JODOH Dari MAMA

JODOH Dari MAMA
37 Hukuman untuk Naura dan Davian


__ADS_3

Mamanya Sellin menyarankan untuk sarapan terlebih dahulu saat Davian dan Naura bergabung ke ruang keluarga, Semua langsung menyetujui dan langsung menuju ruang makan yang sudah tersaji makanan untuk sarapan pagi.


Setelah sarapan selesai Papanya Naura meminjam ruang keluarga untuk berbicara mengadili anak anaknya yang mempermalukan orang tuanya di kediaman orang lain.


Saat ini kedua terdakwa sedang duduk sambil terdiam menunggu orang tua keduanya berbicara, sebenarnya kedua orang tua mereka merasa senang karena tidak perlu memaksa keduanya untuk menikah.


''Sebelum kami berbicara, silahkan kalian berdua untuk membela diri terlebih dahulu karena saat keputusan kami terucap. Kalian harus menurutinya. ''


Ucap Papa Arman dan membuat Naura mengangguk sedangkan Davian hanya diam karena memang semua sesuai dengan rencananya.


''Naura semalam tidur di kamar Naura yang di siapkan Mamanya Sellin dan entah kenapa bisa ada di kamar Kak Davi. ''


ucap Naura dan Papanya hanya terdiam menatap wajah putrinya.


''Kamu mau bilang kalau kamu tidur sambil berjalan, pelukan kamu di tubuh Davian sudah membuktikan kalau kalian melewati malam berdua. ''


Ucap Papa Arman dan Naura langsung menangis.


''Papa jangan berasumsi seperti itu, buktinya Naura masih berpakaian lengkap dan Kak Davi juga. ''


Ucap Naura dan Papanya menggelengkan kepalanya.


''Bisa saja kalian langsung berpakaian biar kami gak curiga, benar kan?? ''


ucap Arman yang menyangkal ucapan putrinya.


''Kamu bicara dong Kak jangan diam terus, aku merasa jadi terdakwa jadinya. ''


ucap Naura sambil menepuk lengan Davian yang hanya diam.


''Kakak juga gak ingat kejadian semalam Naura, sumpahnya kakak gak ingat. ''


jawab Davian karena memang dia tidak mengingatnya akibat obat tidur yang di minumnya juga dengan sengaja.


''Bagaimana kalau kita nikahkan mereka berdua Arman, aku sebagai Ayahya Davian sangat malu dengan kelakuan putraku yang menodai Naura, biarkan Davian mempertanggung jawabkan nya sebagai laki laki. ''


ucap Damian Ayahnya Davian dan Arman menyetujuinya.


''Gak mau Papa, Naura masih sekolah belum lulus dan bagaimana kata orang nantinya. ''


protes Naura dan Papanya menggelengkan kepalanya.


''Kamu masih memikirkan apa kata orang dan kamu gak memikirkan kehormatan kamu, sungguh miris anak zaman sekarang. ''

__ADS_1


helaan Nafas Arman begitu terdengar dan itu adalah helaan kekecewaannya.


''Naura kamu seorang wanita dan kenapa kamu malah memikirkan orang lain, Mama kecewa sama kamu dan harusnya kamu bersyukur karena Davi mau bertanggung jawab dan gak lari. ''


ucap Marinka yang sedari tadi hanya diam tanpa berbicara.


''Sayang.....lebih baik kamu rapihkan pakaian Naura dan kamu Hilda, rapihkan pakaian Davian, kita pulang sekarang dan urus pernikahan mereka berdua. ''


ucap Arman dan di setujui oleh kedua ibu itu.


Naura dan Davian langsung diam tidak mendebat orang tuanya, lebih tepatnya hanya Naura yang mendebat karena Davian menerima semuanya.


.


.


Naura dan Sellin saling berpelukan saat Naura memutuskan ikut pulang dengan keluarganya, Sellin akan menyusul dengan kedua orang tuanya dan Antoni juga.


''Saya sudah siapkan hunian untuk kalian berdua dan itu sangat aman, kediaman lama Mamanya Naura dan Sellin akan aman disana. ''


ucap Papa Arman saat pamit pada orang tua Sellin.


''Terimakasih Tuan Arman atas kebaikannya, nanti malam kami akan berangkat dari sini. ''


Papanya Naura langsung menggandeng Naura untuk ikut masuk kedalam mobil dimana yang lainnya sudah berada di dalam mobil.


Sellin merasa kasihan dengan Naura yang harus menerima semua kenyataan pahitnya, tapi Sellin yakin kalau Davian akan menjaga Naura dan menyayangi Naura.


''Ayo sayang kita siap siap karena kita harus malam perjalanan pulangnya agar tidak ada yang curiga, kamu tahu kediaman lama Mamanya Naura kan?? ''


ucap Ayahnya Sellin dan Sellin menganggukan kepalanya.


''Rumahnya sangat megah Ayah dan bagus seperti istana, nanti Sellin yang tunjukan jalannya. ''


jawab Sellin dan Ayahnya mengiyakannya.


Antoni sengaja pulang dengan keluarga Sellin untuk menjaga Sellin dan kedua orang tuanya sesuai perintah Davian, bahkan pengawal akan membayanginya selama perjalanan karena ibu tiri Sellin masih memerintahkan orang orang untuk mencelakai Sellin.


''Kak Antoni sudah packing pakaian belum?? Mau aku bantu gak?? ''


ucap Sellin saat menghampiri Antoni yang sedang duduk memainkan iped nya.


''Sudah Sellin dan gak usah bantu nanti berakhir seperti Naura dan Davian lagi. Bisa kacau. ''

__ADS_1


jawab Antoni dan Sellin hanya tersenyum lalu berjalan menuju kamarnya meninggalkan Antoni di ruangan keluaraganya.


Sellin dan kedua orang tuanya sibuk mempacking barang barang yang akan di bawa, sedangkan dalam perjalan Naura sedang terlelap dalam dekapan Papanya yang begitu nyaman.


''Papa.....apa gak jahat sikap kita ke Naura?? ''


ucap Marinka dan suaminya menggelengkan kepalanya.


''Naura anak perempuan mama dan sangat memalukan kalau sampai dia hamil di luar nikah, sangat berat nantinya beban Naura dan Papa gak mau Naura tersakiti. ''


jawab Arman dan Marinka pun menyetujuinya.


Perjalanana panjang di lalui dan tiba di kediaman Arman, mobil keluargan Davian sudah tiba terlebih dahulu di kediaman baru Arman yang begitu megah.


''Nauranya biar Papa yang angkat, kamu buka pintunya saja Maa.....''


ucap Arman dan Marinka membuka pintu mobilnya di susul Arman yang menggendong Naura.


Naura langsunh di bawa menuju kamar nya yang memang sudah di siapkan untuk Naura, setelah Naura tertidur nyaman Arman langsung keluar dari kamar menuju semua orang yang sudah menunggunya.


''Ingat Davian besok kamu akan menikah dengan Naura, jangan sampai bablas membuat Naura hamil dan Ayah percaya kamu gak akan mengecewakan kami semua. ''


ucap Ayahnya Davian dan Davian menganggukkan kepalanya.


''Om percayakan Naura sama kamu dan jaga dia jangan sakiti hatinya dengan penghianatan kamu, jika kamu sudah bosan dengan Naura tolong kembalikan pada kami jangan siksa hatinya dengan penghianatan. ''


ucap Papanya Naura dan Davian langsung menyanggupi nya.


''Davian janji akan menjaga Naura dan bersumpah untuk setia pada Naura. ''


ucap Davian dengan nada tegasnya dan Arman percaya itu.


''Kalau Davian mengkhianati Naura, aku akan menghapus dari daftar waris dan akan menggantikan nama Davian menjadi Naura mulai sekarang. ''


ucap Ayahnya Davian dan semua setuju dengan apa yang di ucapkannya.


''Mana mungkin aku khianatin dia karena semua terjadi adalah kehendakku. ''


gumam Davian dalam hatinya sambil berdecak kesal dengan tuduhan kedua orang tuanya.


.


.

__ADS_1


Bersambung.......


__ADS_2