
Tibalah hari yang di tunggu oleh Sellin dan Naura, pembagian raport yang menentukan naik atau tidaknya ke kelas tiga, ternyata kedua nya naik kelas dan seperti biasa Naura juara kelas dan Sellin juara kedua.
Naura dan Sellin tidak mengikuti acara perpisahan di sekolahnya, keduanya memilih segera ke kota sebelah untuk menghampiri wanita yang melahirkan Sellin.
Saat ini keduanya sedang di kediaman kedua orang tua Naura yang semakin intim saja, bahkan Naura tidak terlalu di kekang oleh orang tuanya.
''Ingat yaa, kalian pergi kemanapun akan ada orang yang membayangi kalian, kalau merasa terancam kalian harus menghubungi Papa. ''
ucap Papa Arman yang menegaskan kalau kedua gadis belia di hadapannya akan aman.
''Iya Papa makasih. ''
jawab Naura dan Kedua orang tua nya langsung menghela nafasnya.
Naura dan Sellin langsung masuk kedalam mobil setelah dua koper di masukkan kedalam bagasi, mereka akan menggunakan kereta api membawanya ke kota sebelah.
Kedua orang tua Naura tidak mengantarkannya sesuai dengan keinginan Naura dan sebagai orang tua pun mereka hanya bisa mengalah karena Naura sangat keras kepala.
''Kira kira berapa jam sampai di kota sebelah?? ''
tanya Sellin saat mobil mulai melaju.
''Cuma tiga jam paling lama perjalanan, kan kita naik kereta cepat. ''
jawab Naura dan Sellin mengiyakannya.
Perjalanan dua puluh menit akhirnya tiba di stasiun pusat kota, Naura dan Sellin keluar dari mobil lalu membantu supir mengeluarkan kopernya.
''Isi koper hanya sedikit tapi malah memilih koper masing masing satu. ''
ucap Sellin saat berhasil mengeluarkan koper dari bagasi di bantu oleh supir.
''Kamu gak tahu hukum nya jalan jalan berlibur, kita akan memenuhi koper saat pulang nanti dengan barang barang belanjaan kita. ''
jawab riang Naura dan Sellin mengerutkan keningnya karena bahasa Naura sangat lah aneh.
''Terserah tuan putri saja deh, ayo kita lakukan pemeriksaan tiket nya dulu sebelum masuk ke dalam keretanya. ''
ajak Sellin dan Naura menganggukkan kepalanya.
__ADS_1
Naura langsung mengucapkan terimakasih pada supirnya dan langsung memasuki stasiun utama di kotanya.
Keduanya memasuki area stasiun dan menghampiri petugas untuk melakukan pengecekan tiketnya dan ternyata lima menit lagi kereta akan berangkat, keduanya langsung masuk setelah di tunjukan gerbong kereta mana yang di tempatinya sesuai tiket.
''Nyaman sekali kereta nyaa dan kita bisa menikmati perjalanan kali ini. ''
ucap Sellin saat sudah duduk di kursinya dan Naura hanya mengangguk.
Di kediaman Tante Hilda saat ini.....
Davian yang akan pergi ke kantor nya sayup sayup mendengar percakapan Bundanya sedang berbicara di telphone dan mendengar nama Naura di sebut sebutnya.
Jiwa ingin tahu Davian meronta saat mendengar nama Naura dan memutuskan untuk menghampiri Bundanya lalu duduk di depan Bundanya yang masih sibuk menelphone hingga sepuluh menit kemudian menunggu akhirnya sang Bunda selesai dengan telphone nya.
''Davi kamu belum berangkat?? Bunda kira sudah berangkat kamu. ''
ucap sang Bunda dan Davi menggelengkan kepalanya.
''Bunda..... tadi Davi gak sengaja dengar Bunda membicarakan Naura yang pergi ke kota sebelah, memangnya beneran Naura pergi?? ''
tanya Davian yang langsung bertanya pada inti nya.
''Naura pergi liburan sama Sellin ke kota sebelah dan gak mau menggunakan mobil, Naura malah memilih menggunakan kereta dan gak mau di kawal, tapi Om Arman gak membiarkan nya dan tetap memberikan pengawal bayangan untuk Naura. ''
''Ngapain kamu nanyain Naura?? jangan bilang kamu mau menyusul Naura?? ''
tebak sang Bunda saat melihat putranya terdiam.
''Bunda seperti cenayang saja menerka nerka, Davian berangkat dulu. ''
jawab Davian yang langsung menghindar dari tuduhan Bundanya.
Davian mengemudikan mobilnya menuju perusahaan sahabatnya, Davian akan menanyakan tentang Naura dan Sellin yang pergi liburan karena sahabatnya sering terlibat bertukar pesan dengan Sellin.
Hanya dua puluh menit Davian tiba di perusahaan sahabatnya dan langsung menuju ruangan Antoni yang ada di lantai teratas gedung yang tak kalah megah dari gedung perusahaan nya.
''Harus nunggu lagi deh sekarang. ''
gumam Davian saat masuk kedalam ruangan kerja sahabatnya karena Antoni sedang meeting.
__ADS_1
Davian mengeluarkan iped nya dan mengerjakan pekerjaannya sambil menunggu sahabatnya selesai meeting.
Hingga satu jam kemudian Antoni memasuki ruangan nya dan tersenyum mengejek melihat sahabatnya menunggunya, Antoni tentu mengetahui kalau sahabat nya ada sesuatu yang penting hingga rela menunggu nya.
''Maaf Davi aku baru selesai meeting dan kamu ngapain menungggu seperti gak punya pekerjaan saja, itu bukan kamu Davi. ''
sindir Antoni dan membuat Davian mendelik sebal.
''Kamu tahu kalau Naura dan Sellin sedang liburan ke kota sebelah?? ''
tanya Davian langsung pada intinya dan Antoni mengiyakannya.
Antoni mengeluarkan handphone nya dan memperlihatkan status sosmed Sellin sedang di perjalanan dengan Naura.
''Sellin ada keperluan ke kota sebelah dan Naura yang mengantarkannya, aku mau nyusul nanti sore, makanya sekarang mau mengerjakan pekerjaan penting biar tenang selama menemani Sellin. ''
ucap Antoni dan membuat Davian melototkan matanya.
''Kenapa gak memberitahukan sama aku sih Antoni, tega sekali merencanakan tapi malah gak memberitahukan nya. ''
''Tadinya aku gak akan menyusul tapi setelah menyelidiki semua tentang Sellin aku khawatir dan akan menemaninya, Sellin akan menghadapi masalah disana dan aku khawatir karena hanya Naura yang menemaninya. ''
''Masalah apa maksud kamu?? ''
''intinya Sellin mau melabrak orang tuanya ke kota sebelah, aku belum tahu pasti tapi ada kenyataan pahit kalau Sellin bukan Anak kandung ibunya yang tinggal dengannya dan itu sebabnya Sellin tinggal dengan Naura di apartemen. ''
''Sangat berbelit sekali masalahnya, aku ikut menemani kamu menyusul Sellin karena aku mau melindungi Naura. ''
''Katanya gak perduli tapi ini mau melindungi, Davi lebih baik kamu jujur kalau memang memiliki perasaan pada Naura jangan menyangkal dan terlihat sangat memalukan. ''
''Terserah kamu saja dan aku ikut kalau kamu pergi, sekarang aku mau ke perusahaan mengurus pekerjaan juga. ''
Davian langsung pergi setelah mengucapkan semuanya dan tanpa mendengar jawaban Antoni, membuat Antoni menggelengkan kepalanya karena tingkah konyol Davian.
''Davian Davian...... kamu terlalu gengsi untuk mengakui perasaan kamu, Naura nya juga cuek dan sepertinya gak punya perasaan ke kamu. ''
gumam Antoni sambil duduk di kursi kerjanya untuk mengerjakan pekerjaannya sebelum menyusul Sellin.
.
__ADS_1
.
Bersambung......