JODOH Dari MAMA

JODOH Dari MAMA
41 kembali sekolah


__ADS_3

Satu minggu berlalu......


pernikahan Naura dan Davian sudah satu minggu di jalani, mereka berdua seperti kakak adik yang tidur satu kamar, tidak ada yang di lakukan seperti pasangan suami istri lainnya karena Davian masih memikirkan bagaimana cara meminta hak nya pada Naura tapi Naura jangan hamil.


Davian pun masih memikirkan ucapan Naura saat setelah pernikahan yang memberitahukannya secara garis besarnya kalau Naura gak mau melayaninya.


Pagi ini Naura sekolah di antarkan sopir karena Davian akan berangkat ke luar kota untuk meninjau pekerjaannya, karena saat ini Ayahnya sudah enggan ke luar kota dan memilih stay di perusahaan menggantikan Davian.


''Kamu di antarkan supir yaa ke sekolah nya, aku harus pergi sekarang ke luar kota ada pekerjaan Ayah yang gak mau di kerjakannya. ''


ucap Davian sambil menyindir sang Ayah yang sedang menikmati sarapannya.


''Ayah sudah sangat tua dan malas untuk pergi jauh jauh, lagian Bunda gak akan bisa menemani kalau Ayah pergi jadinya kamu yang mewakilinya Davi. ''


jawab Sang Ayah yang merasa tersindir oleh ucapan putranya.


''Sudah jangan debat terus kalian gak malu sama Naura yang dari tadi melihat ke arah kalian yang debat. ''


ucap Bunda Hilda yang menengahi perdebatan kedua pria yang di sayanginya.


Naura hanya tersenyum menatap Suami dan Ayah mertuanya yang menatap ke arahnya setelah Bunda Hilsa menyebut namanya.


''Ayo sayang berangkat nanti kesiangan, supir sudah menunggu kamu di luar. ''


ucap Bunda Hilda saat melihat Naura selesai dengan sarapannya.


Naura langsung pamit mencium tangan suami dan kedua mertuanya, Naura berjalan cepat menuju mobil dan langsung meminta supir melajukan mobilnya.


''Davi kamu belum menyentuh Naura kan?? ''


ucap Bunda Hilda saat Naura meninggalkan meja makan.


''Naura memberi ultimatum gak mau di sentuh, takut hamil karena dia masih sekolah terus dia bilang kalau Davi kan sudah merasakannya jadi sebagai hukumannya Davi gak boleh minta ke Naura, bayangkan bagaimana tersiksanya Davi. ''


keluh Davian dan membuat Ayahnya tertawa senang.


''Karma ternyata datang sama kamu, awas saja kalau kamu berani membayar wanita buat memuaskan ranjang kamu, Ayah akan hapus nama kamu sebagai pewaris dan memberikan semua sama Naura. ''


ucap Sang ayah dan membuat Davian mendelik sebal.


''Lagian Davi udah gak bernafsu sama wanita lain, Davi cuma mau Naura tapi Davi masih kepikiran, kalau naura pakai kontrasepsi nanti bahaya untuk rahimnya, kalau Davi yang pakai malah gak enak rasanya. ''


ucap Davian dan membuat Bundanya memukul lengan putranya.

__ADS_1


''Kalau bicara jangan prontal begitu Davi, nanti Bunda akan berbicara sedikit demi sedikit sama Naura dan mudah mudahan dia mau mengerti, untuk urusan hamil gak nya itu tergantung kamu yang mengaturnya. ''


ucap sang Bunda dan Davian hanya berdehem lalu pamit karena sudah waktunya berangkat.


Di sekolah Naura saat ini.....


Naura tersenyum saat melihat Sellin menunggunya di gerbang utama dengan sebuah bungkusan di tangannya dan Sellin menepati janjinya kalau dia akan membawa makanan yang di buatkan Mamanya.


Untuk masalah Sellin semua sudah selesai, ibunya Sellin ternyata berhasil di masukan ke penjara setelah kejahatannya terbongkar, untuk Nagita dia kembali ke suami bulenya dan menetap di negara suaminya tinggal.


Sellin dan kedua orang tuanya menetao di kediaman Marinka karena rumah itu sudah di berikan untuk Sellin, rumah lama Sellin di jual dan uangnya di sumbangkan ke panti asuhan oleh Ayahnya Sellin.


Kembali ke Naura dan Sellin, sekarang keduanya sudah kelas tiga SMA dan keduanya akan sangat sibuk dengan berbagai kegiatan yang sangat padat.


''Sellin....Kamu bahagia sekarang tinggal dengan orang tua lengkap?? ''


tanya Naura saat keduanya duduk di kursi di dalam kelasnya.


''Bahagia banget Naura dan aku merasakan di sayang seorang ibu walau terlambat tapi gak apa apa daripada gak sama sekali kan. ''


jawab Sellin dengan nada bahagianya.


''Syukur lah aku ikut senang mendengarnya, nanti pulang kita ke butik yaa Sell, aku pengen piyama tidur baru soalnya di rumah piyamanya sangat membuat mata sakit. ''


''Kenapa membuat mata sakit?? Piyama kamu mengeluarkan asap dan sakit ke mata?? ''


ucap Sellin yang tidak faham dengan ucapan Naura.


''Piyamanya semua berbentuk lingeri Sell dan aku yang rugi karena Kak Davi nakal setiap malam. ''


keluh Naura dengan nada berbisik dan membuat Sellin tertawa.


Naura hanya mendelik mendengar Sellin tertawa dan Naura malas menjawab ucapan Sellin karena guru pelajaran memasuki kelas nya.


.


.


Pelajaran hari ini hanya pembagian jadwal pelajaran dan pembagian beberapa buku paket, Naura dan Sellin langsung segera meninggalkan sekolah karena tujuan nya saat ini adalah toko buku.


''Kamu udah ijin sama mertua kamu belum Naura?? ''


tanya Sellin saat dia mulai melajukan mobilnya.

__ADS_1


''Sudah makanya gak ada supir yang jemput, lagian kita kan gak kadi ke butik dan malah harus ke toko buku beli beberapa buku. ''


jawab Naur sambil memakan cemilan yang di bawa Sellin.


''Tadi pagi Ayah kasih kartu buat aku, kata Ayah buat aku sehari hari jadi gak usah minta ke Mama, tapi aku tolak dan bilang punya uang sendiri. ''


''Terus tanggapan ayah kamunya?? ''


''Dia gak percaya dan malah maksa dan terpaksa aku menerima kartunya, lumayan koleksi dompet. ''


''Aku malah masih pegang kartu dari Mama sama Papa, mau aku kembalikan tapi di tolak dan Kak Davi malah gak kasih aku uang buat bekal, kayanya dia memang sengaja karena aku punya penghasilan sendiri. ''


''Yasudah biarkan saja laah, jangan di ingatkan dan biarkan saja Naura biar gak jadi beban. ''


Naura mengangguk dan tidak memikirkan masalah apapun karena dia fokus dengan sekolahnya agar bisa masuk ke kampus pavorite beasiswa full.


Di kediaman Hilda saat ini.....


Hilda saat ini sedang menghubungi Davian san menanyakan, Davian memberikan uang pada Naura atau tidak.


Dalam panggilan.....


''Ada Bun nelphone Davi?? ''


''Bunda cuma mau tanya, kamu kasih Naura uang gak?? Dia ijin mau ke toko buku beli buku paket yang kurang. ''


''Ya ampun.....Davi lupa Bunn, nanti deh kalau pulang Davi kasih kartu akses, kayanya Naura memakai uang orang tuanya. ''


''Astaga Davi kamu memalukan sekali, Naura tanggung jawab kamu sekarang, Bunda gak mau tahu yaa kamu secepatnya urus keuangan buat Naura. ''


''Iya Bunda nanti Davi uruskan semuanya. ''


Panggilan berakhir......


''Mudah mudahan Naura pegang uang deh, buku paket kan mahal biasanya harganya, kalau tadi bilang pasti aku kasih uang tapi Naura dadakan sekali bilangnya. ''


gumam Hilda saat setelah menutup panggilan dari Davian.


.


.


Bersambung......

__ADS_1


__ADS_2