang lapar jadi Naura tidak mempermasalahkannya.


Naura yang memang selalu fokus dengan makanannya pun tidak menghiraukan siapapun dan tetap makan dalam keadaan tenang.


''Salam sama Mama kamu dan berikan kotak ini untuk Mama kamu yaa. ''


ucap Tante Hilda saat Naura mencium tangannya dan tangan suaminya lalu menerima kotak titipan untuk Mamanya.


Naura langsung masuk kedalam mobil dan duduk di samping Davian yang sudah siap di kursi kemudi nya, Naura malas berdebat dan memutuskan duduk tanpa perintah.


''Naura.... kamu mau ikut Kakak dulu gak?? ''


ucap Davian yang memecahkan kesunyian karena Naura hanya diam menatap lurus ke depan tanpa suara mengesalkan nya.


''Antarkan aku ke rumah sesuai dengan perintah Tante Hilda dan jangan menambahkan tujuan kemanapun. ''


jawab Naura dengan nada sedikit ketus dan membuat Davian mendelik.


''Yasudah kalau gak mau kan tadinya Kakak mau mengajak kamu berbelanja. ''


ucap Davian dan tidak membuat Naura bergeming.


Beberapa menit kemudian akhirnya mobil yang dikemudikan Davian tiba di kediaman Naura, Naura langsung turun tanpa mengucapkan apapun dan membuat Davian mengumpat kesal.

__ADS_1


''Dasar bocah ingusan. ''


kesal Davian sambil memutarkan mobilnya menuju hotel yang di pesannya karena dia akan melakukan kesenangannya siang ini.


Davian tiba di hotel dan langsung menuju kamar yang biasa di pakainya, ternyata sudah ada asisten pribadinya dan seorang wanita yang menunggu.


''Urus semua saham milik pria kurang ajar itu, akuisisi menjadi nama perusahaan kita. ''


ucap Davian dengan nada tegasnya dan sang asisten mengangguk.


''Akan saya laksanakan Tuan dan saya permisi. ''


jawab sang asisten dan Davian mengangguk.


Davian menyeringai menatap wanita yang sedang berdiri di hadapannya dan Davian langsung berjalan menuju kamar dengan memerintahkan wanita itu mengikutinya.


''Lakukan tugasmu sekarang dan kalau memuaskan aku akan bayar dua kali lipat. ''


ucap Davian dengan nada dinginnya dan wanita bayarannya langsung mengangguk patuh.


Davian melepaskan seluruh pakaiannya tanpa sisa dan langsung terlentang membiarkan wanita bayarannya melakukan tugasnya.


Davian langsung menikmati setiap sentuhan wanita bayarannya dan baginya ini adalah olah raga paling menyenangkan, setelah milik Davian tegak berdiri. Davian langsung memasangkan pelindungnya dan sang wanita yang mengerti pun langsung memposisikan.


Siang hari yang menggelora bagi Davian dan dia tidak cukup dengan satu gaya, Davian bahkan memegang kendali saat ini melakukannya dengan sedikit kasar karena baginya akan sangat menantang kalau melakukan sedikit kasar dan akan mencapai titik yang sangat di sukai nya.


Dua jam kemudian Davian selesai dengan pelepasaaannya dan melepaskan penyatuannya, wanita bayarannya saat ini sudah tidak berdaya dan Davian tidak perduli karena dia sudah membayarnya.


''sudah ku bayar dua kali lipat, pergilah dan jangan berharap akan terulang kembali permainan nya. ''


ucap Davian dengan nada acuhnya dan wanita bayarannya langsung beranjak memunguti pakaiannya lalu segera memakai dan pergi dari kamar milik Davian.


Setelah kepergian wanita bayarannya Davian terdiam sebentar karena masih terasa melayang selepas pelepasannya.


''Lebih baik membersihkan tubuh dan pulang ke rumah untuk istirahat. ''


ucap Davian sambil beranjak menuju kamar mandi.


Davian akan selalu melakukan kesenangannya setiap hari dengan wanita berbeda, hanya dua jam untuk melakukan kesenangannya dan setelahnya Davian akan kembali ke rumah nya seperti biasa.


Davian sudah terkenal dengan julukan Casanova nya dan dia tidak perduli karena baginya sudah menjadi pengusaha sukses dan berkarir cemerlang adalah suatu kebanggaan dan dengan gelar yang melekat padanya adalah sebuah kesenangan yang tidak semua orang bisa merasakan sepertinya.


.


.

__ADS_1


Bersambung......


__ADS_2