JODOH Dari MAMA

JODOH Dari MAMA
47 Bahagianya Davian.......


__ADS_3

Naura langsung pulang ke rumah mertuanya dengan membawa makanan yang di bawa dari restorannya, sebuah makanan paling pavorite, Naura sudah menghubungi Mamanya kalau dia pulang ke rumah mertuanya.


Bunda Hilda langsung bahagia melihat Naura sudah kembali dan Naura hanya menggelengkan kepalanya melihat tingkah Bunda Hilda.


''Bunda senang kamu akhirnya pulang sayang, bersihkan diri dulu dan Bunda menunggu kamu. ''


ucap Bunda Hilda dan Naura mengiyakannya.


''Ini makanan buat Bunda semoga suka. ''


ucap Naura sambil memberikan sebuah kotak berisi makanan yang di bawanya.


Naura langsung menuju kamarnya untuk membersihkan tubuhnya, Bunda Hilda langsung membuka kotak yang di bawa Naura ternyata makanan kesukaannya dan membuat Bunda Hilda tersenyum senang.


Naura merendam tubuhnya yang begitu lengket dan lelah, Naura menatap langit langit kamar mandinya dan membayangkan kalau Suaminya datang hari ini karena baginya mustahil kalau suaminya kembali dengan cepat.


''Kalau Kak Davi datang hari ini aku janji akan memberikan semua Hak nya, tapi kalau gak datang aku akan jual mahal sama dia. ''


ucap Naura sambil menenggelamkan kepalanya kedalam bak rendam.


Cukup dengan berendamnya, Naura langsung membilas tubuhnya dengan air hangat dan langsung membuatnya lebih rilexs.


.


.


Naura saat ini sedang memakan makan malamnya dengan kedua mertuanya, sesekali Naura menimpali ucapan keduanya karena dia sudah tidak secanggung awal pada kedua mertuanya.


Setelah makan malam selesai, Naura langsung pamit ke kamarnya karena memang tubuhnya sangat lelah dan ingin tidur lebih awal, Bunda Hilda pun mengijinkannya.


''Sepertinya Davi sedang dalam perjalanan pulang Bunn, asistennya mengabari kalau Davi menyelesaikan pekerjaannya dengan cepat. ''


ucap Ayahnya Davian dan istrinya tersenyum senang.


''Davi memang sudah jatuh hati sama Naura, dia gak bisa jauh dari istri kecilnya dan Bunda takut Naura bablas hamil loh. ''


ucap Bundanya Davian dan suaminya tersenyum.

__ADS_1


''Davi bilang akan berhati hati dan semua itu Davi yang akan atur, kalaupun Hamil yaa biarkan saja Bunn karena Naura kan istrinya, pernikahan mereka berdua Sah dimata hukum dan agama. ''


ucap Sang Suami dan istrinya langsung terdiam.


''Masalahnya Naura hanya tinggal tiga bulan lagi lulus sekolahnya, Bunda gak mau saat Naura melaksanakan ujian nasional kelulusan malah sedang hamil muda dan itu menyiksa nantinya Ayah. ''


''Sudah lah Bunn jangan khawatirkan masalah itu, kita hanya bisa berdoa yang terbaik untuk anak anak kita dan menasihati bila mereka melakukan kesalahan. ''


Kedua mertua Naura pun langsung menuju kamar nya untuk istirahat setelah selesai makan malam dan berbincang sebentar.


Sedangkan di dalam kamar Naura saat ini, setelah mengganti pakaian dengan piyama tidurnya dan urusan kamar mandinya, Naura langsung menuju meja belajar untuk mengerjakan tugas sekolah dan membaca buku yang akan di pelajari besok.


Satu jam kemudian Naura merenggangkan ototnya setelah selesai dengan urusan pelajarannya, Naura merapihkannya kembali dan menyiapkan buku sesuai mata pelajaran besok.


''Waktunya bobo cantik malam ini dan semoga besok menjadi hari yang lebih baik dari hari ini. ''


ucap Naura sambil merebahkan tubuhnya di kasur yang super empuk.


Naura baru beristirahat sedangkan Davian baru saja tiba di pekarangan rumahnya, tubuhnya sedikit lelah karena dia memaksakan pulang setelah pekerjaannya selesai di tangani nya, hanya empat hari dia bisa bertahan dari Naura dan dia nekad pulang.


Davi membuka pintu kamarnya dan ternyata istri kecilnya sudah tertidur pulas dengan piyama tidur yang begitu terbuka.


gumam Davian sambil berjalan menghampiri istrinya.


Lelah Davian seketika hilang setelah melihat wajah damai Naura yang sedang tertidur, Davian mencium kening Naura dan langsung menuju kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya.


Davian langsung merebahkan tubuhnya setelah selesai membersihkan tubuhnya, dia langsung membawa Naura kedalam dekapannya dan Naura meresponnya langsung memeluk tubuh Davian.


''Kalau lagi tidur begini kamu benar benar menggemaskan Naura, kalau membuka mata pasti jutek nya keluar. ''


ucap Davian sambil mengecupi seluruh bagian wajah Naura tanpa ada yang terlewat.


Davian bahkan memainkan benda kesukaannya dan membuat Naura menggeliat lalu merancau di dalam tidurnya, hanya dengan bermain main di benda kesukaannya sudah membuat Davian puas dan tak lama dia tidur terlelap karena memang tubuhnya lelah dan obat tidurnya saat ini ada dalam dekapannya.


Tengah malam ada pergerakan dari tubuh Naura dan membuat Davian tersentak karena suara rancauan yang membuat Davian langsung membuka matanya.


''Naura kamu kenapa Sayang?? Bangun Naura. ''

__ADS_1


ucap Davian sambil menepu nepuk kedua pipi Naura yang bergerak gelisah.


Naura tidak merespon dan tetap bergerak gelisah membuat Davian melototkan matanya dengan pikiran yang bekecambuk.


''Naura bangun Sayang, jangan sampai kamu mimpi bermain ranjang yaa karena aku gak mengijinkannya, Naura bangun. ''


kesal Davian sambil mengguncang tubuh Naura dan membuat Naura membuka matanya.


Davian melototkan matanya melihat tatapan sayu dan mendamba dari Naura, Davian langsung mengelus pipi Naura dan mencium bibir Naura.


''Boleh aku menyentuhnya Naura?? Aku gak mengijinkan kamu nermimpi di sentuh laki laki manapun walaupun itu dalam mimpi sekalipun. ''


ucap Davian dan Naura menganggukan kepalanya tanda menyetujui permintaan Davian.


Davian langsung tersenyum dan siap untuk menerkam Naura, Naura menerima apapun sentuhan Davian bahkan Naura menikmaaatinya.


''Ahhh......sial kenapa rasanya seperti melayang sentuhan dari Kak Davi. ''


gumam Naura dalam hatinya sambil menikmati setiap jengkal sentuhan Davian.


Naura yang hanyut dalam permainan Davian pun tidak menyadari kalau tubuhnya sudah polos bahkan tanda merah bertebaran dimana mana bahkan Davian sampai lupa leher Naura di penuhi tanda merah.


Davian tidak memperdulikannya dengan tanda karena saat ini dia sedang mengejar pelepaaasaaan pertama Naura yang sudah terasa dan benar saja Naura mencapai puncaknya membuat Davian tersenyum senang.


Davian yang melihat Naura sedang melayang tinggi pun langsung menyatukan miliknya dan membua Naura menjerit kesakitan karena Davian melakukannya dalam sekali hentakan, Davian langsung membungkam bibir Naura agar tidak mengeluarkan jeritannya.


Setelah Naura tenang, Davian mulai menggerakkan miliknya dan benar saja Naura langsung menerima respon baik bahkan suara jeritan Naura tadi berubah menjadi suara yang membuat Davian lebih semangat memacu permainannya.


Naura terus menjeritkan nama Davian yang membuat Davian bahagia sekali, Davian pun terus melakukannya hinggga beberapa saat Davian merasakan puncaknya dan langsung melepaskan dari penyatuannya untuk mengeluarkan benihnya di atas tubuh Naura.


Naura masih bergerak tak teratur karena pelepasannya tidak jadi membuat Davian tersenyum lalu memainkan milik Naura dengan jari tangannya dan Naura kembali merancu hingga semburan hangat keluar dari inti Naura membuat Davian terus memainkannya sampai pelepasana Naura selesai.


''Kamu sangat memuaskan Babby, darah perawanmu membuat aku melayang dan merasa jauh lebih muda lagi. ''


ucap Davian sambil mengecup kening Naura penuh Sayang.


.

__ADS_1


.


Bersambung.......


__ADS_2