
Naura tersenyum saat melihat Sellin menunggunya di gerbang utama, Sellin bersorak senang melihat Naura dan Naura hanya menggelengkan kepalanya.
''Pantas gak sekolah, Kak Davian udah pulang ternyata Naura. ''
ucap Sellin dan Naura menganggukkan kepalanya.
''Kamu tahu kan Kak Davi mantan cassanova dan akan sulit keluar dari cengkramannya. ''
ucap Naura dan Sellin hanya tersenyum.
''Naura orang tua Kak Antoni tuh galak gak?? ''
tanya Sellin dan Naura menggelengkan kepalanya.
''Gak tau Sellin dan ngapain aku ngurusin orang tua Kak Antoni. ''
jawab Naura sambil duduk di kursi yang biasa di dudukinya.
''Kali ajah Kak Davian cerita sama kamu. ''
''Nanti aku tanya Kak Davi yaa Sell, siang ini aku di jemput Kak Davi lagi. ''
''Gak usah deh Naura, biar menjadi kejutan saja lebih bagus. ''
''Kan kamu bisa antisipasi Sell, yasudah kalau gak mau aku cari tahu. ''
Keduanya langsung fokus saat guru masuk kedalam kelas memulai pelajarannya, hingga tak terasa pelajaran hari ini selesai di lewati dengan tugas yang menumpuk untuk di kerjakan karena setiap guru memberikan tugas.
Naura langsung menghubungi Davian meminta jemput dan ternyata Davian sudah di depan gerbang utama menunggunya.
''Sell.....kamu bawa mobil atau di jemput?? ''
tanya Naura saat keduanya berjalan beriringan.
''Di jemput Kak Antoni, kenapa?? ''
jawab Sellin dan Naura menghembuskan nafasnya.
''Kak Davi juga ada di depan berarti mereka sedang mengobrol sekarang. ''
ucap Naura dan Sellin hanya tersenyum karena tepat dugaan Naura kalau kedua laki laki menunggunya sambil mengobrol.
Naura tersenyum sambil mencium tangan Davian dan menyapa Antoni dengan anggukan.
''Kita makan siang bersama Antoni dan Sellin juga Sayang. ''
ucap Davian dan Naura mengangguk.
Davian langsung mengajak Naura masuk kedalam mobil dan Sellin masuk kedalam mobil Antoni untuk mengikuti Davian.
''Kak Antoni janjian sama Suaminya Naura?? ''
__ADS_1
tanya Sellin saat memasang sabuk pengamannya.
''Kami kebetulan bertemu barusan dan Davian mengajak makan siang bersama, yasudah di ikutin saja kan bisa makan bersama juga jadi ramai. ''
jawab Antoni dan Sellin hanya mengangguk tersenyum.
Perjalanan dua puluh menit akhirnya mobil Davian berhenti di sebuah restoran mewah, Davian langsung mengajak Naura keluar dari mobil dan ternyaata Sellin bersama Antoni pun keluar dari mobil.
Naura memilih mengajak Sellin berjalan masuk kedalam restoran meninggalkan Davian dan Antoni di belakang mengikutinya.
Davian sudah memesankan meja beserta makanannya, Naura duduk bersama Sellin bersisian dengan Davian dan Antoni.
''Kalian kebiasaan kalau sudah bersama pasti lupa saja pada kami. ''
protes Davian dan Naura hanya mengangkat bahunya tanpa mau menjawab protesan dari Davian.
''Jangan protes Kak, jamaah lapar. ''
ucap Naura saat pelayan membawakan makannya.
Antoni menepuk pundak Davian untuk membuat Davian tenang, Mereka berempat langsung makan sesekali berbincang menanyakan sekolah Naura dan Sellin.
Saat asik dengan makanannya seseorang menghampiri meja untuk menyapa Antoni, membuat semua fokus dengan orang yang menyapa.
''Antoni.....Ibu sudah menunggu kamu kemarin dengan Ayah, keluarga Maria menunggu untuk membicarakan kelanjutan hubungan kalian loh. ''
ucap seorang wanita paruh baya yang tak lain adalah ibu tiri Antoni.
Naura dan Sellin saling pandang lalu kompak menatap ke arah Antoni yang terlihat menggeram kesal pada ibu tirinya.
tegas Antoni dan membuat Ibu tirinya langsung berdecak kesal.
''Aku istri Ayah kamu dan otomatis Ibu kamu juga Antoni, sopan sedikit kalau bicara dan Ibu akan pastikan Ayah kamu akan mencari perhitungan dengan kelakuan kamu sekarang. ''
ucap Ibu tiri Antoni sambil berjalan menuju pintu keluar restoran.
Antoni langsung memandang ke arah Sellin yang terlihat cuek sambil memakan makanannya, Davian hanya menggelengka kepalanya karena kalau sudah begini Antoni akan terjerat.
''Aku sudah berapa kali menawari kamu Antoni, lepaskan biar gak terikat dan di manfaatkan, tapi semua terserah kamu karena aku gak punya hak untuk memberikan pendapat tapi aku memberikan solusi untuk kamu, ingat kita saudara bukan hanya sahabat atau teman. ''
ucap Davian dan Antoni mengangguk.
''Aku ke toilet dulu. ''
ucap Sellin yang langsung berjalan menuju ke arah toilet.
Naura menghembuskan nafasnya lalu menatap Antoni yang sedang memperhatikan punggung Sellin yang menjauh menuju toilet.
''Tadi pagi banget Sellin nanya ke aku Kak, dia meminta aku menanyakan keluarga Kakak ke Kak Davi tapi aku menolak nya dan aku minta biar Kak Antoni yang menjelaskan tentang keluarganya dan aku gak akan membiarkan Sahabat aku menangis Kak. ''
ucap Naura sambil beranjak untuk menyusul Sellin.
__ADS_1
''Aishh....kalau sudah gini aku gak akan dapat jatah dari Naura, selesaikan urusan kamu jangan membuat istriku ikut campur. ''
kesal Davian dan membuat Antoni mendelik sebal.
''Bisa gak?? ''
ucap Antoni namun Davian langsung menjawabnya.
''Gak bisa dan jangan komentar. ''
jawab davian saat memotong ucapan Antoni.
Di toilet saat ini Naura sedang menenangkan Sellin yang sedang menangis di bahunya, restu keluarga akan membentur hubungan Sellin dan Antoni sekarang.
''Sellin kamu harus percaya sama Kak Antoni dan jangan pernah meragukannya oke. ''
ucap Naura yang menenangkan sahabatnya.
''Kamu tahu kan Naura kalau restu orang tua akan mempengaruhi hubungan pasangan. ''
ucap Sellin dan Naura menganggukkan kepalanya.
''Sudahlah sekarang kita kembali ke meja yaa dan kita pulang setelah ambil tas nya, Kak Antoni berhak membela dirinya Sellin dan berikan kesempatan itu, kalau Kak Antoni gak bergerak, lepaskan dia karena laki laki seperti itu gak akan benar di jadikan pasangan hidup. ''
ucap Naura dan Sellin mengangguk.
Naurw dan Sellin kembali ke meja menghampiri Davian juga Antoni, Davian menatap Naura yang acuh padanya lalu Davian menatap tajam ke arah Antoni membuat Antoni merinding.
''Kak Davi aku mau pulang sekarang. ''
ucap Naura dan Davian menganggukan kepalanya.
''Ayo kita pulang tapi ke kantor Kakak dulu yaa, ada kerjaan sedikit soalnya. ''
ucap Davian dan Naura langsung mendelik.
''Yasudah aku pulang sendirian ajah Kak, masa aku harus ikut ke kantor Kak Davi. ''
tolak Naura dan Davian menggelengkan kepalanya.
''Kamu mau di kutuk jadi istri durhaka, yang menolak ucapan suaminya. ''
ancam Davian dan Naura menghembuskan nafasnya lalu mengiyakannya.
Sellin langsung ikut pulang juga di antar Antoni ke rumahnya, setelah Naura dan Davian terlebih dahulu keluar dari restoran.
''Sellin......Kakak gak pernah mau di jodohkan dengan pilihan orang tua Kakak, mereka mengancam akan mencabut hak waris dan semua aset kalau Kakak gak menolaknya, semua harta yang di miliki itu milik mendiang Mama bukan milik Ayah dan yang tadi adalah Ibu tiri Kakak. ''
jelas Antoni dan Sellin terdiam karena kisahnya mirip sekali dengan kisah hidupnya.
.
__ADS_1
.
Bersambung......