JODOH Dari MAMA

JODOH Dari MAMA
17 Kelicikan Papa Arman.....


__ADS_3

Di kediaman Marinka saat ini.....


Arman datang ke rumah Marinka tanpa memberitahukan terlebih dahulu dan hasilnya Marinka langsung pergi tanpa menyapa mantan suaminya.


Arman yang kesal pun mengikuti Marinka hingga masuk kedalam kamar Marinka, Marinka langsung tersentak saat terdengar pintu terkunci dan alangkah kagetnya saat melihat Arman tersenyum berada di dalam kamarnya.


''Sopan sekali kamu Arman, keluar dari kamar saya atau saya teriak yaa. ''


ancam Marinka dengan nada kesalnya namun Arman langsung berjalan menghampirinya.


''Kamu yang membuat kesabaranku hilang Marinka dan aku gak suka itu. ''


ucap Arman sambil mencekal tangan Marinka dan membuat Marinka meronta melepaskannya namun Arman semakin kencang memegang dan menarik Marinka membawanya menuju ranjang.


''Lepas Arman kamu gila. ''


teriak Marinka namun Arman tidak mendengarnya dan menulikan telinganya.


Arman yang di rasuki setan pun terus membungkam bibir marinka dengan bibirnya dan dengan sisa tenaga nya Marinka terus meronta namun tenaga Arman sangat kuat tak sebanding dengan nya.


Arman merasakan tenaga Marinka sudah melemah dan langsung melancarkan aksinya, dengan cara licik ini Arman bisa mendapatkan Marinka kembali.


Dia sempat menemukan fakta kalau Marinka tidak selingkuh bahkan Marinka suci sampai sekarang tidak pernah terjamah pria manapun, Sari dalang di balik hancurnya rumah tangga Arman dan Marinka.


''Kamu hanya milikku Marinka dan gak akan aku biarkan kamu di miliki orang lain, aku akan membuat kamu kembali menjadi Nyonya Narendra. ''


bisik Arman sambil memulai aksinya.


Marinka hanya menangis karena berontak pun tenaganya sudah habis dan dia pasrah menerima semua perlakuan dari Arman.


.


.


Di apartemen saat ini.....


Naura dan Sellin melihat keliling unitnya di dampingi Aldo pegawai yang di percaya mengelolanya dan Aldo bisa di acungi jempol karena dia adalah karyawan Arman yang di rebut oleh Naura.


''Saya sudah mengganti semua nya Nona dan tinggal di tempati saja. ''


ucap Aldo dan Naura mengangguk tersenyum.


''Besok atau lusa saya akan menempati unit ini dan jangan di sewakan lagi unit ini. ''


jawab Naura dan Aldo mengangguk patuh.


''Naura kita pulang sekarang deh, besok saja merapihkan barang barang akunya, takut Mama kamu nyariin lagi. ''

__ADS_1


ucap Sellin saat melihat jam menunjukan pukul delapan malam.


''Yaudah kita pulang dan besok kita rapihkan barang barangnya. ''


jawab Naura sambil berjalan keluar dari apartemen di ikuti Sellin dan Aldo.


Naura membawa kunci aksesnga dan langsung pamit pulang ke Aldo, sepanjang perjalanan Naura merasakan keanehan dengan hatinya tapi entah apa dan Naura tidak tahu.


''Kamu kenapa Naura?? ada yang membebani kamu?? ''


tanya Sellin saat Naura duduk di kursi mobil dan Naura langsung terdiam.


''Entahlah Sell ada apa?? hati aku seperti ada yang mengganjal. ''


jawab Naura dan Sellin langsung ikut khawatir.


''Mudah mudahan gak ada masalah besar yaa, kamu positif thinking ajah Naura. ''


ucap Sellin dan Naura mengiyakannya.


Perjalanan menuju rumah Naura tidak memakan waktu lama dan akhirnya tiba, Naura mengerutkan keningnya saat melihat mobil Papa nya terparkir di halaman rumahnya dan waktu juga sudah malam.


''Mobil Papa dan artinya Papa ada di dalam Sell. ''


ucap Naura dan Sellin mengiyakannya.


ucap Sellin dan Naura mengangguk sambil berjalan masuk kedalam rumahnya.


''Bibi.... Papa mana?? di luar itu mobil Papa kan?? ''


tanya Naura saat Bibi menghampirinya dan Bibi pengasuhnya terlihat seperti risau.


''Ada apa Bibi?? jujur saja lebih baik. ''


tanya kembali Naura dan Bibi pengasuhnya menghembuska nafasnya karena ragu untuk memberitahukan pada Nona nya.


''Tuan dan Nyonya terdengar saling singgung di dalam kamar Nyonya, tiga jam lalu dan sekarang belum keluar dari kamar, nyonya ataupun tuan dan Bibi khawatir Non takut Nyonya kenapa kenapa karena Tuan seperti menahan amarah saat mengikuti nyonya. ''


jelas Bibi dan membuat Naura melototkan matanya.


Naura langsung menuju kamar Mamanya dan ternyata tidak terkunci, saat Naura membuka nya ternyata pemandangan nya sangat membuat tersentak.


Pakaian berceceran dimana mana dan kedua orang tuanya ada di atas ranjang saling berpelukan di bawah selimbut.


Naura mengeluarkan handphone nya lalu memotret semuanya dan menyimpan kembali handphone kedalam tasnya.


Sellin dan Bibi memilih keluar dari kamar lalu menutupnya karena sengaja membiarkan Naura mengurua kedua orang tuanya.

__ADS_1


''Mama..... Papa..... ''


teriak Naura sambil bersidekap di depan ranjang kedua orang tuanya.


Marinka membuka matanya dan alangkah kagetnya saat berada dalam pelukan mantan suaminya dalam keadaan telaaaanjang dan tubuhnya sakit semua, sialnya Naura menatapnya dengan tatapan mengintimidasi.


''Bangunkan Papa nya jangan tidur terus, udah ke gep juga. ''


kesal Naura dan membuat Marinka langsung membangunkan Arman.


''Aku masih ngantuk Marinka nanti di lanjut lagi. ''


gumam Arman dan terdengar jelas oleh Naura yang langsung menggelengkan kepalanya mendengar ucapan Papanya.


''Bangun Arman sebelum putri kita mengamuk. ''


ucap Marinka dengan nada tegasnya dan membuat Arman membuka matanya lalu menoleh ke arah putrinya yang sedang menatapnya.


''Kalian berzina di rumah ini bahkan di kamar pribadi Mama, apa kalian sudah kebelet karena kantor KUA sudah tutup dan melakukan hal memalukan, Naura sudah besar dan sudah mengerti arti dari apa yang ada di hadapan Naura sekarang, Naura tunggu di ruang keluarga kalau Papa sama Mama lama, jangan salahkan Naura kalau besok dunia gempar dengan tindakan kalian berdua yang sungguh bikin malu. ''


ucap Naura dan langsung berbalik keluar dari kamar Mamanya.


Marinka menghempaskan tangan Arman dan langsung beranjak untuk membersihkan tubuhnya yang terasa lengket.


Arman tersenyum senang karena rencananya berjalan mulus dan dapat di pastikan kalau Marinka akan segera di milikinya, Naura yang akan menjadi jalannya dan Arman begitu beruntung memiliki Naura.


''Bibi tolong siapkan minuman dingin yaa, bikin tiga saja. ''


ucap Naura saat menghampiri Bibi pengasuh nya dan Bibi mengiyakannya.


Naura duduk di sofa ruang keluarga sambil memainkan handphonenya, menunggu kedua orang tuanya selesai bersiap sebelum di hakimi.


Tak lama menunggu Arman menghampiri terlebih dahulu, Naura mendelik sebal melihat Papanya tersenyum padanya dan Naura menghindar saat Papanya akan mencium puncak kepala Naura.


''Naura gak mau di cium Papa, sana cium Mama saja jangan Naura. ''


tolak Naura dengan nada garangnya dan membuat Arman menciut lalu duduk menjauh dari Naura.


''Papa bisa jelaskan semua kesalahpahaman ini Naura dan beri Papa kesempatan menjelaskannya. ''


ucap Arman dan Naura langsung melototkan matanya tanda tidak menerima penjelasan apapun.


Arman kembali diam sambil menunggu Marinka selesai bersiap dan Naura bukan anak yang bisa di bujuk, sipat keras kepalanya menurun dari Arman dan Marinka, bahkan Naura lebih galak dari Marinka terlihat dari tatapan tajam matanya.


.


.

__ADS_1


Bersambung.... .


__ADS_2