JODOH Dari MAMA

JODOH Dari MAMA
18 pernikahan mama dan papa


__ADS_3

Naura menunggu beberapa menit kembali setelah Papanya duduk dan Mamanya akhirnya ikut bergabung di ruang keluarga.


''Naura langsung pada intinya, kalian harus menikah secepatnya besok dan tidak ada penolakan, kalian membuat naura kecewa dan memberikan contoh buruk untuk Naura, Naura memang meminta kalian untuk bersatu kembali tapi bukan seperti yang barusan Naura saksikan, Naura mau kalian menikah dan baru melakukan hal seperti barusan. ''


jelas Naura dan marinka hanya pasrah dengan semuanya karena dia juga melakukan kesalahan.


''Mama di paksa Sayang sama Papa kamu, Mama sudah melawan tapi gak bisa dan Mama kalah dengan otot Papa kamu. ''


ucap Marinka dan Naura mendelik mendengarnya.


''Papa mau mengelak apa?? Mama sudah mengutarakan pembelaannya. ''


ucap Naura sambil menatap ke arah Papanya.


''Papa gak akan protes, mengelak atau apapun karena Papa memang menikmatinya dan Mama kamu juga menikmatinya bahkan meminta Papa terus melakukannya. ''


jelas Arman dan membuat Naura melototkan matanya sedangkan Marinka langsung merona karena ucapan prontal dari Arman.


''Memalukan dan keputusan Naura final, kalian besok harus menikah, Naura sudah menelphone asisten Mama dan Papa untuk mengurus nya, besok pulang sekolah Naura kalian harus menikah, karena Naura mau menjadi saksinya. ''


putus Naura sambil beranjak dan meninggalkan kedua orang tuanya.


''Semua karena kamu Arman. ''


tuduh Marinka dan Arman hanya mengangakat bahunya tanda tidak mau berkomentar.


Marinka memilih pergi ke kamarnya setelah Naura pergi dan Arman memutuskan untuk menginap lalu meminta asistennya untuk menyiapkan pakaiannya.


Arman meminta Bibi pengasuh Naura merapihkan kamar tamu untuk di tempatinya dan Bibi langsung patuh untuk menyiapkan kamar tamu di bantu satu pelayan.


Sedangkan Naura langsung menuju kamarnya dan langsung si cecar pertanyaan oleh Sellin saat masuk kedalam kamarnya, menanyakan kelanjutan cerita kedua orang tuanya Naura dan Naura langsung duduk di ikuti Sellin.


''Mama dan Papa aku besok menikah pas pulang sekolah aku, jadi aku punya alasan buat nemenin kamu tinggal di apartemen. ''


ucap riang Naura dan membuat Sellin ikut senang lalu mereka berdua bertos ria.


''Kamu memang jahat sekali menghakimi kedua orang tua kamu Naura, kasian tau. ''


ucap Sellin dan Naura hanya mengangkat bahunya tanda tidak mau berkomentar.

__ADS_1


''Mereka sudah sangat dewasa dan gak baik memberikan contoh sejelek itu, aku anak wanita Sellin gak harus melihat tontonan memalukan itu. ''


ucap Naura dan Sellin mengiyakannya karena Naura sudah bertindak benar.


Ke esokan harinya.....


Naura dan Sellin menuruni tangga untuk sarapan, ternyata Papa Arman sedang duduk di kursi meja makan menikmati sarapannya, Papa Arman juga meminta Naura dan Sellin untuk sarapan juga.


''Sarapan dan nanti Papa yang antarkan kalian ke sekolah. ''


ucap Papa Arman dan Naura mengangguk.


Naura langsung memakan sarapannya dan Sellin pun sama mengikutinya, beberapa saat kemudian Mama Marinka bergabung dan ikut sarapan karena memang semalam melewatkan makan malam.


''Mama jangan ngantor lebih baik persiapkan diri di rumah. ''


ucap Naura dan Mamanya hanya berdehem tanpa menjawab ucapan Putrinya.


Naura dan Sellin selesai dengan makanannya, namun menolak saat Papanya akan mengantarkan dan papa Arman pun tidak mendebat karena Naura begitu keras kepala.


''Kamu bersiap Marinka karena sebentar lagi ada orang dari salon untuk membantu bersiap. ''


''Bisa di batalkan gak pernikahannya?? aku belum siap untuk menikah. ''


ucap Marinka dan Arman menggelengkan kepalanya.


''Sudah jangan menolak dan kita sebelumnya pernah menikah, kenapa mesti takut?? ''


''Aku gak mau kejadian kelam itu terulang kembali dan sangat menyakitkan kalau kamu tahu. ''


''Maafkan aku Marinka dan aku janji gak akan mengulangi semua yang pernah kamu alami, aku hanya minta kamu punya waktu untuk aku dan Naura, kurangi pekerjaan kamu di kantor. ''


''Entahlah..... pernikahan ini terjadi karena kelicikan kamu dan aku belum siap, jangan mengaturku. ''


Marinka langsung meninggalkan meja makan karena malas kalau harus berdebat dengan Arman, sungguh saat ini Marinka sangat kalut memikirkan pernikahan yang akan berlangsung beberapa jam ke depan.


Pihak salon datang dan langsung melakukan perawatan pada Marinka dan Marinka hanya bisa pasrah dengan semuanya, Marinka di temani Bibi pengasuh nya Naura yang menceritakan kisah Naura saat berpisah dengan Marinka, Bibi menceritakan semua harapan dan doa Naura yang membuat Marinka akhirnya sadar lalu menerima pernikahannya demi naura dan hanya untuk Naura.


Siang menjelang......

__ADS_1


Asisten pribadi Marinka langsung menjemput Naura ke sekolah karena supir dua duanya sedang di sibukkan pernikahan di kantor KuA.


''Mama sama Papa memangnya sudah ke kantor KUA?? ''


tanya Naura saat asisten mamanya mulai mengemudikan mobilnya.


''Sudah Nona dan saya di minta menjemput Nona karena dua supir sedang sibuk. ''


jawab Asistennya Marinka dan Naura mengiyakannya.


Hanya sepuluh menit perjalanan akhirnya sampai di kantor KUA, Naura dan Sellin di bawa ke sebuah ruangan dan langsung di rias tanpa bantahan dari Naura.


Satu jam kemudian Naura dan Sellin sudah berganti pakaian, mereka berdua langsung menuju aula yang ada di kantor KUA, ternyata mama dan papa nya Naura sudah siap di depan penghulu.


Acarapun di mulai dan semua begitu khusyu pada acara, hingga saksi mengucapkan kata SAH dan kedua orang tua Naura resmi menikah.


Naura menangis dan Sellin terus menenangkannya, selesai dengan berkas tanda tangannya Marinka langsung merentangkan tangannya meminta Naura untuk mendekat.


Naura langsung berjalan cepat menghampiri Mamanya dan memeluk tubuh Mamanya, Arman tersenyum dan memeluk kedua wanita yang sangat di cintainya karena memang Arman sangat mencintai Marinka, dia menikahi Sari karena bentuk kecewa saat melihat bukti palsu perselingkuhan Marinka dan nyatanya Marinka tidak pernah berselingkuh.


Arman langsung membawa anak dan istrinya untuk pulang karena di rumah sudah ada fotografer yang akan mengabadikan foto pernikahannya, Arman dan Marinka satu mobil sedangkan Naura dan Seliin di mobil terpisah.


''Doa kamu di kabulkan sama Tuhan Naura dan aku turut bahagia. ''


ucap Sellin dan Naura mengangguk sambil tersenyum senang.


''Boleh gak aku menyelidiki tentang keluarga kamu Sell?? aku merasa ada kejanggalan dengan keluarga kamu, aku pernah memintanya waktu itu tapi kamu gak ijinkan, sekarang ijinkan aku Sell buat selidikin karena orang orang Papa sangat ahli dan bisa di andalkan, apapun kenyataannya aku akan tetap ada untuk kamu Sellin. ''


pinta Naura dengan raut wajah seriusnya dan Sellin mengangguk setuju membuat Naura bahagia.


''Aku juga ingin mengetahui semua nya karena selama ini begitu janggal Naura, janji yaa apapun hasilnya kamu harus ada untuk aku dan jangan ninggalin aku. ''


ucap sellin dan Naura mengangguk.


.


.


.

__ADS_1


Bersambung.....


__ADS_2